Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Perkembangan teknologi membuat anak-anak semakin dekat dengan perangkat digital dalam kehidupan sehari-hari. Telepon pintar, komputer, tablet, internet, hingga berbagai aplikasi sudah menjadi bagian dari lingkungan yang mudah ditemui. Kondisi tersebut membuat kemampuan menggunakan teknologi menjadi salah satu hal yang semakin penting untuk dikenalkan sejak usia sekolah dasar. Namun, literasi digital tidak hanya berarti anak bisa menggunakan perangkat teknologi. Anak juga perlu diarahkan agar memahami bagaimana teknologi digunakan secara tepat, bertanggung jawab, dan sesuai dengan kebutuhannya.
Pengenalan teknologi sejak sekolah dasar dapat menjadi bagian dari proses pendidikan yang membantu anak beradaptasi dengan perubahan zaman. Pada usia ini, anak masih berada dalam tahap membangun kebiasaan belajar, rasa ingin tahu, kemampuan berpikir, serta kemandirian. Karena itu, teknologi dapat digunakan bukan hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media untuk mencari informasi, belajar, membuat sesuatu, dan mengembangkan kemampuan memecahkan masalah.
SD Al Ma’soem memiliki pendekatan pendidikan yang menggabungkan kurikulum DIKNAS 100% dengan kurikulum Al Ma’soem. Dalam penerapannya terdapat tambahan pembelajaran yang berkaitan dengan IMTAK dan IPTEK, termasuk pengenalan serta praktik komputer. Hal ini menunjukkan bahwa pengenalan teknologi ditempatkan berdampingan dengan aspek pendidikan lainnya, bukan berdiri sendiri.
Bagi anak sekolah dasar, pengenalan komputer dapat menjadi pengalaman awal untuk memahami fungsi teknologi secara lebih terarah. Anak dapat belajar mengenali perangkat, memahami kegunaannya, serta membangun kebiasaan menggunakan teknologi untuk kegiatan yang memiliki tujuan. Dengan pendampingan yang tepat, penggunaan komputer tidak harus selalu dikaitkan dengan bermain, tetapi dapat menjadi bagian dari proses belajar yang menyenangkan.
Sekolah juga memiliki laboratorium komputer sebagai salah satu fasilitas pendukung kegiatan siswa. Keberadaan fasilitas tersebut dapat memberikan ruang bagi anak untuk mendapatkan pengalaman belajar yang berkaitan dengan teknologi secara langsung. Bagi orang tua, fasilitas seperti ini dapat menjadi salah satu hal yang dipertimbangkan ketika melihat bagaimana sebuah sekolah mempersiapkan anak menghadapi lingkungan yang semakin dekat dengan teknologi.
Anak yang mampu membuka aplikasi, mengetik, atau menggunakan perangkat digital belum tentu memiliki literasi digital yang baik. Literasi digital memiliki cakupan yang lebih luas karena berkaitan dengan cara anak memahami, menggunakan, dan menyikapi informasi serta teknologi yang ditemuinya.
Misalnya, ketika anak mencari informasi melalui internet, mereka perlu belajar bahwa tidak semua informasi yang muncul dapat langsung dipercaya. Anak perlu perlahan dikenalkan pada kebiasaan memeriksa informasi, memahami sumber, dan tidak sembarangan membagikan sesuatu kepada orang lain. Kemampuan tersebut tentu perlu disesuaikan dengan usia anak sehingga penyampaiannya tidak terlalu rumit.
Selain itu, literasi digital juga berkaitan dengan tanggung jawab. Anak perlu mengetahui bahwa teknologi memiliki manfaat sekaligus risiko jika digunakan tanpa batas. Karena itu, sekolah dan keluarga dapat bekerja sama untuk membangun kebiasaan menggunakan perangkat secara bijak. Aturan mengenai waktu penggunaan, tujuan penggunaan, serta pendampingan ketika anak mengakses informasi dapat menjadi bagian dari pembiasaan tersebut.
Selain pengenalan komputer, SD Al Ma’soem juga mencantumkan Robotik sebagai salah satu pilihan kegiatan ekstrakurikuler. Daftar ekstrakurikuler tersebut juga mencakup berbagai bidang lain seperti Tahfidz, English Club, Math Club, Sains Club, Futsal, Taekwondo, Catur, Hockey, Basket, Panahan, Bola, Voli, dan Paduan Suara.
Kehadiran Robotik memberikan pilihan bagi anak yang memiliki ketertarikan terhadap teknologi untuk mengeksplorasi bidang tersebut melalui aktivitas yang lebih aplikatif. Anak tidak hanya berhadapan dengan teori, tetapi dapat memiliki kesempatan untuk mengenal proses membuat atau memahami sesuatu yang berkaitan dengan teknologi sesuai dengan kegiatan yang diberikan sekolah.
Kegiatan seperti robotik juga dapat mendorong anak untuk berpikir secara sistematis. Ketika sesuatu yang dibuat tidak bekerja sesuai harapan, anak perlu mencari tahu bagian mana yang perlu diperbaiki. Dari proses tersebut, anak dapat belajar bahwa kesalahan bukan selalu sesuatu yang harus dihindari, tetapi dapat menjadi bagian dari proses menemukan solusi.
Teknologi dapat menjadi salah satu sarana untuk melatih kemandirian apabila penggunaannya diarahkan dengan tepat. Anak dapat belajar mencari informasi, menyelesaikan tugas, menggunakan perangkat tertentu, dan mengikuti instruksi secara bertahap. Namun, kemandirian tetap perlu disertai tanggung jawab sehingga anak tidak sekadar bebas menggunakan perangkat tanpa memahami batasannya.
Hal ini sejalan dengan arah pendidikan SD Al Ma’soem yang menempatkan kemandirian dan kemampuan adaptif sebagai bagian dari karakter yang ingin dibentuk. Materi sekolah mencantumkan karakter “Cerdas, Adaptif, Mandiri” dalam gambaran generasi yang ingin dibentuk. Dengan demikian, pengenalan teknologi dapat dilihat sebagai salah satu lingkungan yang membantu anak belajar beradaptasi dengan perubahan.
Kemandirian juga dapat dibangun melalui hal-hal sederhana. Anak dapat dibiasakan menyiapkan perangkat belajar sendiri, memahami instruksi, menyelesaikan aktivitas sesuai waktu yang diberikan, serta bertanya ketika menemukan kesulitan. Pendampingan tetap diperlukan, terutama karena anak sekolah dasar belum selalu mampu menilai risiko dari setiap aktivitas digital yang dilakukan.
Salah satu kekhawatiran orang tua ketika anak mulai mengenal teknologi adalah berkurangnya aktivitas fisik. Padahal, pendidikan yang baik tetap membutuhkan keseimbangan antara kegiatan yang menggunakan perangkat dengan aktivitas fisik, sosial, dan kreatif.
SD Al Ma’soem menyediakan berbagai fasilitas yang mendukung aktivitas siswa, seperti lapangan mini soccer sintetis, lapangan sepak bola, lapangan basket, panggung kreatif, perpustakaan, reading corner, mini zoo, kolam renang, serta fasilitas lainnya. Pilihan fasilitas yang beragam tersebut menunjukkan bahwa aktivitas anak tidak hanya diarahkan pada kegiatan akademik atau teknologi.
Pilihan ekstrakurikulernya pun cukup beragam. Anak dapat mengenal olahraga seperti futsal, basket, hockey, panahan, bola, dan voli, sekaligus memiliki pilihan di bidang akademik, seni, bahasa, maupun teknologi. Keragaman tersebut dapat membantu orang tua mencari keseimbangan antara minat anak terhadap teknologi dengan kebutuhan anak untuk bergerak dan berinteraksi secara langsung.
Pembelajaran literasi digital tidak berhenti ketika anak pulang sekolah. Kebiasaan yang dibangun di sekolah akan lebih mudah berkembang apabila lingkungan rumah memberikan arahan yang sejalan. Orang tua tidak harus selalu melarang penggunaan teknologi, tetapi dapat membantu anak memahami kapan dan untuk apa teknologi digunakan.
Beberapa kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan di rumah antara lain:
Pendekatan tersebut membuat anak tidak melihat teknologi sebagai sesuatu yang sepenuhnya dilarang maupun sesuatu yang boleh digunakan tanpa batas. Anak justru belajar memahami bahwa teknologi merupakan alat yang dapat memberikan manfaat apabila digunakan dengan tujuan yang tepat.
Kemampuan digital akan menjadi lebih kuat jika berkembang bersama kemampuan membaca, berhitung, berkomunikasi, dan berpikir kritis. Anak yang terbiasa membaca misalnya, akan lebih mudah mengembangkan kemampuan memahami informasi digital. Sementara kemampuan numerasi dan logika dapat membantu anak memahami berbagai persoalan yang ditemui ketika menggunakan teknologi.
Dalam visi dan misi SD Al Ma’soem, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga ditempatkan bersama literasi dan numerasi. Sekolah mencantumkan pengembangan science, technology, literacy, dan numeracy sebagai bagian dari arah pendidikannya. Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa kemampuan teknologi tidak harus dipisahkan dari kemampuan dasar lainnya.
Karena itu, orang tua sebaiknya tidak hanya melihat apakah anak sudah bisa menggunakan komputer atau perangkat digital. Hal yang lebih penting adalah apakah anak dapat menggunakan kemampuan tersebut untuk mendukung proses belajarnya. Anak yang mampu mencari informasi, memahami informasi, menyampaikan kembali dengan bahasanya sendiri, serta menggunakan teknologi untuk membuat sesuatu akan memiliki pengalaman digital yang lebih bermakna.
Anak sekolah dasar memiliki kemampuan dan kebutuhan yang berbeda-beda. Tidak semua anak akan langsung tertarik pada komputer atau robotik. Ada anak yang lebih menikmati olahraga, ada yang tertarik pada bahasa, ada yang menyukai sains atau matematika, dan ada pula yang lebih nyaman dengan kegiatan seni.
Karena itu, pengenalan teknologi sebaiknya tidak dilakukan dengan memaksa semua anak memiliki minat yang sama. Salah satu kelebihan dari lingkungan yang menyediakan berbagai pilihan aktivitas adalah anak dapat mengenali bidang yang paling sesuai dengan dirinya. SD Al Ma’soem sendiri menyediakan berbagai kegiatan pengembangan minat dan bakat melalui ekstrakurikuler, Program Days, serta berbagai kejuaraan atau kompetisi di luar sekolah.
Dengan pendekatan seperti ini, teknologi dapat menjadi salah satu pilihan untuk dikembangkan tanpa menghilangkan kesempatan anak untuk mencoba bidang lainnya. Anak dapat belajar bahwa setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda dan setiap kemampuan dapat dikembangkan melalui proses.
Pada akhirnya, literasi digital untuk anak sekolah dasar bukan tentang seberapa cepat anak menguasai perangkat teknologi. Yang lebih penting adalah bagaimana anak memahami fungsi teknologi, menggunakannya dengan tanggung jawab, mampu belajar dari informasi yang ditemukan, serta tetap memiliki keseimbangan dengan aktivitas fisik, sosial, kreativitas, dan pembentukan karakter. Pengenalan komputer dan pilihan kegiatan seperti Robotik dapat menjadi salah satu bagian dari proses tersebut, terutama ketika teknologi ditempatkan sebagai sarana untuk membantu anak menjadi lebih cerdas, adaptif, dan mandiri.