Al Quran Petunjuk bagi Orang yang Berakal

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman;

هٰذَا  بَلٰغٌ  لِّـلنَّا سِ  وَلِيُنْذَرُوْا  بِهٖ  وَلِيَـعْلَمُوْۤا  اَنَّمَا  هُوَ  اِلٰـهٌ  وَّا حِدٌ  وَّلِيَذَّكَّرَ  اُولُوا  الْا  َلْبَا بِ

“Dan (Al-Qur’an) ini adalah penjelasan (yang sempurna) bagi manusia, agar mereka diberi peringatan dengannya, agar mereka mengetahui bahwa Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa, dan agar orang yang berakal mengambil pelajaran.” (QS. Ibrahim 14: Ayat 52)

Orang yang berakal adalah orang yang mengambil pelajaran dari Al-Qur’an dan menjadikannya petunjuk hidup menuju Allah

Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI: Al-Qur’an ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia untuk kebahagiaan mereka di dunia dan akhirat; agar mereka diberi peringatan dengannya, agar mereka mengetahui bahwa Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa, dan agar orang yang berakal mengambil pelajaran dari Al-Qur’an tersebut.

Yang bisa ditadaburi dari Surah Ibrahim ayat 52 adalah bahwa Al-Qur’an bukan sekadar untuk dibaca, tetapi untuk dipahami, direnungkan, dan dijadikan pedoman hidup agar manusia selamat di dunia dan akhirat.

Beberapa pelajaran tadabur dari ayat ini:

  • Al-Qur’an adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia.
    Artinya, petunjuk Allah sudah cukup untuk membimbing manusia menuju kebenaran, kebahagiaan, dan keselamatan.
  • Al-Qur’an berfungsi sebagai peringatan.
    Ayat-ayatnya mengingatkan manusia agar tidak lalai, sombong, dan tenggelam dalam dosa sebelum datang hari pembalasan.
  • Inti ajaran Al-Qur’an adalah tauhid.
    Manusia diajak menyadari bahwa hanya Allah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah dan ditaati.
  • Orang yang berakal adalah yang mau mengambil pelajaran.
    Bukan hanya pintar secara ilmu, tetapi mau merenung, memperbaiki diri, dan mengamalkan petunjuk Allah.
  • Membaca Al-Qur’an tanpa tadabur membuat hati sulit berubah.
    Sedangkan orang yang mentadaburi ayat-ayat Allah akan lebih mudah tersentuh, takut berbuat dosa, dan semakin dekat kepada-Nya.

Al-Qur’an diturunkan bukan hanya untuk dibaca oleh lisan, tetapi untuk dihidupkan dalam hati, dipikirkan oleh akal, dan diamalkan dalam kehidupan.

Al-Qur’an diturunkan Allah sebagai cahaya dan petunjuk hidup bagi manusia. Ia bukan hanya untuk dibaca dengan lisan, tetapi untuk direnungi maknanya, dihidupkan dalam hati, dipikirkan dengan akal, lalu diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Orang yang beruntung adalah mereka yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, sehingga setiap ayatnya mampu mengubah hati, memperbaiki akhlak,dan mendekatkan diri kepada Allah SWT

“Ya Allah, jadikanlah Al-Qur’an sebagai cahaya bagi hati kami, penyejuk jiwa kami, petunjuk dalam kehidupan kami, dan syafaat bagi kami di akhirat nanti.
Ya Allah, tuntunlah kami agar mampu membaca, memahami, mentadaburi, dan mengamalkan ayat-ayat-Mu dengan istiqamah.
Jangan Engkau jadikan hati kami lalai dari Al-Qur’an, dan wafatkan kami dalam keadaan mencintai kitab-Mu. Aamiin.