Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Seperti pada hari Rabu lainnya, Yayasan Al Ma’soem mengadakan pengajian Reboan yang dihadiri oleh civitas pegawai Al Ma’soem. Namun pada hari Rabu lalu, tepatnya tanggal 26 Oktober 2022/29 Rabiul Awal 1444 H, ada tamu pemateri yang spesial. Beliau adalah salah satu murid bimbingan Aa Gym yang bernama Ust. M. Zulhendra Nazar, M. Sos. Tema yang dibawakan oleh beliau kali ini adalah “Mengelola Pikiran Positif”.
Dibuka oleh moderator bapak Kosim Saputra, guru SMA Al Ma’soem, Ust. Zulhendra merasa bangga diberikan amanah untuk menjadi pemateri di pengajian Reboan ini. Topik yang ingin beliau sampaikan mengenai konsep Framing dan Re-framing, merubah pikiran yang negatif menjadi yang positif.
“Bapak-bapak, hari ini kita akan mengubah sesuatu yang negatif menjadi positif dengan cara framing dan re-framing”, ucap Ustad Zulhendra.
Beliau memulai penjelasannya dengan menggunakan salah satu hadits riwayat Abu Hurairah yang menyebutkan beberapa sifat yang dibenci oleh Allah SWT. Yang pertama adalah orang yang angkuh dan sombong. Orang dengan kedua sifat ini dikenal sebagai orang yang tidak disukai oleh banyak orang sekaligus biang dari masalah. Cara mengetahui seseorang bersifat sombong terdiri dari menolak kebenaran dan merendahkan atau meremehkan orang lain. Cara untuk re-framing yang disampaikan oleh Ust. Zulhendra adalah menyucikan hati sebelum keluar dari rumah.
“Ketika ada benih-benih kesombongan yang ada dalam dirimu, maka yakinkanlah dirimu kepada Allah, mohon doa dan meminta izin agar mendapatkan faedahnya bertemu dengan seseorang dan izinkan diri untuk bisa bertambah kedudukan degnan bertemu dengan orang tersebut.”
Yang kedua adalah adalah orang rakus dan kikir. Orang yang memiliki sifat ini hanya memikirkan dirinya sendiri dan orang lain tidak diperhatikan, bukan urusannya. Ini mirip dengan contoh antara ego dan egois, dimana ego yang baik tidak merugikan orang lain. Sedangkan egois bisa merugikan orang lain. Cara untuk re-framing bisa dilakukan dengan cara bersedekah. Tidak sekedar sedekah, tetapi sedekah di waktu yang tepat. Contohnya seperti infaq di waktu Subuh, waktu yang doanya langsung diterima oleh Allah SWT.
Yang ketiga adalah menjadi seperti bangkai di waktu malam. Artinya, orang muslim tersebut tidak berniat sebelum tidur untuk dibangunkan oleh Allah SWT untuk beribadah di sepertiga malam. Cara untuk melakukan re-framing dari perilaku ini adalah melakukan wudhu sebelum tidur dan berniat untuk dibangunkan untuk beribadah di sepertiga malam kepada Allah SWT.
Yang keempat adalah “jangan menjadi keledai di waktu siang”. Artinya, orang yang melakukan apapun asal untuk makan dan dia akan tabrak batasan halal dan haram. Dan yang kelima dan terakhir adalah sifat seseorang yang memiliki ilmu duniawi yang tinggi namun ilmu syariat agamanya nihil.
Pada akhirnya, jika apapun yang bersifat negatif, maka segeralah ubah itu menjadi hal positif. Ubah kebiasaan yang buruk dengan kebiasaan yang baik, kebiasaan yang bisa mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Penulis: Gumilar Ganda