Merdeka

Pokok-Pokok Pancasila dalam Sistem Pendidikan Nasional

Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia menjadi landasan Bangsa Indonesia untuk bersikap baik dalam lingkup lokal maupun internasional.

Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia menjadi landasan Bangsa Indonesia untuk bersikap baik dalam lingkup lokal maupun internasional. Pancasila bukan semata-mata tesurat dalam perundang-undangan negara kita melainkan juga harus diimplikasikan dalam semua sektor kehidupan terutama sektor pendidikan.

Membangun dan membekali peserta didik untuk menanamkan jiwa pancasila di masa kekinian adalah sebuah tantangan bagi semua warga negara Indonesia terutama pemerintah, pendidik, orang tua, dan masyarakat. Masing-masing pihak tidak boleh mengandalkan satu sama lain akan tetapi harus saling bekerja sama dalam mendidik anak. Tripusat pendidikan yang digencarkan oleh Kementrian Pendidikan bertujuan supaya terjalin kerja sama yang baik antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam melakukan pendidikan kepada anak.

Identifikasi masalah yang dilakukan oleh tim dari Kementrian Pendidikan menyatakan bahwa program penguatan karakter yang dilakukan di sekolah belum sepenuhnya didukung penuh oleh orang tua. Selayaknya orang tua perlu mendorong sinergi tripusat pendidikan, menciptakan kegiatan-kegiatan keluarga yang mengolah pikir, hati, rasa, dan raga anak, menciptakan pola komunikasi yang menyenangkan dengan anak, membangun budaya literasi dan menerapkan keterampilan abad 21.

Pendidikan karakter bertujuan mencetak generasi bangsa yang memiliki Profil Pelajar Pancasila. Adapun beberapa indikator Profil Pelajar Pancasila adalah sebagai berikut:

  1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia

Pelajar yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan adalah ia yang mampu menerapkan ajaran agama dan keyakinannya dalam perilaku sehari-hari. Elemen kunci dari poin ini adalah memiliki akhlak yang baik dalam beragama, akhlak pribadi, akhlak kepada manusia, kepada alam, dalam akhlak dalam bernegara.

  1. Berkebinekaan global

Meskipun zaman semakin berkembang dan pergaulan bisa terjadi lintas negara akan tetapi budaya lokal dan luhur bangsa Indonesia harus tetap ditanamkan dalam diri pelajar. Identitas budaya bangsa Indonesia harus dijaga disertai dengan pola pikir yang terbuka dan pergaulan komunikasi yang luas lintas budaya. Hal ini akan menumbuhkan sikap saling menghargai satu sama lain terhadap budaya yang dimiliki oleh antar bangsa.

  1. Gotong royong

Kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama akan menjadi lancar dan mudah. Untuk itu, perlu ada kolaborasi, kepedulian, dan sikap berbagi oleh masing-masing individu dalam rangka terciptanya budaya gotong royong.

  1. Mandiri

Pelajar Indonesia yang mandiri adalah ia yang memiliki kesadaran diri untuk menghadapi situasi dan kondisi hidup yang dijalani dengan regulasi yang sudah mampu diciptakan oleh diri sendiri. Harapannya, pelajar menjadi orang yang bertanggung jawab terhadap segala hal dalam dimensi kehidupannya baik saat ini di sekolah maupun masa yang akan datang dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

  1. Bernalar kritis

Sikap kritis yang ditampilkan oleh pelajar indonesia bertujuan agar ia mampu memperoleh informasi dengan proses yang evaluatif, penuh daya analisis dan pandai dalam mengambil keputusan. Hal ini supaya pelajar Indonesia menjadi bangsa yang cerdas dalam memproses segala hal yang datang dari luar sehingga tidak akan bisa dibohongi ataupun ditipu oleh orang lain.

  1. Kreatif

Pelajar yang kreatif adalah ia yang mampu memodifikasi dan menghasilkan segala hal yang baru dan orisinal, bermakna, bermanfaat, dan berdampak posiitif untuk semua orang.