4 Alasan kenapa Harus Memiliki Anak yang Sholeh

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

هُوَ  الَّذِيْ  خَلَقَكُمْ  مِّنْ  نَّـفْسٍ  وَّا حِدَةٍ  وَّجَعَلَ  مِنْهَا  زَوْجَهَا  لِيَسْكُنَ  اِلَيْهَا  ۚ فَلَمَّا  تَغَشّٰٮهَا  حَمَلَتْ  حَمْلًا  خَفِيْفًا  فَمَرَّتْ  بِهٖ  ۚ فَلَمَّاۤ  اَثْقَلَتْ  دَّعَوَا  اللّٰهَ  رَبَّهُمَا  لَئِنْ  اٰتَيْتَـنَا  صَا لِحًا  لَّـنَكُوْنَنَّ  مِنَ  الشّٰكِرِ يْنَ

“Dialah yang menciptakan kamu dari jiwa yang satu (Adam) dan darinya Dia menciptakan pasangannya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, (istrinya) mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian ketika dia merasa berat, keduanya (suami-istri) bermohon kepada Allah, Tuhan mereka (seraya berkata), Jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah kami akan selalu bersyukur.”(QS. Al-A’raf 7: 189)

Semua orang tua menginginkan anak yang saleh

Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI; Begitulah Allah mengalihkan pandangan mereka agar memerhatikan keadaan Rasul dan juga mencermati alam raya agar mereka dapat merasakan keesaan Tuhan. Kali ini Allah mengajak mereka membaca fakta dalam diri mereka, yaitu bahwa Dialah, Allah, yang menciptakan kamu keturunan Nabi Adam dari jiwa yang satu, yaitu Nabi Adam, dan dari padanya Dia menciptakan pasangannya, yaitu Hawa, agar dia merasa tenang dan cenderung hatinya kepada pasangannya. Maka setelah dicampurinya, istrinya mengandung kandungan yang ringan, seperti biasanya kehamilan di masa awal, dan teruslah dia merasa ringan beberapa waktu. Kemudian ketika dia merasa berat, di saat kandungan semakin besar dan semakin dekat waktu bersalin, keduanya, yakni pasangan suami istri, bermohon kepada Allah, Tuhan mereka seraya berkata, “Demi kekuasaan dan kebesaran-Mu, jika Engkau memberi kami anak yang saleh, sempurna, sehat, dan tidak cacat, tentulah kami benar-benar termasuk orang-orang yang bersyukur.”

رَبِّ  هَبْ  لِيْ  مِنَ  الصّٰلِحِيْنَ

“Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang saleh.” (QS. As-Saffat 37: Ayat 100)

Kenapa kita harus punya anak yang shaleh;
1. Amanah dan Tanggung Jawab

Dalam Islam, anak adalah amanah dari Allah. Memiliki anak yang shaleh berarti telah berhasil membimbing dan mendidik mereka dengan baik, sehingga mereka dapat menjadi individu yang taat dan bertanggung jawab.

يٰۤاَ يُّهَا  الَّذِيْنَ  اٰمَنُوْا  قُوْۤا  اَنْفُسَكُمْ  وَاَ هْلِيْكُمْ  نَا رًا  وَّقُوْدُهَا  النَّا سُ  وَا لْحِجَا رَةُ  عَلَيْهَا  مَلٰٓئِكَةٌ  غِلَا ظٌ  شِدَا دٌ  لَّا  يَعْصُوْنَ  اللّٰهَ  مَاۤ  اَمَرَهُمْ  وَيَفْعَلُوْنَ  مَا  يُؤْمَرُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim 66: Ayat 6).

2. Doa dan Amal Jariyah

Anak yang shaleh dapat mendoakan orang tuanya dan melanjutkan amal baik yang telah diajarkan. Ini merupakan bentuk amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Ketika seorang manusia meninggal dunia, maka amalannya terputus kecuali tiga hal, yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang mau mendoakannya. Hadits diriwayatkan oleh Imam Muslim, Imam at-Tirmidzi, Imam Abu Dawud, Imam an-Nasa`i, dan Imam Ibnu Hibban bersumber dari Sayyidina Abu Hurairah ra.

3. Kesejahteraan Keluarga

Anak yang shaleh dapat menjadi penopang keluarga dalam berbagai aspek, termasuk moral, sosial, dan spiritual.
“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (Q.s. An-Nisa’: 9).

4. Penerus Generasi

Memiliki anak yang shaleh juga berarti memelihara dan meneruskan ajaran dan nilai-nilai agama dari satu generasi ke generasi berikutnya.

وَلْتَكُنْ  مِّنْكُمْ  اُمَّةٌ  يَّدْعُوْنَ  اِلَى  الْخَيْرِ  وَيَأْمُرُوْنَ  بِا لْمَعْرُوْفِ  وَيَنْهَوْنَ  عَنِ  الْمُنْكَرِ  ۗ وَاُ ولٰٓئِكَ  هُمُ  الْمُفْلِحُوْنَ

“Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 104)

“Ya Allah, jadikanlah anak-anak kami sebagai anak-anak yang shaleh dan shalehah. Berikanlah mereka petunjuk dan bimbingan dalam menjalani kehidupan ini. Limpahkanlah mereka dengan ilmu yang bermanfaat, akhlak yang baik, dan keteguhan iman.