Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Pendidikan karakter adalah suatu usaha manusia secara sadar dan terencana untuk mendidik dan memberdayakan potensi peserta didik guna membangun karakter pribadinya sehingga dapat menjadi individu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungannya. Pendidikan karakter (character education) sangat erat hubungannya dengan pendidikan moral dimana tujuannya adalah untuk membentuk dan melatih kemampuan individu secara terus-menerus guna penyempurnaan diri kearah hidup yang lebih baik
Pendidikan karakter umumnya dilaksanakan di sekolah swasta, hampir semua sekolah swasta menerapkan konsep pendidikan karakter siswanya, hal ini karena memang pendidikan karakter siswa terkadang tidak diajarkan di sekolah negeri, adapun beberapa alasan kenapa pendidikan karakter ini hanya berlaku di sekolah swasta adalah karena sekolah swasta pada umumnya memang tetap berpegang pada kurikulum yang berlaku di pemerintah tapi di sekolah swasta kurikulum yang berlaku biasanya dimodifikasi dengan kurikulum sekolah demi terciptanya lulusan yang berakhlakul karimah.
Karena pada dasarnya pendidikan karakter di sekolah memiliki tujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan di sekolah yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu, dan seimbang, sesuai standar kompetensi lulusan. Melalui pendidikan karakter ini juga sekolah sangat menghadapkan peserta didik SMP mampu secara mandiri meningkatkan dan menggunakan pengetahuannya, mengkaji dan menginternalisasi serta mempersonalisasi nilai-nilai karakter dan akhlak mulia sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari.

Pendidikan karakter pada tingkat sekolah menengah lebih mengarah kepada pembentukan budaya sebuah sekolah, yaitu nilai nilai yang melandasi perilaku siswa, tradisi, norma, dan berbagai macam hal lainnya. Budaya sekolah merupakan ciri khas, karakter atau watak, dan citra sekolah tersebut di mata masyarakat luas. Maka dari itu, kualitas lulusan sebuah institusi pendidikan dapat mencerminkan budaya dari sekolah itu sendiri. Maka dari itu penting bagi sebuah sekolah untuk memaksimalkan pendidikan karakter siswanya agar sesuai dengan visi dan misi sekolah.
Sasaran pendidikan karakter juga bukan hanya siswa yang bersekolah di sebuah sekolah tujuan, akan tetapi juga seluruh staf pengajar dan semua orang yang bekerja dalam sebuah lembaga pendidikan tersebut. Maka dari itu demi terciptanya pendidikan karakter yang sempurna, diperlukan tenaga didik yang mampu mencontohkan perilaku sesuai budaya sekolah kepada semua siswa yang ada di sekolah. Pendidikan karakter juga sangat penting demi menjaga nama baik almamater. Maka dari itu, setiap sekolah selalu memberikan edukasi kepada siswa ataupun santri untuk bisa menjaga perilakunya meskipun siswa tersebut tidak ada di sekolah. Ada berbagai macam cara untuk menjaga nama baik sekolah, salah satunya adalah dengan adanya peraturan dan tata tertib sekolah.

Peraturan dan tata tertib sekolah ini tidak hanya berlaku di sekolah saja tapi juga di rumah dan di lingkungan masyarakat. Maka dari itu, sekolah selalu memberikan edukasi dan pembekalan kepada siswa sebelum mendapatkan libur semester. Karena di masa itu, pendidikan karakter siswa selama disekolah selalu dilanggar siswa, baik itu pelanggaran ringan ataupun pelanggaran berat. Demi meminimalisir itu juga, sekolah perlu bekerja sama dengan orang tua untuk bisa mendidik putra putrinya selama liburan sekolah. Ini sangat penting agar ajaran sekolah selama 1 tahun penuh tidak hilang begitu saja karena liburan sekolah.
Sekolah juga biasanya melaksanakan kegiatan razia terhadap siswa setelah liburan selesai, karena ada beberapa siswa yang selama liburan tidak melaksanakan pendidikan karakter dan budaya sekolah. Seperti, rambut yang panjang bagi siswa laki laki atau gondrong, bahasa yang kurang baik, dan ada beberapa siswa yang mengecat rambutnya, meskipun dia berhijab tetap saja peraturan sekolah melarang mengecat rambut baik bagi siswa maupun guru.
Kurangnya pendidikan karakter akan menimbulkan krisis moral yang berakibat pada perilaku negatif di masyarakat, misalnya pergaulan bebas, penyalahgunaan obat-obat terlarang, pencurian, kekerasan terhadap anak, dan lain sebagainya. Menurut Thomas Lickona, setidaknya ada tujuh alasan mengapa character education harus diberikan kepada siswa bahkan warga negara sejak dini, unsur-unsur karakter esensial dan utama yang harus ditanamkan kepada peserta didik yang meliputi:
Tujuh karakter inti (core characters) inilah, menurut Thomas Lickona, yang paling penting dan mendasar untuk dikembangan pada peserta didik, disamping sekian banyak unsur-unsur karakter lainnya. Jika dianalisis dari sudut kepentingan restorasi kehidupan Bangsa Indonesia ketujuh karakter tersebut memang benar-benar menjadi unsur-unsur yang sangat esensial dalam mengembangkan jati diri bangsa melalui pendidikan karakter. Di antaranya, unsur ketulusan hati dan kejujuran. Kejujuran ini sangat penting mengingat di negara kita nilai kejujuran itu sangat rendah sehingga orang orang lebih memilih berlaku tidak jujur dari pada harus melakukan tindakan yang jujur.
Maka dari itu pendidikan karakter di sekolah menengah merupakan tindakan yang penting dilaksanakan setiap sekolah guna memaksimalkan budaya negara kita yang terkenal dengan negara yang ramah tamah dan berkarakter jujur.