Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Allah subhanahu wata’aala berfirman dalam QS. Ibrahim ayat 4 ;
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَمَاۤ اَرْسَلْنَا مِنْ رَّسُوْلٍ اِلَّا بِلِسَا نِ قَوْمِهٖ لِيُبَيِّنَ لَهُمْ ۗ فَيُضِلُّ اللّٰهُ مَنْ يَّشَآءُ وَيَهْدِيْ مَنْ يَّشَآءُ ۗ وَهُوَ الْعَزِ يْزُ الْحَكِيْمُ
“Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun, melainkan dengan bahasa kaumnya, agar dia dapat memberi penjelasan kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dia Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana.” (QS. Ibrahim 14: Ayat 4).
Allah mengutus setiap rasul dengan bahasa kaumnya agar risalah dapat dipahami dengan jelas, sehingga manusia tidak punya alasan untuk menolak kebenaran
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Pada ayat yang terdahulu telah disebutkan bahwa diturunkannya Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW merupakan rahmat bagi manusia. Kemudian dalam ayat ini, Allah menjelaskan pula rahmat-Nya yang lain, yaitu diutus-Nya para rasul kepada suatu kaum menggunakan bahasa yang dipakai oleh kaum tersebut. Ini memudahkan komunikasi antara para rasul tersebut dengan umat mereka untuk memberikan penjelasan dan bimbingan kepada umat-umat tersebut.
Akan tetapi, walaupun kitab suci telah diturunkan dalam bahasa mereka masing-masing, dan para rasul telah berbicara dengan mereka dalam bahasa yang sama, namun masih saja ada di antara mereka yang enggan mendengar, memahami, dan mengikutinya. Oleh karena itu, Allah membiarkan mereka ini sesat dan Allah memberikan petunjuk kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya. Allah Mahakuasa dan Maha Bijaksana.
Dalam Surah Ibrahim ayat 4 dijelaskan bahwa setiap rasul diutus dengan bahasa kaumnya, supaya dakwahnya mudah dipahami. Nabi Muhammad SAW
Nabi-nabi lainnya pada prinsipnya sama, yaitu menggunakan bahasa kaumnya masing-masing, misalnya:
Allah menyampaikan risalah dengan bahasa yang paling dipahami manusia, agar tidak ada alasan untuk tidak mengerti kebenaran. Kitab suci yang diturunkan ;
1. Al-Qur’an; Al-Qur’an memang tetap terjaga dalam bahasa aslinya, yaitu bahasa Arab, sebagaimana diturunkan kepada Nabi Muhammad. Umat Islam meyakini keasliannya tetap terpelihara.
2. Taurat; Taurat diturunkan kepada Nabi Musa dengan bahasa aslinya yang umumnya diyakini bahasa Ibrani (Hebrew).
Saat ini, teks Taurat (yang menjadi bagian dari Perjanjian Lama) masih ada dalam bahasa Ibrani, namun:
3. Injil; Injil diturunkan kepada Nabi Isa. Bahasa asli yang digunakan kemungkinan besar: Aram (Aramaic), bahasa sehari-hari Nabi Isa. Namun yang ada sekarang (Perjanjian Baru):
Hanya Al-Qur’an yang terjaga utuh dalam bahasa aslinya, sementara Taurat dan Injil sudah mengalami perubahan bahasa dan penulisan. Jaminan Allah tentang keaslian Al-Qur’an terdapat dalam Quran Surah Al-Hijr ayat 9 “Sesungguhnya Kami yang menurunkan Al-Qur’an, dan pasti Kami pula yang menjaganya.”
Doa memohon kemudahan untuk memahami kebenaran;
اللَّهُمَّ فَهِّمْنَا دِينَنَا، وَيَسِّرْ لَنَا فَهْمَ كِتَابِكَ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الَّذِينَ يَسْمَعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ
“Ya Allah, pahamkan kami tentang agama kami, mudahkan kami memahami kitab-Mu, dan jadikan kami termasuk orang-orang yang mendengar perkataan lalu mengikuti yang terbaik.”