Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Memilih melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren sudah bukan hal baru lagi di Indonesia. Bahkan saat ini sudah banyak Pondok Pesantren yang ada mulai dari yang salaf hingga yang modern. Sebagian besar orang menganggap anak lulusan pondok jauh lebih berakhlak daripada sekolah biasa, meskipun tidak sepenuhnya benar.
Seperti yang sudah disebutkan di atas, ada beberapa jenis pondok pesantren yang ada di Indonesia. Diantaranya:
Pondok pesantren ini masih memiliki sistem pendidikan salaf dan sistem klasikal. Diantaranya weton, sorogan, dan juga salaf.
Pondok pesantren jenis ini memiliki sistem pendidikan salaf dan sistem klasikal swasta dengan 90% kurikulum agama dan 10% nya umum.
Pesantren yang memiliki 70% kurikulum pendidikan agama dan 30% nya umum.
Pesantren yang memiliki lembaga pendidikan lengkap diantaranya diniyah, perguruan tinggi, koperasi, dan juga takhasus (arab dan inggris)
Pesantren modern yang memiliki berbagai bidang keterampilan mulai dari pertanian, teknik, perikanan, hingga perbankan.
Apapun jenis pondok pesantren yang Anda pilih pasti memiliki kelebihan dan juga kekurangannya masing-masing. Terlepas dari anggapan orang bahwa pesantren bisa menghasilkan lulusan yang berakhlak, berikut beberapa kelebihan dari pondok pesantren.
Ada sebagian pondok pesantren yang menerapkan pembelajaran bahasa asing secara praktek di kehidupan sehari-hari. Salah satunya pondok pesantren modern atau Islamic boarding school. Dimana santri akan diwajibkan menggunakan bahasa arab atau bahasa asing lain ketika berbicara dengan orang lain di lingkungan pondok.
Di Pondok Pesantren yang memiliki jumlah santri ratusan atau bahkan ribuan, tentu memiliki bermacam guru atau pengajar. Dengan banyaknya pengajar yang memiliki kemampuan yang berbeda-beda di bidang tertentu inilah yang nantinya akan dijadikan pihak pondok pesantren untuk kebutuhan santrinya.
Pondok pesantren akan memberikan fasilitas tempat , alat, dan juga pembimbing guna meningkatkan kemampuan santri sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing. Dengan mengikuti ekstrakurikuler ini juga yang bisa melatih santri menjadi orang yang berakhlak nantinya.
Namun, Anda tidak bisa menyamakan ekstrakurikuler di Pondok Pesantren dengan sekolah biasa pada umumnya. Hal itu tentu akan berbeda. Biasanya kegiatan ektra di Pondok meliputi qiroah, hadrah, musik qasidah, fotografi, klub bahasa, pramuka, beberapa olahraga, kaligrafi, dan masih banyak lagi.
Di Pondok Pesantren terlebih yang sudah modern biasanya memiliki sarana dan prasarana yang jauh lebih memadai. Hal ini karena biasanya lingkungan pondok memiliki lahan yang jauh lebih luas karena banyaknya jumlah santri di pondok tersebut.
Selain bisa membuat santrinya lebih berakhlak, pondok juga mendidik santrinya untuk bisa hidup lebih mandiri. Karena tinggal di pondok jauh dari orang tua sehingga mau tidak mau anak harus bisa mengatur dirinya sendiri. Selain itu, santri juga diajarkan untuk selalu patuh kepada aturan yang ada dan mau diatur oleh orang lain.
Meskipun pondok pesantren lebih identik dengan pembelajaran agama, namun Anda tidak perlu khawatir. Hal ini karena pelajaran umum seperti di sekolah biasa pun tetap diajarkan di Pondok Pesantren. Jika Anda di Pesantren ketika SMA maka Anda akan mendapat pelajaran yang sama seperti SMA lain hanya saja ada tambahan terkait kepesantrenan.
Namun, ada juga pondok pesantren yang memiliki kurikulumnya tersendiri. Dimana pesantren tersebut mendapat muadalah atau pengakuan dari pemerintah RI terkait ijazah yang dikeluarkan pondok pesantren nantinya. Jadi, sebelum memilih pondok penting untuk memperhatikan kurikulum yang digunakan di Pondok Pesantren tersebut.
Dengan adanya anggapan bahwa lulusan pondok hanya identik dengan siswa berakhlak, meskipun tidak sepenuhnya benar, membuat banyak orang berpikir bahwa di Pondok Pesantren hanya diajarkan pelajaran agama saja. Padahal itu salah besar.
Ada beberapa pondok yang memiliki laboratorium yang cukup lengkap tidak kalah dengan sekolah biasa. Mulai dari laboratorium bahasa yang representative hingga peralatan multimedia dan juga laborat komputer. Tidak hanya itu saja, ada juga beberapa laboratorium untuk anak MIPA layaknya di sekolah-sekolah pada umumnya.
Dengan kelengkapan tersebut santri tidak hanya mempelajari agama saja namun juga pelajaran umum. Tidak hanya seorang siswa berakhlak namun juga lebih dari itu.
Kelebihan yang terakhir terkait peran orang tua. Dengan memasukkan anak ke pondok pesantren orang tua tidak perlu lagi khawatir terkait pengawasan anak. Biasanya orang tua lebih memilih memasukkan anak ke pondok karena alasan karir, sehingga tidak bisa mengawasi pendidikan anak secara maksimal, hingga karena anak yang terlalu nakal.
Karena orang tua yang tidak selalu berada di rumah sehingga membuat anak tidak mendapat pendidikan yang tepat karena kurangnya pengawasan orang tua. Dan itu juga yang terkadang menjadi alasan kenapa anak menjadi nakal. Sehingga banyak orang tua yang lebih memilih pendidikan pondok untuk anak-anaknya.
Itulah pembahasan terkait pondok pesantren yang menjadi tempat untuk mendidik dan mengajari anak menjadi seseorang yang berakhlak. Memilih sekolah pondok pesantren bisa menjadi pilihan yang tepat untuk Anda jika ingin mendapat pelajaran umum dan agama secara seimbang.