Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
اَمْ يَقُوْلُوْنَ افْتَـرٰٮهُ ۗ قُلْ فَأْتُوْا بِعَشْرِ سُوَرٍ مِّثْلِهٖ مُفْتَرَ يٰتٍ وَّ ادْعُوْا مَنِ اسْتَطَعْتُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
“Bahkan mereka mengatakan, (Muhammad) telah membuat-buat Al-Qur’an itu. Katakanlah, (Kalau demikian), datangkanlah sepuluh surah semisal dengannya (Al-Qur’an) yang dibuat-buat, dan ajaklah siapa saja di antara kamu yang sanggup selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.” (QS. Hud 11: Ayat 13)
Allah menantang orang-orang yang meragukan Al-Qur’an untuk membuat sepuluh surat semIsal Al Quran
Dalam tafsir ringkas; Orang-orang kafir Mekah menuduh bahwa Nabi Muhammad SAW hanya mengarang Al-Qur’an, bukan menerima wahyu dari Allah. Maka Allah memerintahkan Nabi Muhammad untuk menantang mereka:
“Kalau kalian tidak percaya Al-Qur’an dari Allah, cobalah buat sepuluh surah saja yang isinya sebanding—mengatur kehidupan, penuh hikmah, dan memiliki bahasa yang luar biasa indah.”
Padahal, mereka tahu bahwa Nabi Muhammad adalah orang jujur dan terpercaya sejak dulu (digelari al-Amin). Tidak masuk akal jika beliau tiba-tiba berbohong tentang wahyu.
Orang-orang Quraisy sebenarnya ahli sastra dan bahasa. Mereka biasa membuat puisi dan syair indah yang dipamerkan di pasar-pasar terkenal seperti Ukazh. Tapi tetap saja, tidak ada satu pun yang sanggup meniru keindahan dan kedalaman Al-Qur’an—bahkan hanya satu surah saja.
Ayat-ayat Al-Qur’an yang menegaskan bahwa Al-Qur’an bukanlah buatan manusia:
1. Surah Al-Baqarah (2) : 23
وَإِن كُنتُمْ فِي رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِّن مِّثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُم مِّن دُونِ اللَّهِ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ
“Dan jika kamu meragukan (Al-Qur’an) yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surah semisal dengannya dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.”
2. Surah Yunus (10) : 38
أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ ۖ قُلْ فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِّثْلِهِ وَادْعُوا مَنِ اسْتَطَعْتُم مِّن دُونِ اللَّهِ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ
“Atau (patutkah) mereka mengatakan, ‘Muhammad membuat-buatnya’? Katakanlah, ‘Datangkanlah satu surah yang semisal dengannya dan ajaklah siapa saja yang kamu mampu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.’”
3. Surah Al-Isra’ (17) : 88
قُل لَّئِنِ اجْتَمَعَتِ الْإِنسُ وَالْجِنُّ عَلَىٰ أَن يَأْتُوا بِمِثْلِ هَـٰذَا الْقُرْآنِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا
“Katakanlah: ‘Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Qur’an ini, mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, sekalipun sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain.’”
4. Surah At-Tur (52) : 34
فَلْيَأْتُوا بِحَدِيثٍ مِّثْلِهِ إِن كَانُوا صَادِقِينَ
“Maka hendaklah mereka mendatangkan perkataan yang semisal dengan Al-Qur’an itu jika mereka orang-orang yang benar.”
Keempat ayat di atas dan Quran Surat Hud ayat 13 merupakan tantangan terbuka dari Allah kepada siapa pun yang meragukan keaslian Al-Qur’an. Hingga hari ini, tidak ada satu pun yang mampu menandingi keindahan bahasa, kedalaman makna, dan kebenaran ilmiah serta historis Al-Qur’an — menandakan bahwa Al-Qur’an benar-benar wahyu dari Allah, bukan buatan manusia.
“Jika kita yakin Al-Qur’an adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia, maka mengapa kita belum sepenuhnya berkata: sami’na wa atha’na (kami dengar dan kami taat)?”
Ini menunjukkan adanya kesenjangan antara keyakinan dan kepatuhan — sebuah masalah yang sering melanda banyak orang beriman.
“Kalau kita benar yakin Al-Qur’an adalah kalam Allah, lalu apa alasan kita untuk menunda taat?”
“Rabbanaa la tuzigh quluubanaa ba’da idz hadaitanaa…”
“Ya Rabb kami, janganlah Engkau palingkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk kepada kami…” (QS. Ali Imran: 8)