Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Membaca merupakan salah satu upaya yang sangat penting dalam proses belajar mengajar. Membaca merupakan hal penting yang dapat menentukan keberhasilan proses belajar mengajar. Dengan membaca, wawasan dan pengetahuan peserta didik semakin luas, gagasan semakin tajam, dan kreativitas juga meningkat. Dengan membaca, bisa menerjemahkan, menginterpretasikan tanda-tanda atau lambang-lambang bahasa yang dipahami pembaca. Segala pengetahuan tidak mungkin diperoleh tanpa membaca.
Konsep pendidikan yang dianut oleh negara kita adalah konsep pendidikan sepanjang hayat (life long education). Hal ini sesuai dengan yang diperintahkan oleh Rasulullah dalam haditsnya yang menyatakan bahwa manusia diwajibkan mencari ilmu mulai sejak buaian sampai akhir hayat. Keterampilan membaca berperan penting dalam kehidupan karena pengetahuan diperoleh dari membaca. Oleh karena itu, keterampilan ini harus dikuasai peserta didik sejak dini untuk membiasakan budaya baca.
Tumbuhnya budaya baca peserta didik sangat dipengaruhi beberapa faktor. Pertama, faktor keluarga. Dalam lingkungan keluarga, orang yang sangat berperan adalah kedua orang tua. Peran orang tua sangatlah penting dalam menumbuhkan minat baca anak. Lantas apa saja yang harus dilakukan orang tua agar anaknya mempunyai minat baca yang tinggi : ciptakan suasana keluarga yang menyenangkan; sediakan bahan bacaan yang sesuai dengan usia dan kebutuhan anak; orang tua harus menjadi contoh, tidak hanya sekedar memberi contoh; hargai kemampuan anak dengan tidak membandingkan kemampuan anak yang satu dengan lainnya; selingi kegiatan membaca dengan kegiatan yang lain seperti bercerita, mewarnai atau menggambar; lakukan kegiatan membaca secara rutin; beri hadiah anak dengan buku; ajak anak jalan-jalan ke toko buku atau perpustakaan; dampingi anak ketika membaca; berikan solusi ketika anak mengalami kesulitan dalam memahami bacaan.
Selain keluarga, yang tak kalah pentingnya berperan dalam upaya meningkatkan minat baca anak adalah sekolah. Sekolah merupakan lembaga yang bertanggung jawab mewujudkan budaya baca yang merupakan bagian penting dalam kegiatan belajar mengajar. Pada lingkungan sekolah, upaya menumbuhkan budaya baca dilakukan dengan merangsang peserta didik untuk memulai menyenangi kegiatan membaca dengan upaya penyediaan materi bacaan yang disenangi sesuai dengan perkembangan peserta didik yang dapat meningkatkan minat baca mereka. Meningkatkan minat baca di lingkungan sekolah dapat dilakukan oleh kepala sekolah, guru maupun petugas perpustakaan. Yang dapat dilakukan oleh kepala sekolah antara lain meningkatkan kualitas perpustakaan sekolah dari segi sarana dan prasarana; mewajibkan guru untuk memanfaatkan perpustakaan sebagai bagian dari proses belajar mengajar; menerapkan jam wajib kunjung perpustakaan untuk setiap kelas; mengikutkan sekolah dalam kegiatan lomba yang berhubungan dengan minat baca. Adapun yang dilakukan oleh guru adalah mewajibkan siswa membaca buku, baik buku pengetahuan populer maupun sastra; mengadakan lomba bercerita; memberikan bimbingan cara mencari informasi dari buku; mewajibkan perpustakaan sebagai bagian dari proses pembelajaran; menugaskan anak membuat mading kelas atau sekolah secara kontinyu.
Selain keluarga dan sekolah, pemerintah juga berkewajiban dalam upaya meningkatkan budaya baca ini. Upaya peningkatan budaya baca ini dilakukan pemerintah dengan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang ditetapkan sejak tahun 2016. GLS bisa jadi sarana mengenal, memahami, dan memperdalam ilmu yang didapat peserta didik di sekolah. GLS juga dapat menerapkan budi pekerti siswa dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu kegiatan dalam gerakan tersebut adalah kegiatan 15 menit membaca buku non pelajaran sebelum waktu belajar dimulai. Materi baca berisi nilai-nilai budi pekerti berupa kearifan lokal, nasional, dan global yang disampaikan sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik. Dengan Gerakan Literasi Sekolah ini, diharapkan sekolah bisa menjadi taman belajar yang menyenangkan dan ramah anak agar sekolah mampu mengelola pengetahuan sehingga wawasan dan pengetahuan peserta didik semakin luas. Dengan demikian, kualitas pendidikan Indonesia terus meningkat sehingga SDM Indonesia bisa bersaing dengan dunia luar.
Untuk mendukung program GLS, SMP Al Ma’soem melaksanakan tahapan-tahapan GLS. Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah melalui tiga tahapan yaitu, pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran.
Penumbuhan minat baca melalui kegiatan 15 menit membaca (Permendikbud No. 23 Tahun 2015). Tujuan kegiatan literasi di tahap pembiasaan, di antaranya
Meningkatkan kemampuan literasi melalui kegiatan menanggapi buku pengayaan. Tujuan kegiatan Literasi di Tahap Pengembangan, di antaranya
Meningkatkan kemampuan literasi di semua mata pelajaran dengan menggunakan buku pengayaan dan strategi membaca di semua mata pelajaran. Tujuan kegiatan literasi di tahap pembelajaran, di antaranya
Bentuk Kegiatan GLS di SMP Al Ma’soem