Apa yang Dimaksud Ayat Wa’id ? Simak Penjelasannya!

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

اُولٰٓئِكَ  مَأْوٰٮهُمُ  النَّا رُ  بِمَا  كَا نُوْا  يَكْسِبُوْنَ

“mereka itu tempatnya di neraka karena apa yang telah mereka lakukan.” (QS. Yunus 10: Ayat 8)

Ayat wa’īd (وَعِيد) adalah ayat-ayat dalam Al-Qur’an yang berisi ancaman siksa bagi orang-orang kafir, munafik, atau pelaku dosa

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Ayat-ayat ini menerangkan bahwa alasan orang-orang yang tidak meyakini akan adanya pertemuan dengan Allah di akhirat nanti dimana semua amal perbuatan akan ditimbang dengan adil, karena mereka lebih mencintai kehidupan dunia dan rela menukar kesenangan hidup di akhirat dengan kesenangan hidup di dunia yang fana ini. Hal itu juga karena mereka terpengaruh oleh kelezatan duniawi, demikian pula orang-orang yang lalai dan tidak mengindahkan ayat-ayat Al-Qur’an, serta tidak mau mempelajari, memahami dan mengamalkannya, maka tempat mereka kelak ialah neraka Jahannam.

Balasan azab yang demikian itu adalah karena dosa-dosa yang mereka kerjakan selama hidup di dunia, dan balasan itu setimpal dengan perbuatan mereka. Dalam ayat ini disebutkan dua macam sikap dan perbuatan manusia yang menyebabkan mereka masuk neraka, yaitu:

  1. Tidak percaya akan adanya hidup sesudah mati nanti, karena telah terpengaruh oleh kesenangan duniawi.
  2. Tidak mengindahkan ayat-ayat Al-Quran.

Tidak percaya adanya hidup sesudah mati, untuk menemui Allah, berarti tidak percaya akan keadilan Allah, dan kasih sayang-Nya kepada hamba-Nya. Orang-orang yang demikian biasanya adalah orang-orang yang mengira bahwa segala sesuatu yang telah didapatnya itu, adalah semata-mata atas usahanya sendiri, bukanlah sebagai rahmat dan karunia dari Tuhan; seakan-akan dialah yang menentukan segala sesuatu. Sifat-sifat yang demikian dapat menjurus pada kepercayaan atheisme yang berpendapat bahwa Tuhan itu tidak ada, hanya manusia sendirilah yang mengadakan segala sesuatu. Hal ini sangat bertentangan dengan pokok utama akidah Islamiyah.

Demikian pula tidak mengindahkan ayat-ayat Al-Quran berarti tidak percaya bahwa Al-Quran sebagai kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw, nabi yang terakhir dan tidak percaya pula bahwa kitab itu dapat menjadi pedoman bagi manusia dalam melayarkan bahtera hidup di dunia untuk mencapai kehidupan abadi di akhirat nanti.

Kepercayaan kepada adanya hidup sesudah mati, dan Al-Quran itu Kitab Allah yang diturunkan kepada Muhammad saw, adalah merupakan pokok utama ajaran Islam. Mengingkari kedua ajaran pokok itu berarti mengingkari ajaran Islam. Itulah sebabnya Allah mengancam dengan sangsi yang berat berupa azab neraka Jahannam terhadap orang-orang yang mengingkari-Nya.

Ayat wa’īd (وَعِيد) adalah ayat-ayat dalam Al-Qur’an yang berisi ancaman siksa bagi orang-orang kafir, munafik, atau pelaku dosa. Berikut beberapa contoh ayat wa’īd:

1. Q.S. Al-Baqarah: 86

أُو۟لَـٰئِكَ ٱلَّذِينَ ٱشْتَرَوُا۟ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا بِٱلْـَٔاخِرَةِ فَلَا يُخَفَّفُ عَنْهُمُ ٱلْعَذَابُ وَلَا هُمْ يُنصَرُونَ
“Mereka itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan azabnya dan mereka tidak akan ditolong.”

2. Q.S. An-Nisa’: 56

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًۭا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُم بَدَّلْنَـٰهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا۟ ٱلْعَذَابَ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًۭا
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan yang baru agar mereka merasakan azab. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.”

3. Q.S. Maryam: 86

وَنَسُوقُ ٱلْمُجْرِمِينَ إِلَىٰ جَهَنَّمَ وِرْدًۭا
“Dan Kami akan menggiring orang-orang yang berdosa ke neraka Jahanam dalam keadaan dahaga.”

4. Q.S. Al-Mulk: 6-7

وَلِلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِرَبِّهِمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَبِئْسَ ٱلْمَصِيرُ ۝ إِذَآ أُلْقُوا۟ فِيهَا سَمِعُوا۟ لَهَا شَهِيقًۭا وَهِىَ تَفُورُ
“Dan bagi orang-orang yang kafir kepada Tuhan mereka, (disediakan) azab Jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. Ketika mereka dilemparkan ke dalamnya, mereka mendengar suara nyaringnya, sementara neraka itu membara.”

Ayat wa’īd dalam Al-Qur’an banyak ditemukan dalam konteks peringatan keras dan ancaman siksa bagi orang-orang yang menentang Allah dan melanggar aturan-Nya.

Doa supaya diberi kebahagian di dunia, terhindar dari api neraka dan kita masuk syurga;

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbanaa, aatinaa fid dunyaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa ‘adzaaban naar

“Tuhan kami, berikan kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungilah kami dari siksa neraka.” (QS al Baqarah 201)