Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَنُقَلِّبُ اَفْــئِدَتَهُمْ وَاَ بْصَا رَهُمْ كَمَا لَمْ يُؤْمِنُوْا بِهٖۤ اَوَّلَ مَرَّةٍ وَّنَذَرُهُمْ فِيْ طُغْيَا نِهِمْ يَعْمَهُوْنَ
“Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti pertama kali mereka tidak beriman kepadanya (Al-Qur’an), dan Kami biarkan mereka bingung dalam kesesatan.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 110).
Kami biarkan bingung dalam kesesatan
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Sesudah itu Allah memberikan penjelasan kepada kaum Muslimin bahwa mereka tidak mengetahui bahwa Allah kuasa untuk memalingkan hati dan penglihatan orang-orang musyrik; maka sebagaimana mereka tidak beriman sebelum mereka meminta mukjizat itu, begitu jugalah mereka tidak mau beriman sesudah datangnya mukjizat, karena hati mereka telah dipalingkan dari kebenaran.
Dan kalau Kami bukakan kepada mereka salah satu pintu langit, lalu mereka terus menerus naik ke atasnya, tentulah mereka berkata, “Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang yang terkena sihir.” (al-hijr/15: 14-15)
Pada akhir ayat ini Allah menegaskan bahwa Allah akan membiarkan mereka memperturutkan hati mereka bergelimang dalam kekafiran dan kemaksiatan. Hati mereka diliputi oleh kebingungan dan keragu-raguan terhadap ayat-ayat yang mereka dengar. Mereka tidak dapat membedakan antara kebenaran dan tipuan.
Tidak bisa membedakan antara yang hak dengan yang bathil.
Sering kali manusia kebingungan untuk mengambil keputusan dalam hidup karena tidak bisa membedakan antara yang hak dan batil. Dalam Alquran, Allah SWT menyampaikan akan memberikan furqan atau kemampuan membedakan antara yang hak dan batil kepada hamba-Nya yang bertakwa dan mengutamakan hukum-hukum-Nya.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ تَتَّقُوا اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّكُمْ فُرْقَانًا وَّيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْۗ وَاللّٰهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ
Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan furqan (kemampuan membedakan antara yang hak dan batil) kepadamu dan menghapus segala kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Allah memiliki karunia yang besar. (QS Al-Anfal: 29)
Maksud ayat ini, dalam menghadapi ujian hidup, apalagi menyangkut anak dan harta, manusia seringkali bingung dan sulit menentukan sikap. Maka melalui ayat ini Allah menjelaskan cara untuk menyingkirkan kebingungan itu.
Allah menyeru orang-orang yang beriman bahwa apabila mereka bertakwa kepada Allah yaitu memelihara diri mereka dengan melaksanakan apa yang mereka tetapkan berdasar hukum-hukum Allah serta menjauhi segala macam larangan-Nya. Seperti tidak mau berkhianat dan lebih mengutamakan hukum-hukum-Nya.
Maka Allah akan memberikan kepada mereka petunjuk yang dapat membedakan antara yang hak dengan yang batil. Petunjuk itu merupakan penolong bagi mereka di kala kesusahan dan sebagai pelita dikala kegelapan.
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya (Muhammad), niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian, dan menjadikan cahaya untukmu yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan serta Dia mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” ( QS Al-Hadid: 28)
Allah menjanjikan kepada mereka, akan menghapus segala kesalahan mereka dan mengampuni dosa-dosa mereka karena mereka bertakwa dan diberi furqan. Sehingga mereka dapat mengetahui mana perbuatan yang harus dijauhi, karena dilarang Allah, serta dapat memelihara dirinya dari hal-hal yang membawa kepada kerusakan.
Doa yang sering diucapkan Rassululloh SAW, supaya diberi keteguhan hati dalam ketaatan…
يا مقــلـب لقــلــوب ثبــت قــلبـــي عــلى طـا عــتـك
‘Yaa Muqallibal Quluub, Tsabbit Qalbi ‘Ala Ta’atik’
“Wahai Dzat yg membolak-balikan hati teguhkanlah hatiku diatas ketaatan kepadamu” (HR.Muslim, No. 2654)