Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Dalam rangka memperingati Nuzulul Quran di bulan Ramadan 1446 H/2025 M, Pesantren Al Ma’soem Bandung menggelar acara bertema “Peringatan Nuzulul Quran: Tadarus dan Muhasabah untuk Generasi Islami Unggul”. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat malam (14/3) ini diadakan di Masjid Pesantren Siswa Al Ma’soem, Jl. Raya Cipacing No. 22, Jatinangor, Sumedang. Acara ini melibatkan santri SMP dan SMA, serta civitas yayasan, dengan tujuan memperdalam makna turunnya Al-Quran sekaligus memperkuat keimanan melalui tadarus dan muhasabah.
Peringatan Nuzulul Quran di Pesantren Al Ma’soem diisi dengan rangkaian kegiatan yang sarat makna. Malam itu dimulai dengan shalat tarawih berjamaah, diikuti oleh tadarus Al-Quran bersama yang melibatkan lebih dari 600 santri SMP dan SMA. Kegiatan tadarus ini menjadi tradisi rutin di Al Ma’soem, terutama selama Ramadan, di mana santri memiliki target hafalan minimal 3 juz selama menempuh pendidikan di pesantren. Suasana khusyuk semakin terasa ketika lantunan ayat-ayat suci Al-Quran menggema di masjid, menciptakan momen refleksi spiritual bagi para santri.
Setelah tadarus, acara dilanjutkan dengan sesi muhasabah yang dipimpin oleh salah satu ustaz senior Al Ma’soem. Sesi ini mengajak santri untuk merenungkan perjalanan hidup mereka, mengevaluasi amal ibadah, dan memperbaiki diri di sisa Ramadan 2025. Seorang santri SMA, Aghiesna Virda Aola, yang juga pernah menjadi peserta Haflah Hifdzil Quran, berbagi pengalamannya: “Muhasabah malam ini mengingatkan saya untuk lebih istiqomah dalam membaca Al-Quran dan memperbaiki akhlak, terutama di bulan yang penuh berkah ini.”
Nuzulul Quran, yang diperingati setiap 17 Ramadan, menjadi momen penting untuk mengenang turunnya Al-Quran sebagai petunjuk bagi umat manusia. Dalam tausiyah yang disampaikan, ustaz menekankan pentingnya menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 185: “Ramadan adalah bulan yang didalamnya diturunkan Al-Quran sebagai petunjuk bagi umat manusia.” Santri diajak untuk tidak hanya membaca, tetapi juga mentadabburi dan mengamalkan kandungan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.
Peringatan ini juga menjadi pengingat bagi santri tentang tradisi tadarus yang telah dilakukan sejak zaman Rasulullah SAW. Di Al Ma’soem, kegiatan tadarus rutin dilaksanakan setiap ba’da shalat subuh dan maghrib, dengan tambahan sesi intensif selama Ramadan. Hal ini sejalan dengan semangat yayasan untuk membentuk generasi yang cinta Al-Quran, sebagaimana visi pendiri Al Ma’soem, H. Ma’soem, yang selalu menekankan pentingnya pendidikan agama sebagai bekal utama.
Pesantren Al Ma’soem dikenal dengan pendekatan pembinaan keislaman yang terstruktur dan modern. Selain tadarus dan muhasabah, acara Nuzulul Quran kali ini juga diisi dengan penyerahan penghargaan kepada santri yang berhasil mencapai target hafalan selama Ramadan. Sebanyak 10 santri SMP dan SMA menerima sertifikat atas prestasi mereka dalam menghafal 5-10 juz, sebagai bagian dari program Haflah Hifdzil Quran yang digelar sebelumnya pada 26-28 Maret 2024. Program ini merupakan wujud komitmen Al Ma’soem untuk memotivasi santri dalam mendalami Al-Quran, dengan harapan mereka dapat menjadi hafiz yang tidak hanya dihafal, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai Al-Quran.
Selain itu, Al Ma’soem juga mengintegrasikan pembelajaran agama dengan kegiatan sosial. Selama Ramadan, santri diajak untuk berbagi dengan masyarakat sekitar melalui program santunan yatim dan pembagian sembako, yang menjadi agenda tahunan yayasan. Hal ini mencerminkan misi Al Ma’soem untuk mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan kepedulian sosial.