Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Memilih sekolah untuk melanjutkan pendidikan bukan hanya tentang mempertimbangkan kemampuan akademik. Bagi sebagian orang tua, lingkungan pendidikan yang mampu mengembangkan kecerdasan sekaligus membentuk karakter dan nilai keagamaan juga menjadi pertimbangan penting. Hal tersebut menjadi salah satu bagian yang terlihat dalam konsep pendidikan Al Ma’soem, baik pada jenjang SMP maupun SMA.
Dalam informasi penerimaan peserta didik baru Tahun Ajaran 2027–2028, Tes Baca Al-Qur’an tercantum sebagai salah satu bagian dari tes masuk. Pada jenjang SMP, tes masuk terdiri dari Psikotes, Tes Potensi Akademik, Tes Baca Al-Qur’an, Tes Bahasa Inggris, dan Wawancara. Sementara itu, pada jenjang SMA, calon peserta didik mengikuti Psikotes, Tes Potensi Akademik, Tes Baca Al-Qur’an, Tes Bahasa Inggris, dan Wawancara.
Lalu, mengapa kemampuan membaca Al-Qur’an menjadi bagian dari proses seleksi? Jawabannya dapat dilihat dari bagaimana Al Ma’soem menempatkan pendidikan keagamaan sebagai bagian dari keseluruhan program sekolah.
Al Ma’soem memiliki arah pembentukan generasi yang dirangkum dalam tiga karakter, yaitu CAGEUR, BAGEUR, dan PINTER. CAGEUR menggambarkan pribadi yang takwa, disiplin, dan tangguh. BAGEUR berkaitan dengan akhlak, kejujuran, dan kebermanfaatan. Sementara PINTER menggambarkan pribadi yang cerdas, adaptif, dan mandiri.
Kerangka tersebut menunjukkan bahwa pendidikan di Al Ma’soem tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memahami pelajaran. Pembentukan karakter dan keagamaan juga menjadi bagian dari lingkungan pendidikan yang ditawarkan.
Karena itu, Tes Baca Al-Qur’an dapat dipahami dalam konteks program pendidikan yang memang memasukkan unsur keagamaan ke dalam kegiatan sekolah. Tes ini menjadi salah satu bagian dari rangkaian seleksi, berdampingan dengan tes yang mengukur aspek lain seperti kemampuan akademik, bahasa, psikologis, dan wawancara.
Dengan kata lain, proses penerimaan peserta didik tidak hanya melihat satu sisi kemampuan calon siswa. Setiap jenis tes memiliki ruang penilaian yang berbeda sesuai dengan aspek yang ingin diketahui dari calon peserta didik.
Salah satu alasan penting lainnya dapat dilihat dari program Tahfidz & Ibadah yang tercantum dalam informasi sekolah. Pada jenjang SMP, Al Ma’soem mencantumkan Program Tahfidz minimal 3 juz, shalat wajib berjamaah, dan Dhuha bersama sebagai bagian dari program Tahfidz dan ibadah.
Program serupa juga terdapat pada jenjang SMA. Informasi sekolah mencantumkan program Tahfidz minimal 3 juz, shalat wajib berjamaah, dan Dhuha bersama.
Adanya program tersebut membuat kemampuan membaca Al-Qur’an menjadi bagian yang relevan untuk diketahui sejak awal penerimaan siswa. Calon peserta didik akan memasuki lingkungan pendidikan yang memiliki kegiatan keagamaan secara terstruktur. Oleh sebab itu, kemampuan membaca Al-Qur’an menjadi salah satu aspek yang diperkenalkan dan diperiksa melalui proses seleksi.
Tes tersebut juga berada dalam rangkaian seleksi yang lebih luas. Artinya, Tes Baca Al-Qur’an bukan satu-satunya dasar penerimaan. Calon siswa juga mengikuti Psikotes, Tes Potensi Akademik, Tes Bahasa Inggris, dan Wawancara.
Memasuki jenjang pendidikan baru berarti calon siswa akan menghadapi berbagai kegiatan dan kebiasaan baru. Pada sekolah yang memiliki program keagamaan sebagai bagian dari kegiatan pendidikannya, kesiapan dalam mengikuti pembelajaran keagamaan juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.
Dalam program pembelajaran pesantren Al Ma’soem, terdapat beberapa materi yang berkaitan dengan pendidikan Islam, antara lain Al-Qur’an Tajwid, Tahfidz, Kitab Kuning, Fiqih Ibadah, Aqidah Akhlaq, dan Bahasa Arab.
Pada jenjang SMA, pembelajaran pesantren juga mencakup Al-Qur’an Tajwid, Tahfidz, Kitab Kuning, Fiqih Ibadah, Aqidah Akhlaq, dan Bahasa Arab.
Dari susunan tersebut terlihat bahwa pendidikan Al-Qur’an bukan program yang berdiri sendiri. Pembelajaran membaca Al-Qur’an menjadi bagian dari lingkungan pendidikan keagamaan yang lebih luas.
Oleh karena itu, Tes Baca Al-Qur’an dapat menjadi salah satu cara untuk mengetahui kemampuan awal calon siswa sebelum mengikuti proses pendidikan. Hasil tes dapat memberikan gambaran mengenai kemampuan yang sudah dimiliki calon peserta didik ketika mulai memasuki lingkungan sekolah.
Dalam informasi program pembelajaran pesantren, Al-Qur’an Tajwid dan Tahfidz tercantum secara khusus. Hal ini menunjukkan adanya perhatian terhadap kemampuan membaca sekaligus proses menghafal Al-Qur’an.
Bagi calon siswa dan orang tua, keberadaan Tes Baca Al-Qur’an dapat menjadi informasi penting sebelum mengikuti seleksi. Calon peserta didik dapat mempersiapkan kemampuan membaca Al-Qur’an sesuai dengan kemampuan yang telah dipelajari sebelumnya.
Persiapan tersebut tidak harus dipandang hanya sebagai persiapan menghadapi tes. Kemampuan membaca Al-Qur’an juga dapat menjadi bekal untuk mengikuti kegiatan pembelajaran dan program keagamaan yang terdapat di sekolah.
Terlebih lagi, Al Ma’soem mencantumkan sejumlah kegiatan dan penghargaan yang berkaitan dengan bidang keagamaan. Pada jenjang SMP terdapat Beasiswa Tahfidz, Santri of The Month, Muadzin, Khatam Qur’an, serta penghargaan berupa bebas DOP bagi siswa berprestasi. Pada jenjang SMA, penghargaan yang dicantumkan juga meliputi Beasiswa Tahfidz, Santri of The Month, Muadzin, Khatam Qur’an, serta bebas DOP bagi siswa berprestasi.
Hal ini memperlihatkan bahwa aktivitas keagamaan memiliki ruang dalam kehidupan sekolah, bukan hanya muncul ketika proses penerimaan siswa baru.
Tes masuk pada dasarnya terdiri dari beberapa komponen. Pada SMP Al Ma’soem, calon peserta didik mengikuti Psikotes, Tes Potensi Akademik, Tes Baca Al-Qur’an, Tes Bahasa Inggris, dan Wawancara.
Sementara pada SMA Al Ma’soem, rangkaian tes yang sama juga tercantum dalam informasi penerimaan Tahun Ajaran 2027–2028.
Susunan tersebut menunjukkan bahwa seleksi memiliki beberapa aspek. Tes Potensi Akademik berkaitan dengan aspek akademik, Tes Bahasa Inggris berkaitan dengan kemampuan bahasa, Psikotes menjadi bagian dari proses seleksi psikologis, sedangkan Wawancara memberikan ruang untuk mengenal calon siswa secara lebih langsung.
Dalam konteks tersebut, Tes Baca Al-Qur’an menjadi bagian yang secara khusus berkaitan dengan kemampuan keagamaan. Dengan adanya beberapa jenis tes, proses penerimaan tidak hanya berfokus pada nilai atau kemampuan akademik semata.
Hal menarik lainnya adalah Tes Baca Al-Qur’an terdapat dalam informasi penerimaan baik untuk SMP Al Ma’soem maupun SMA Al Ma’soem Tahun Ajaran 2027–2028. Pada SMP, sekolah membawa konsep Full Day & Boarding School, Kurikulum Holistik, Kelas Internasional, Program Tahfidz, 10 Kokurikuler, dan Peminatan Olimpiade.
Sementara itu, SMA Al Ma’soem menawarkan konsep Full Day & Boarding School dengan Kurikulum Merdeka, Kelas Internasional, Program Sukses PTN, Kelas Interaktif, Native Teacher, serta beasiswa akademik dan nonakademik.
Meskipun memiliki karakteristik program yang berbeda sesuai jenjangnya, keduanya tetap memasukkan unsur keagamaan melalui program Tahfidz dan ibadah serta menjadikan Tes Baca Al-Qur’an sebagai salah satu bagian dari seleksi masuk.
Bagi calon peserta didik yang akan mengikuti seleksi, persiapan dapat dilakukan dengan membangun kebiasaan membaca Al-Qur’an secara rutin. Calon siswa dapat berlatih membaca dengan memperhatikan tajwid dan kelancaran bacaan.
Hal ini relevan karena pembelajaran pesantren di Al Ma’soem secara khusus mencantumkan Al-Qur’an Tajwid dan Tahfidz.
Selain itu, calon siswa dan orang tua dapat memahami bahwa Tes Baca Al-Qur’an hanyalah salah satu bagian dari rangkaian seleksi. Persiapan tetap perlu mencakup aspek lain seperti kemampuan akademik, Bahasa Inggris, kesiapan mengikuti Psikotes, dan kemampuan berkomunikasi saat Wawancara.
Dengan persiapan yang menyeluruh, calon siswa dapat lebih memahami bentuk seleksi yang akan dihadapi sekaligus mengenal lingkungan pendidikan yang akan dimasukinya.
Pada akhirnya, keberadaan Tes Baca Al-Qur’an dalam seleksi masuk dapat dilihat sebagai bagian yang selaras dengan karakter pendidikan Al Ma’soem. Sekolah mencantumkan pendidikan akademik, pembentukan karakter, serta program keagamaan dalam konsep pendidikannya.
Program Tahfidz dan ibadah, pembelajaran Al-Qur’an Tajwid, serta materi keagamaan seperti Fiqih Ibadah dan Aqidah Akhlaq menjadi bagian dari program pendidikan pesantren.
Karena itu, Tes Baca Al-Qur’an tidak berdiri sendiri. Tes tersebut menjadi salah satu komponen dalam proses penerimaan calon siswa yang juga mencakup Psikotes, Tes Potensi Akademik, Tes Bahasa Inggris, dan Wawancara.
Bagi calon peserta didik, memahami alasan dan konteks adanya tes ini dapat membantu mempersiapkan diri dengan lebih baik. Bukan hanya mempersiapkan kemampuan akademik, tetapi juga membangun kebiasaan membaca Al-Qur’an dan kesiapan mengikuti kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah.
Dengan demikian, Tes Baca Al-Qur’an menjadi bagian dari proses seleksi karena pendidikan Al Ma’soem menempatkan aspek keagamaan sebagai salah satu unsur dalam pembentukan peserta didik. Sejalan dengan konsep CAGEUR, BAGEUR, dan PINTER, sekolah menggabungkan unsur ketakwaan, akhlak, kedisiplinan, kecerdasan, kemampuan beradaptasi, dan kemandirian dalam lingkungan pendidikannya.