Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
فَـكُلُوْا مِمَّا ذُكِرَ اسْمُ اللّٰهِ عَ
لَهُمْ دَا رُ السَّلٰمِ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَهُوَ وَلِيُّهُمْ بِمَا كَا نُوْا يَعْمَلُوْنَ
“Bagi mereka (disediakan) tempat yang damai (surga) di sisi Tuhannya. Dan Dialah pelindung mereka karena amal kebajikan yang mereka kerjakan.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 127)
Allah SWT menjadi pelindung bagi orang orang yang melakukan kebajikan
Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-An’am Ayat 127, ayat ini penjelasan ayat sebelumnya ;
“Dan inilah jalan Tuhanmu yang lurus. Kami telah menjelaskan ayat-ayat (Kami) kepada orang-orango yang menerima peringatan.”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 126)
Bagi mereka ada beberapa penghargaan yang agung dari Allah.
Pertama, disediakan tempat yang damai, yaitu surga yang tidak ada kesulitan apa pun di dalamnya.
Kedua, mereka berada di suatu tempat yang sangat terhormat yaitu di sisi tuhannya yang telah membimbing mereka. Dan,
Ketiga , dialah pelindung mereka yang selalu mengasihi dan menyertai mereka dalam segala suasana. Hal itu semua disebabkan karena amal kebajikan yang mereka kerjakan.
Allah menjelaskan sebagian dari ihwal orang-orang yang zalim pada hari kiamat di hadapan Allah. Dan ingatlah pada hari ketika dia mengumpulkan mereka semua, yaitu orang-orang yang sesat dan menyesatkan dari kelompok jin atau setan dan manusia, dan Allah berfirman kepada segolongan jin (setan), karena merekalah yang menjadi asal mula adanya kesesatan pada manusia,
“wahai golongan jin! kamu telah banyak menyesatkan manusia dengan membujuk mereka untuk melakukan kemusyrikan, kekafiran, dan kemaksiatan. Dan kawan-kawan mereka dari golongan manusia berkata, mengadu dengan memberikan pengakuan kepada Allah terhadap apa yang terjadi,
“ya tuhan, kami telah saling mendapatkan kesenangan. Manusia memanfaatkan jin melalui perbuatan sihir, tenung, dan juga tergoda untuk melakukan kemaksiatan dan lainnya, dan jin merasa bangga bahwa mereka dijadikan panutan, penguasa, dan pengayom oleh manusia. Dan sekarang waktu yang telah engkau tentukan buat kami telah datang. Setelah mendengarkan pengakuan dari kedua belah pihak, Allah berfirman untuk memberikan putusan akhir, nerakalah tempat kamu selama-lamanya, kecuali jika Allah menghendaki lain. Allah mempunyai kekuasaan yang tidak terbatas dalam segala hal. Sungguh, tuhanmu mahabijaksana yang meletakkan sesuatu pada tempatnya, menyiksa orang yang berdosa dengan keadilan-Nya, dan memasukkan orang yang bertakwa ke dalam surga dengan anugerah-Nya. Dia maha mengetahui siapa yang berbuat baik dan siapa yang berbuat buruk.
Detik Hikmah (7 golongan yang mendapatkan perlindungan dari Allah SWT);
Salah satu kuasa Allah SWT adalah Maha Melindungi. Orang-orang yang senantiasa beribadah, melakukan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya pastilah akan menjadi orang yang dekat dengan Allah SWT sehingga ia mendapatkan lindungan-Nya.
“Ada tujuh orang yang dilindungi Allah di bawah lindungan-Nya pada hari tidak ada lindungan kecuali lindungan-Nya:
1. Pemimpin yang adil,
2. Pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah Ta’ala,
3. Orang yang hatinya menyatu dengan masjid,
4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya bertemu karena-Nya dan berpisah karena-Nya,
5. Orang yang menyendiri dzikir kepada Allah kemudian matanya mengucurkan air mata,
6. Orang yang diajak oleh wanita yang berketurunan baik dan cantik kemudian ia berkata, ‘Aku takut kepada Allah Ta’ala,’ dan
7. Orang yang bersedekah kemudian ia merahasiakannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang dinfakkan tangan kanannya.” (HR. Al-Bukhari).
Para ulama menafsirkan hadits tersebut dengan merinci 7 golongan orang-orang yang dijaga dan dilindungi Allah SWT. Namun penyebutan jumlah tujuh golongan ini tidaklah menjadi pembatasan.
Menurut Ulama ahli ushul, istilah ini disebut dengan mafhûmul ‘adad ghairu murad, yaitu mafhum dari ‘adad (bilangan) itu tidak dimaksudkan. Sehingga apabila disebutkan tujuh, bukan berarti hanya tujuh ini saja.
Doa keselamatan yang bisa dipanjatkan kepada Allah SWT,
رَبَّنَا لاَ تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
“Rabbanâ lâ taj‘alnâ fitnatal lil qaumidh dhâlimîn wa najjinâ birahmatika minal qaumil kâfirîn.”
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim, dan selamatkanlah kami dengan rahmat-Mu dari (tipu daya) orang-orang kafir.”