Allah Memberi Balasan kepada Orang yang Bersedekah

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
فَلَمَّا  دَخَلُوْا  عَلَيْهِ  قَا لُوْا  يٰۤاَ يُّهَا  الْعَزِ يْزُ  مَسَّنَا  وَاَ هْلَنَا  الضُّرُّ  وَجِئْنَا  بِبِضَا عَةٍ  مُّزْجٰٮةٍ  فَاَ وْفِ  لَنَا  الْكَيْلَ  وَتَصَدَّقْ  عَلَيْنَا  ۗ اِنَّ  اللّٰهَ  يَجْزِ ى  الْمُتَصَدِّقِيْنَ
“Maka ketika mereka masuk ke (tempat) Yusuf, mereka berkata, Wahai Al ‘Aziz! Kami dan keluarga kami telah ditimpa kesengsaraan dan kami datang membawa barang-barang yang tidak berharga, maka penuhilah jatah (gandum) untuk kami, dan bersedekahlah kepada kami. Sesungguhnya Allah memberi balasan kepada orang yang bersedekah.” (QS. Yusuf 12: Ayat 88)
Allah memberi balasan kepada orang yang bersedekah
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Dalam ayat ini diterangkan bahwa setelah saudara-saudara Yusuf menerima anjuran dari ayahnya untuk kembali ke Mesir, mereka lalu berangkat. Sesampainya di Mesir, mereka masuk ke istana Yusuf dengan segala kerendahan diri. Mereka ingin mengetahui kebenaran keyakinan ayahnya yang pernah mengatakan bahwa al-Aziz itu adalah Yusuf. Mereka berkata kepada al-Aziz bahwa mereka ditimpa musibah kelaparan sehingga mereka menjadi kurus dan lemah karena kekurangan makanan, sedangkan keluarga mereka tidak sedikit. Mereka mengadukan halnya itu kepada al-Aziz, dengan maksud untuk mengetahui keadaan Yusuf dan Bunyamin.
Mereka juga mengemukakan bahwa mereka datang membawa dagangan yang jelek dan rendah mutunya, sehingga mungkin tidak ada pedagang yang mau menawarnya. Mereka berharap agar al-Aziz mau menolong mereka dengan menyempurnakan takaran dagangannya tanpa mempertimbangkan kejelekannya. Kekurangan yang harus mereka bayar kepadanya agar disedekahkan saja kepada mereka.
Allah membalas budi baik seseorang yang suka bersedekah dan Dia pulalah yang akan mengganti segala apa yang telah disedekahkan dan diinfakkan itu, sebagaimana firman-Nya:
Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya, dan Dialah pemberi rezeki yang terbaik. (Saba/34: 39)
Tadabbur Ayat 88: Sedekah dan Janji Balasan Allah
1. Sedekah lahir dari empati terhadap penderitaan
Ayat ini menggambarkan kondisi orang-orang yang berada dalam kesempitan: kekurangan harta, lemah, dan penuh harap. Mereka datang bukan dengan kekuatan, tetapi dengan kerendahan hati.
Sedekah hadir sebagai jawaban atas penderitaan sesama.
2. Sedekah bukan sekadar memberi, tetapi menyempurnakan
Permintaan mereka bukan hanya diberi, tetapi “sempurnakanlah takaran”.
Ini mengajarkan bahwa sedekah adalah memberi dengan penuh keadilan, kelapangan, dan kebaikan, bukan sekadar menggugurkan kewajiban.
3. Balasan sedekah dijamin langsung oleh Allah
Kalimat:
“Sesungguhnya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bersedekah”
bukan sekadar harapan, tetapi janji Allah.
Balasan itu bisa berupa:
•Dilapangkan rezeki
•Ditentramkan hati
•Dihapuskan dosa
•Ditolong saat kesulitan
4. Sedekah adalah amal yang kembali kepada pelakunya
Orang yang bersedekah seakan memberi kepada manusia, tetapi sejatinya Allah yang mencatat dan membalasnya.
Tidak ada sedekah yang hilang, sekecil apa pun.
5. Sedekah membuka jalan kebaikan yang lebih besar
Dalam kisah Yusuf, setelah ayat ini terjadi perubahan besar: pertolongan, pengampunan, dan penyatuan keluarga.
Sedekah sering menjadi pintu datangnya rahmat dan solusi, meski tidak langsung terlihat.
Ayat ini mengingatkan kita bahwa:
•Memberi adalah tanda keimanan
•Sedekah tidak mengurangi harta
•Balasannya pasti, karena Allah sendiri yang menjanjikannya.
QS. Saba’: 39
“Apa saja yang kamu infakkan, maka Allah akan menggantinya…”
Doa dimudahkan supaya bersedekah ;
اللَّهُمَّ يَسِّرْ لِي طَرِيقَ الْخَيْرِ وَالْإِنْفَاقِ فِي سَبِيلِكَ
Allahumma yassir lī ṭarīqal-khair wal-infāqa fī sabīlik
“Ya Allah, mudahkanlah bagiku jalan kebaikan dan bersedekah di jalan-Mu.