Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَاَ خَذَتْهُمُ الصَّيْحَةُ مُشْرِقِيْنَ ۙ
فَجَعَلْنَا عَا لِيـَهَا سَا فِلَهَا وَ اَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ حِجَا رَةً مِّنْ سِجِّيْلٍ ۗ
“Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit,”
“maka Kami jungkir balikkan (negeri itu) dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras.” (QS. Al-Hijr 15: Ayat 73 dan 74)
Azab Allah yang Menghancurkan Kaum Sodom
Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI: Dalam keadaan yang demikian itu maka mereka dibinasakan oleh Allah dengan suara keras yang mengguntur yang terjadi ketika matahari akan terbit
Seiring datangnya suara keras yang mengguntur itu maka Kami jungkir balikkan kota Sodom dan Gomorah yang menjadi tempat tinggal kaum Nabi Lut, dan selain itu, Kami juga hujani mereka secara bertubi-tubi dengan batu dari tanah yang keras sehingga mereka hancur dan binasa.
QS. Al-Hijr ayat 73–74 tentang bentuk-bentuk azab Allah terhadap kaum Sodom, karena kedua ayat tersebut merupakan satu rangkaian peristiwa yang tidak terpisahkan.
QS. Al-Hijr: 73 menjelaskan permulaan azab:
QS. Al-Hijr: 74 menjelaskan kelanjutan azab:
Inti tadabbur
Ayat-ayat ini mengajarkan bahwa ketika suatu kaum terus-menerus menolak kebenaran, meremehkan peringatan para nabi, dan menjadikan kemaksiatan sebagai kebanggaan, maka azab Allah dapat datang dalam berbagai bentuk sesuai dengan hikmah dan ketetapan-Nya.
Namun, dalam menadabburi ayat ini, penting untuk berhati-hati agar tidak menyimpulkan bahwa setiap bencana yang terjadi pada masa kini adalah azab Allah atas dosa tertentu. Al-Qur’an secara tegas menceritakan azab terhadap kaum-kaum terdahulu melalui wahyu.
Adapun bencana yang terjadi pada masa sekarang bisa menjadi ujian, peringatan, atau memiliki sebab-sebab alamiah, dan manusia tidak memiliki dasar untuk memastikan bahwa suatu peristiwa tertentu adalah azab bagi kelompok tertentu.
Kisah kaum Sodom bukan sekadar catatan sejarah, tetapi peringatan agar manusia tidak menormalisasi kemaksiatan, menolak kebenaran, dan merasa aman dari akibat perbuatannya. Sebaliknya, seorang mukmin hendaknya segera bertaubat, memperbaiki diri, dan senantiasa memohon rahmat Allah agar dijauhkan dari segala bentuk hukuman-Nya.
Doa keteguhan iman
اللَّهُمَّ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قُلُوبَنَا عَلَى دِينِكَ، وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ، وَأَعِذْنَا مِنَ الْفَوَاحِشِ وَالظُّلْمِ وَالْفَسَادِ، وَلَا تُؤَاخِذْنَا بِذُنُوبِنَا، وَاجْعَلْنَا مِمَّنْ يَتَّعِظُ بِآيَاتِكَ، وَاحْفَظْ بِلَادَنَا وَأَهْلَنَا مِنْ عَذَابِكَ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.
“Ya Allah, Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hati kami di atas agama-Mu. Jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang saleh. Lindungilah kami dari perbuatan keji, kezaliman, dan segala bentuk kerusakan. Janganlah Engkau menghukum kami karena dosa-dosa kami. Jadikanlah kami orang-orang yang mengambil pelajaran dari ayat-ayat-Mu. Peliharalah negeri kami, keluarga kami, dan seluruh kaum muslimin dari azab-Mu. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”