8 Golongan yang Dicintai Allah, Siapa saja Mereka ?

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

سَمّٰعُوْنَ  لِلْكَذِبِ  اَ  كّٰلُوْنَ  لِلسُّحْتِ  ۗ فَاِ نْ  جَآءُوْكَ  فَا حْكُمْ  بَيْنَهُمْ  اَوْ  اَعْرِضْ  عَنْهُمْ  ۚ وَاِ نْ  تُعْرِضْ  عَنْهُمْ  فَلَنْ  يَّضُرُّوْكَ  شَيْـئًـا  ۗ وَاِ نْ  حَكَمْتَ  فَا حْكُمْ  بَيْنَهُمْ  بِا لْقِسْطِ  ۗ اِنَّ  اللّٰهَ  يُحِبُّ  الْمُقْسِطِيْنَ

“Mereka sangat suka mendengar berita bohong, banyak memakan (makanan) yang haram. Jika mereka (orang Yahudi) datang kepadamu (Muhammad untuk meminta putusan), maka berilah putusan di antara mereka atau berpalinglah dari mereka, dan jika engkau berpaling dari mereka, maka mereka tidak akan membahayakanmu sedikit pun. Tetapi jika engkau memutuskan (perkara mereka), maka putuskanlah dengan adil. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil.” (QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 42)

Yuhibul =mencintai/menyukai, Sesungguhnya Allah mencintai/menyukai orang-orang yang adil

Siapa yang dicintai/disukai Allah SWT;

1. Orang orang yang berbuat baik.

وَاَ نْفِقُوْا  فِيْ  سَبِيْلِ  اللّٰهِ  وَلَا  تُلْقُوْا  بِاَ يْدِيْكُمْ  اِلَى  التَّهْلُكَةِ    ۛ   وَاَ حْسِنُوْا    ۛ   اِنَّ  اللّٰهَ  يُحِبُّ  الْمُحْسِنِيْنَ
“Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”
(QS. Al-Baqarah 2: 195)(QS Al Maidah 13, 93)

2. Orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri.

وَ  يَسْــئَلُوْنَكَ  عَنِ  الْمَحِيْضِ  ۙ قُلْ  هُوَ  اَذًى  فَا عْتَزِلُوْا  النِّسَآءَ  فِى  الْمَحِيْضِ  ۙ وَلَا  تَقْرَبُوْهُنَّ  حَتّٰى  يَطْهُرْنَ  ۚ فَاِ ذَا  تَطَهَّرْنَ  فَأْتُوْهُنَّ  مِنْ  حَيْثُ  اَمَرَكُمُ  اللّٰهُ  ۗ اِنَّ  اللّٰهَ  يُحِبُّ  التَّوَّا بِيْنَ  وَيُحِبُّ  الْمُتَطَهِّرِ يْنَ
“Dan mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang haid. Katakanlah, Itu adalah sesuatu yang kotor. Karena itu jauhilah istri pada waktu haid; dan jangan kamu dekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, campurilah mereka sesuai dengan (ketentuan) yang diperintahkan Allah kepadamu. Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 222)

3. Orang orang yang bertakwa.

اِلَّا  الَّذِيْنَ  عَاهَدْتُّمْ  مِّنَ  الْمُشْرِكِيْنَ  ثُمَّ  لَمْ  يَنْقُصُوْكُمْ  شَيْئًـا  وَّلَمْ  يُظَاهِرُوْا  عَلَيْكُمْ  اَحَدًا  فَاَ تِمُّوْۤا  اِلَيْهِمْ  عَهْدَهُمْ  اِلٰى  مُدَّتِهِمْ  ۗ اِنَّ  اللّٰهَ  يُحِبُّ  الْمُتَّقِيْنَ

“kecuali orang-orang musyrik yang telah mengadakan perjanjian dengan kamu dan mereka sedikit pun tidak mengurangi (isi perjanjian) dan tidak (pula) mereka membantu seorang pun yang memusuhi kamu, maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.” (QS. At-Taubah 9: Ayat 4, 7,)

4. Orang orang yang bersih.

لَا  تَقُمْ  فِيْهِ  اَبَدًا    ۗ لَمَسْجِدٌ  اُسِّسَ  عَلَى  التَّقْوٰى  مِنْ  اَوَّلِ  يَوْمٍ  اَحَقُّ  اَنْ  تَقُوْمَ  فِيْهِ  ۗ فِيْهِ  رِجَا لٌ  يُّحِبُّوْنَ  اَنْ  يَّتَطَهَّرُوْا    ۗ وَا للّٰهُ  يُحِبُّ  الْمُطَّهِّرِ يْنَ

“Janganlah engkau melaksanakan sholat dalam masjid itu selama-lamanya. Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama adalah lebih pantas engkau melaksanakan sholat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang bersih.” (QS. At-Taubah 9: Ayat 108)

5. Orang orang yang sabar.

وَكَاَ يِّنْ  مِّنْ  نَّبِيٍّ  قٰتَلَ  ۙ مَعَهٗ  رِبِّيُّوْنَ  كَثِيْرٌ  ۚ فَمَا  وَهَنُوْا  لِمَاۤ  اَصَا بَهُمْ  فِيْ  سَبِيْلِ  اللّٰهِ  وَمَا  ضَعُفُوْا  وَمَا  اسْتَكَا نُوْا  ۗ وَا للّٰهُ  يُحِبُّ  الصّٰبِرِ يْنَ

“Dan betapa banyak nabi yang berperang didampingi sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak (menjadi) lemah karena bencana yang menimpanya di jalan Allah, tidak patah semangat dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 146)

6. Orang orang yang tawakal

فَبِمَا  رَحْمَةٍ  مِّنَ  اللّٰهِ  لِنْتَ  لَهُمْ  ۚ وَلَوْ  كُنْتَ  فَظًّا  غَلِيْظَ  الْقَلْبِ  لَا نْفَضُّوْا  مِنْ  حَوْلِكَ  ۖ فَا عْفُ  عَنْهُمْ  وَا سْتَغْفِرْ  لَهُمْ  وَشَاوِرْهُمْ  فِى  الْاَ مْرِ  ۚ فَاِ ذَا  عَزَمْتَ  فَتَوَكَّلْ  عَلَى  اللّٰهِ  ۗ اِنَّ  اللّٰهَ  يُحِبُّ  الْمُتَوَكِّلِيْنَ

“Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampun untuk mereka, dan bermusyawaralah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 159).

7. Orang orang yang berbuat adil

وَاِ نْ  طَآئِفَتٰنِ  مِنَ  الْمُؤْمِنِيْنَ  اقْتَتَلُوْا  فَاَ صْلِحُوْا  بَيْنَهُمَا  ۚ فَاِ نْۢ  بَغَتْ  اِحْدٰٮهُمَا  عَلَى  الْاُ خْرٰ ى  فَقَا تِلُوا  الَّتِيْ  تَبْغِيْ  حَتّٰى  تَفِيْٓءَ  اِلٰۤى  اَمْرِ  اللّٰهِ  ۚ فَاِ نْ  فَآءَتْ  فَاَ صْلِحُوْا  بَيْنَهُمَا  بِا لْعَدْلِ  وَاَ قْسِطُوْا  ۗ اِنَّ  اللّٰهَ  يُحِبُّ  الْمُقْسِطِيْنَ

“Dan apabila ada dua golongan orang mukmin berperang, maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari keduanya berbuat zalim terhadap (golongan) yang lain, maka perangilah (golongan) yang berbuat zalim itu, sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah. Jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil, dan berlakulah adil. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. Al-Hujurat 49: Ayat 9), (QS Al Maidah 42)(QS Mumtahanah 8)

8. Orang orang yang berjihad di jalan Allah.

اِنَّ  اللّٰهَ  يُحِبُّ  الَّذِيْنَ  يُقَا تِلُوْنَ  فِيْ  سَبِيْلِهٖ  صَفًّا  كَاَ نَّهُمْ  بُنْيَا نٌ  مَّرْصُوْصٌ

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (QS. As-Saff 61: Ayat 4).

Jadikan Ridho Allah Sebagai Tujuan Hidup, lakukan apa disukai Allah SWT dan jauhi apa yang tidak disukai Allah SWT, karena ketika Allah sudah ridho, apapun permintaan hambanya pasti akan Ia kabulkan termasuk kehidupan yang bahagia selama di dunia dan akhirat.

Semoga kita selalu berusaha untuk melakukan apa apa yang disukai Allah SWT dan menjauhi apa yang tidak disukai Allah SWT.