Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Ketika memilih sekolah menengah atas, orang tua sering menghadapi satu pertanyaan penting: apakah anak harus mengorbankan kegiatan nonakademik untuk mendapatkan prestasi akademik yang baik? Pertanyaan tersebut semakin relevan bagi siswa yang memiliki minat kuat pada seni, termasuk seni tari.
Di satu sisi, siswa SMA perlu membangun kemampuan akademik sebagai bekal melanjutkan pendidikan tinggi. Di sisi lain, masa SMA juga merupakan periode yang tepat untuk mengembangkan bakat, kreativitas, kemampuan sosial, dan rasa percaya diri.
Seni tari menjadi salah satu aktivitas yang dapat memberikan pengalaman tersebut. Siswa yang mengikuti kegiatan tari harus berlatih gerakan, memahami irama, menjaga kekompakan, menghafal koreografi, serta memiliki keberanian tampil di depan orang lain.
Karena itu, aktivitas seni tari sebenarnya tidak harus dianggap sebagai lawan dari prestasi akademik.
SMA Al Ma’soem mengembangkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler sebagai bagian dari pengembangan potensi siswa. Informasi sekolah menyebutkan bahwa siswa memilih setidaknya satu kegiatan ekstrakurikuler, dengan pilihan kegiatan yang mencakup bidang olahraga, seni, teknologi, dan berbagai pengembangan minat lainnya.
Siswa yang mengikuti ekstrakurikuler seni tari memang mempunyai aktivitas tambahan di luar pembelajaran kelas. Akan tetapi, keberadaan kegiatan tersebut tidak otomatis membuat prestasi akademiknya menurun.
Faktor utama yang menentukan adalah manajemen waktu.
Seorang siswa dapat memiliki jadwal latihan tiga kali seminggu, tetapi tetap menyelesaikan tugas tepat waktu apabila mampu membuat prioritas.
Sebaliknya, siswa yang tidak memiliki kegiatan ekstrakurikuler pun dapat mengalami masalah akademik apabila tidak memiliki kebiasaan belajar yang baik.
Artinya, persoalan bukan semata-mata berapa banyak kegiatan yang diikuti, melainkan bagaimana siswa mengelola seluruh tanggung jawabnya.
Menjadi penari membutuhkan latihan yang konsisten.
Gerakan tertentu mungkin harus dilakukan berulang kali sampai benar-benar dikuasai.
Siswa juga harus mengikuti koreografi, memperhatikan tempo musik, menjaga posisi, dan menyesuaikan gerakan dengan anggota kelompok lainnya.
Semua itu membutuhkan disiplin.
Kebiasaan disiplin yang diperoleh melalui latihan tari dapat diterapkan dalam kegiatan akademik.
Misalnya, siswa terbiasa melakukan sesuatu secara bertahap. Kebiasaan tersebut dapat diterapkan ketika mempelajari materi pelajaran yang sulit.
Daripada belajar seluruh materi sehari sebelum ujian, siswa dapat membaginya menjadi beberapa bagian dan mempelajarinya secara bertahap.
Ketika tampil, seorang penari tidak dapat sembarangan melakukan gerakan.
Ia harus mengingat urutan koreografi sekaligus memperhatikan musik dan posisi penari lain.
Hal tersebut membutuhkan konsentrasi.
Kemampuan fokus merupakan salah satu keterampilan penting dalam pembelajaran.
Siswa perlu mempertahankan konsentrasi ketika membaca materi, mengerjakan soal, memahami konsep, atau mengikuti penjelasan guru.
Dengan demikian, pengalaman dari seni tari dapat memberikan keterampilan yang juga berguna dalam kegiatan akademik.
Persiapan seleksi perguruan tinggi membutuhkan proses yang panjang.
Siswa perlu membangun kemampuan literasi, penalaran, pemecahan masalah, serta keterampilan mengerjakan soal sesuai ketentuan seleksi yang berlaku pada tahun tersebut.
Karena sistem seleksi perguruan tinggi dapat mengalami perubahan, siswa harus selalu mengikuti informasi resmi terbaru.
Hal yang tidak berubah adalah pentingnya kebiasaan belajar.
Siswa sebaiknya tidak mengandalkan pembelajaran intensif dalam waktu singkat.
Siswa yang aktif dalam seni tari dapat membuat jadwal belajar yang disesuaikan dengan latihan.
Misalnya, hari latihan digunakan untuk belajar dengan durasi lebih singkat tetapi fokus.
Sementara hari tanpa latihan dapat digunakan untuk belajar lebih lama.
Akhir pekan dapat digunakan untuk mengevaluasi materi yang belum dipahami.
Dengan cara tersebut, latihan tari tidak harus dihilangkan ketika persiapan akademik semakin serius.
Pendidikan tidak hanya bertujuan menghasilkan siswa dengan nilai akademik tinggi.
Siswa juga membutuhkan kreativitas.
Seni tari memberikan ruang untuk mengembangkan kreativitas melalui gerakan, ekspresi, interpretasi musik, dan pertunjukan.
Selain itu, kegiatan tari dapat membantu siswa meningkatkan kepercayaan diri.
Tidak semua anak berani tampil di depan banyak orang.
Melalui latihan yang berulang, siswa dapat belajar mengatasi rasa gugup.
Ada banyak keterampilan yang berkembang melalui kegiatan seni tari.
Di antaranya:
Keterampilan tersebut sangat relevan dengan kehidupan perguruan tinggi.
Mahasiswa nantinya tidak hanya dituntut memahami materi kuliah, tetapi juga mampu bekerja dalam kelompok, melakukan presentasi, mengelola tugas, dan berkomunikasi.
Sekolah mempunyai peran dalam menciptakan keseimbangan.
SMA Al Ma’soem memiliki berbagai fasilitas akademik dan nonakademik, termasuk laboratorium, ruang multimedia, studio, fasilitas olahraga, serta ruang konselor.
Lingkungan seperti ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan potensi dari berbagai sisi.
Siswa dapat serius dalam pembelajaran tetapi tetap mempunyai ruang untuk mengembangkan minat.
Ketika membicarakan “peringkat nilai UTBK”, perlu kehati-hatian.
Hasil seleksi tidak dapat dijamin hanya karena seorang siswa berasal dari sekolah tertentu.
Hasil akademik merupakan kombinasi kemampuan siswa, proses belajar, strategi persiapan, kedisiplinan, dan berbagai faktor lainnya.
Karena itu, lebih tepat membahas bagaimana sekolah mendukung persiapan akademik daripada menyatakan bahwa kegiatan tertentu pasti membuat nilai selalu tinggi.
Orang tua juga memiliki peran penting.
Jangan langsung meminta anak menghentikan ekstrakurikuler ketika nilai akademik mengalami penurunan.
Sebaiknya cari penyebabnya.
Apakah anak kesulitan memahami materi?
Apakah jadwal terlalu padat?
Apakah waktu tidur kurang?
Apakah tugas menumpuk?
Setelah penyebab diketahui, solusi dapat dibuat.
Mungkin yang diperlukan bukan menghentikan tari, tetapi memperbaiki jadwal belajar.
Siswa yang aktif dalam seni tari tetap dapat membangun kemampuan akademik yang kuat selama mampu mengatur waktu dan mendapatkan dukungan yang tepat.
Seni tari bahkan dapat membantu mengembangkan disiplin, konsentrasi, kreativitas, kerja sama, dan kepercayaan diri.
SMA Al Ma’soem menyediakan lingkungan pendidikan yang memadukan kegiatan akademik dengan berbagai aktivitas pengembangan diri.
Karena itu, siswa tidak harus memilih antara menjadi siswa akademik atau siswa seni.
Keduanya dapat berjalan bersama.
Yang terpenting adalah adanya keseimbangan, perencanaan, konsistensi, dan kesadaran bahwa setiap kegiatan mempunyai tanggung jawab masing-masing.