Allah Turunkan Mukjizat Sesuai dengan Kehendak Nya, Bukan atas Permintaan Manusia

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَ  قَا لُوْا  لَوْلَا  نُزِّلَ  عَلَيْهِ  اٰيَةٌ  مِّنْ  رَّبِّهٖ  ۗ قُلْ  اِنَّ  اللّٰهَ  قَا دِرٌ  عَلٰۤى  اَنْ  يُّنَزِّلَ  اٰيَةً  وَّلٰـكِنَّ  اَكْثَرَهُمْ  لَا  يَعْلَمُوْنَ

“Dan mereka (orang-orang musyrik) berkata, Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu mukjizat dari Tuhannya? Katakanlah, Sesungguhnya Allah berkuasa menurunkan suatu mukjizat, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 37)

Mukjizat, Allah turunkan sesuai dengan kehendak Nya, bukan atas permintaan manusia

Dalam tafsir Kemenag RI menjelaskan; Ayat ini menegaskan lagi tentang sikap orang-orang musyrik yang sangat ingkar kepada seruan Nabi Muhammad dan kepada ayat-ayat Allah. Mereka meminta agar diturunkan kepada mereka bukti-bukti dan keterangan-keterangan tentang kebenaran kenabian Muhammad, sebagaimana yang pernah diturunkan kepada Rasul-rasul dahulu. Mereka tidak merasa cukup dengan bukti-bukti dan keterangan-keterangan yang terdapat di dalam Al-Qur’an, padahal bukti dan keterangan yang terdapat di dalam Al-Qur’an itu adalah yang paling tinggi nilainya bagi orang-orang yang mau menggunakan akal, pikiran dan mata hatinya.

Mereka tetap menuntut agar diturunkan bukti dan keterangan seperti telah diturunkan kepada umat-umat yang dahulu, tetapi mereka tidak mau memikirkan dan mengambil pelajaran dari sunnah Allah yang berlaku bagi orang-orang yang menerima bukti dan keterangan seperti itu serta akibat yang dialami oleh orang-orang dahulu, yaitu mereka dihancur leburkan di dunia dan di akhirat mendapat azab yang pedih, karena mereka tetap dalam keingkaran dan tidak memperhatikan bukti-bukti dan keterangan-keterangan itu.

Orang-orang musyrik Mekah itu tidak mau tahu bagaimana kasih sayang Allah kepada mereka, yaitu mengapa Allah tidak menurunkan bukti dan keterangan seperti yang diturunkan kepada umat yang dahulu, agar mereka tidak dihancurkan di dunia ini, dengan demikian mereka mendapat kesempatan untuk bertobat dan berbuat baik, tetapi mereka tidak mau mensyukuri nikmat Allah yang telah diturunkan kepada mereka, tetapi tetap ingkar dan membangkang.

Sebenarnya Allah Kuasa menurunkan apa yang mereka minta, tetapi Allah berbuat menurut kehendak-Nya, Dia hanya menurunkan bukti dan keterangan, Dia tidak menurunkan bukti dan keterangan berdasarkan permintaan dan hawa nafsu orang-orang musyrik, apalagi bila permintaan itu adalah semata-mata untuk melemahkan dan menyulitkan Nabi.

Ketidak percayaan orang musryk terhadap kenabian nabi Muhammad, banyak ditemukan dalam beberapa ayat al Quran dan orang musryk menuntut bukti kenabian nabi Muhammad SAW.

وَقَا لُوْا  لَنْ  نُّـؤْمِنَ  لَـكَ  حَتّٰى  تَفْجُرَ  لَنَا  مِنَ  الْاَ رْضِ  يَنْۢبُوْعًا
“Dan mereka berkata, Kami tidak akan percaya kepadamu (Muhammad) sebelum engkau memancarkan mata air dari bumi untuk kami,” (QS. Al-Isra’ 17: Ayat 90)

اَوْ  تَكُوْنَ  لَـكَ  جَنَّةٌ  مِّنْ  نَّخِيْلٍ  وَّعِنَبٍ  فَتُفَجِّرَ  الْاَ نْهٰرَ  خِلٰلَهَا  تَفْجِيْرًا
“atau engkau mempunyai sebuah kebun kurma dan anggur, lalu engkau alirkan di celah-celahnya sungai yang deras alirannya,” (QS. Al-Isra’ 17: Ayat 91)

اَوْ  تُسْقِطَ  السَّمَآءَ  كَمَا  زَعَمْتَ  عَلَيْنَا  كِسَفًا  اَوْ  تَأْتِيَ  بِا للّٰهِ  وَا لْمَلٰٓئِكَةِ  قَبِيْلًا
“atau engkau jatuhkan langit berkeping-keping atas kami, sebagaimana engkau katakan, atau (sebelum) engkau datangkan Allah dan para malaikat berhadapan muka dengan kami,” (QS. Al-Isra’ 17: Ayat 92)

اَوْ  يَكُوْنَ  لَـكَ  بَيْتٌ  مِّنْ  زُخْرُفٍ  اَوْ  تَرْقٰى  فِى  السَّمَآءِ  ۗ وَلَنْ  نُّـؤْمِنَ  لِرُقِيِّكَ  حَتّٰى  تُنَزِّلَ  عَلَيْنَا  كِتٰبًا  نَّـقْرَؤُهٗ  ۗ قُلْ  سُبْحَا نَ  رَبِّيْ  هَلْ  كُنْتُ  اِلَّا  بَشَرًا  رَّسُوْلًا
“atau engkau mempunyai sebuah rumah (terbuat) dari emas, atau engkau naik ke langit. Dan kami tidak akan mempercayai kenaikanmu itu sebelum engkau turunkan kepada kami sebuah kitab untuk kami baca. Katakanlah (Muhammad), Maha Suci Tuhanku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul ?” (QS. Al-Isra’ 17: Ayat 93)

Mukjizat, Allah turunkan sesuai dengan kehendak Nya, bukan atas permintaan manusia*
Nabi Musa tidak akan menyangka bahwa tongkatnya akan bisa membelah lautan.
Kita percaya dengan mukjizat para rasul dan ini adalah bentuk keimanan.

Semoga dengan kisah kisah para rassul dapat meningkatkan keimanan