Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

عُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَكَيْفَ يُحَكِّمُوْنَكَ وَعِنْدَهُمُ التَّوْرٰٮةُ فِيْهَا حُكْمُ اللّٰهِ ثُمَّ يَتَوَلَّوْنَ مِنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ ۗ وَمَاۤ اُولٰٓئِكَ poi بِا لْمُؤْمِنِيْنَ
“Dan bagaimana mereka akan mengangkatmu menjadi hakim mereka, padahal mereka mempunyai Taurat yang di dalamnya (ada) hukum Allah, nanti mereka berpaling (dari putusanmu) setelah itu? Sungguh, mereka bukan orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 43)
Hukum Allah ada di Taurat, Zabur, Injil dan Quran, Quran menyempurnakan
Salah satu rukun iman yang harus diyakini bagi setiap orang muslim adalah beriman kepada kitab-kitab Allah, yaitu Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Qur’an. Masing-masing kitab membawa risalah dan ketentuan yang ditetapkan oleh Allah untuk disampaikan di setiap masanya. Taurat disampaikan oleh Nabi Musa as, Zabur disampaikan oleh Nabi Daud as, Injil disampaikan oleh Nabi Isa as, dan al-Qur’an disampaikan oleh Nabi Muhammad saw yang menjadi pedoman umat lslam hingga akhir zaman.
Namun ada hal yang membedakan dari keempat kitab tersebut. yaitu cara mengimaninya. Cara mengimani Zabur, Taurat dan Injil adalah percaya keberadaannya, percaya bahwa semua kitab itu adalah kitab-kitab Allah, namun orang muslim tidak diwajibkan untuk percaya isinya. Berbeda dengan Al Quran, cara mengimaninya adalah percaya keberadaannya dan juga percaya dengan isinya.
Bahkan hal ini yang kemudian menimbulkan pertanyaan bagi orang-orang non muslim. Kenapa orang lslam tidak mempelajari kitab Taurat dan Injil yang juga didalamnya terkandung petunjuk dan cahaya? Apa gerangan yang kemudian membuat keempat kitab yang Allah turunkan kepada masing-masing utusannya untuk disampaikan justru berbeda-beda cara mengimaninya?
Al Qur’an memiliki keistimewaan tersendiri, diantaranya terjaga keasliannya hingga akhir zaman dan sebagai penyempurna kitab-kitab terdahulu. Dibandingkan dengan kitab suci lainnya, kandungan al-qur’an tergolong lengkap dan menyediakan pedoman-pedoman dasar yang nantinya akan menjadi pedoman hidup bagi umat lslam dalam kehidupan sehari-hari untuk menjawab seluruh problematika kehidupan manusia yang ada. Susunan Bahasa yang indah dan sastrawi juga menjadi mukjizat tersendiri bagi al-Qur’an.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam Q.S. Al-Maidah ayat 48
وَأَنزَلْنَآ إِلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ بِٱلْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ ٱلْكِتَٰبِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ
“Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu”
Pada ayat al-Qur’an di atas, Allah mejelaskan bahwa kedatangan al-Qur’an adalah untuk membawa kebenaran dan juga membenarkan apa yang ada pada kitab sebelumnya yang kurang sempurna. Diantara contoh konkrit yang disempurnakan al-Qur’an dari kitab sebelumnya, yaitu al-Qur’an menyempurnakan dari sisi hukum, jumlah ayat, dan keterangan yang tidak dijelaskan dalam kitab-kitab sebelumnya.
Pada zaman Nabi Isa as ada pengharaman untuk mengonsumsi lemak hewan, namun di dalam lslam kemudian setelah datangnya al-Qur’an, mengonsumsi lemak hewan menjadi diperbolehkan asalkan halal. Ada juga hukum sebelum al-Qur’an bahwa sesuatu itu diperbolehkan, namun setelah kedatangan al-Qur’an menjadi tidak boleh dan kemudian diganti dengan hukum yang lain. Jadi Allah swt meyempurnakan hukum kitab-kitab sebelumnya dari berbagai sisi, seperti dari sisi isi maupun keindahan gaya bahasanya sebagaimana dijelaskan dalam surah Huud:1 dan Q.S. Yunus:1
الۤرٰ ۗ كِتٰبٌ اُحْكِمَتْ اٰيٰتُهٗ ثُمَّ فُصِّلَتْ مِنْ لَّدُنْ حَكِيْمٍ خَبِيْرٍۙ
“Alif Lam Ra. (Inilah) Kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi kemudian dijelaskan secara terperinci, (yang diturunkan) dari sisi (Allah) Yang Mahabijaksana, Mahateliti.”
الر ۚ تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ الْحَكِيم
“Alif laam raa. Inilah ayat-ayat Al Quran yang mengandung kerapian dan keindahan yang sempurna” (QS. Yunus: 1).
Al Qur’an jelas mengatakan tentang kebenaran al-Qur’an akan kitab-kitab sebelumnya, yaitu terdapat dalam surah Ali-Imran ayat 2-4:
للّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۙ الۡحَىُّ الۡقَيُّوۡمُ َ ٌ نَزَّلَ عَلَيۡكَ الۡـكِتٰبَ بِالۡحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيۡنَ يَدَيۡهِ وَاَنۡزَلَ التَّوۡرٰٮةَ وَالۡاِنۡجِيۡل مِنۡ قَبۡلُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَاَنۡزَلَ الۡفُرۡقَانَ ؕ اِنَّ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا بِاٰيٰتِ اللّٰهِ لَهُمۡ عَذَابٌ شَدِيۡدٌ ؕ وَاللّٰهُ عَزِيۡزٌ ذُو انۡتِقَامٍؕ
“Dia menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) yang mengandung kebenaran, membenarkan (kitab-kitab) sebelumnya, dan menurunkan Taurat dan Injil. Sebelumnya, sebagai petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al-Furqan. Sungguh, orang-orang yang ingkar terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh azab yang berat. Allah Mahaperkasa lagi mempunyai hukuman.”
Selain bukti-bukti dalil naqli yang sudah ada dan tentu masih banyak lagi dijelaskan di dalam al-Qur’an, juga ada korelasi antara diwahyukannya al-Qur’an kepada Nabi Muhammad saw sebagai nabi terakhir di muka bumi. Diturunkannya Nabi Muhammad saw sebagai Nabi terakhir bukan berarti kita tidak percaya akan adanya nabi-nabi yang sebelumnya atau justru sebaliknya, tidak mengakui adanya Nabi Muhammad saw sebagai nabi terakhir.
Doa yang dianjurkan untuk dibaca sebagai doa khotmil (khatam) quran :
اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي بِالْقُرْآنِ وَاجْعَلْهُ لِي إِمَامًا وَنُورًا وَهُدًى وَرَحْمَةً، اللَّهُمَّ ذَكِّرْنِي مِنْهُ مَا نُسِّيتُ وَعَلِّمْنِي مِنْهُ مَا جَهِلْتُ وَارْزُقْنِي تِلَاوَتَهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ وَاجْعَلْهُ لِي حُجَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ
“Ya Allah, rahmatilah aku dengan Al-Quran. Jadikanlah ia sebagai pemimpin, cahaya, petunjuk, dan rahmat bagiku. Ya Allah, ingatkanlah aku atas apa yang terlupakan darinya. Ajarilah aku atas apa yang belum tahu darinya. Berikanlah aku kemampuan membacanya sepanjang malam dan ujung siang. Jadikanlah ia sebagai pembelaku, wahai tuhan semesta alam.”