Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Kemampuan bahasa Inggris semakin menjadi salah satu keterampilan yang penting dimiliki oleh siswa SMA karena bahasa tersebut tidak hanya digunakan dalam percakapan sehari-hari, tetapi juga banyak ditemukan dalam materi pembelajaran, teknologi, informasi, penelitian, hingga berbagai sumber pendidikan yang berasal dari luar Indonesia, sehingga membiasakan diri menggunakan bahasa Inggris sejak sekolah menengah dapat menjadi salah satu bentuk persiapan untuk menghadapi jenjang pendidikan dan lingkungan yang lebih luas.
Bagi siswa SMA, kemampuan bahasa Inggris juga dapat memberikan ruang untuk mengenal informasi dari berbagai negara tanpa selalu bergantung pada sumber yang sudah diterjemahkan, sehingga siswa dapat memperoleh kesempatan untuk membaca artikel, memahami video pembelajaran, mencari referensi akademik, atau mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dengan lebih leluasa, terutama ketika mereka mulai menentukan bidang yang ingin dipelajari setelah lulus.
Banyak siswa masih memandang bahasa Inggris sebagai salah satu mata pelajaran yang harus mendapatkan nilai bagus ketika ujian, padahal kemampuan tersebut sebenarnya dapat digunakan dalam berbagai aktivitas akademik maupun nonakademik, mulai dari membaca referensi, membuat presentasi, mengikuti diskusi, memahami istilah teknologi, sampai berkomunikasi dengan orang yang berasal dari negara berbeda.
Perbedaan antara sekadar mempelajari bahasa Inggris dan benar-benar menggunakannya terletak pada kebiasaan, karena siswa yang hanya bertemu bahasa Inggris ketika jadwal pelajaran berlangsung mungkin memiliki pemahaman teori yang cukup baik tetapi belum tentu merasa percaya diri ketika harus berbicara atau menggunakan bahasa tersebut dalam situasi nyata, sehingga lingkungan belajar yang memberikan kesempatan untuk menggunakan bahasa Inggris secara lebih rutin dapat membantu membangun kemampuan secara bertahap.
Dalam program Al Ma’soem International Class, misalnya, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris digunakan melalui pendekatan bilingual instruction, sementara kegiatan pembelajaran bahasa Inggris juga didukung oleh native English teacher dan extended English learning hours, sehingga bahasa Inggris tidak hanya ditempatkan sebagai materi pelajaran tetapi menjadi bagian dari pengalaman belajar siswa.
Kemampuan bahasa Inggris dapat memberikan manfaat yang cukup luas bagi siswa, terutama ketika mereka mulai memasuki tahap pendidikan yang membutuhkan kemandirian dalam mencari dan memahami informasi.
Beberapa manfaat yang dapat diperoleh antara lain:
Manfaat tersebut tidak harus langsung terlihat dalam bentuk kemampuan berbicara seperti penutur asli, karena perkembangan bahasa biasanya berlangsung secara bertahap, mulai dari memahami kosakata, membaca teks sederhana, mendengarkan percakapan, berani menyampaikan kalimat, hingga mampu berkomunikasi dengan lebih lancar.
Salah satu tantangan terbesar dalam belajar bahasa Inggris adalah rasa takut melakukan kesalahan ketika berbicara, terutama karena siswa khawatir salah pengucapan, salah tata bahasa, atau tidak mampu menemukan kosakata yang tepat ketika sedang berbicara.
Padahal, kesalahan merupakan bagian dari proses belajar bahasa, sehingga lingkungan sekolah yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencoba berbicara dapat membantu mengurangi rasa takut tersebut, terutama apabila siswa mendapatkan dukungan dari guru dan teman-teman yang sama-sama sedang belajar.
Keberadaan native English teacher dalam sebuah program pembelajaran dapat memberikan pengalaman berbeda karena siswa mempunyai kesempatan mendengar penggunaan bahasa Inggris dari penutur asli dalam konteks pembelajaran, sehingga mereka dapat lebih terbiasa dengan pelafalan, intonasi, dan penggunaan bahasa yang tidak selalu sama seperti contoh yang ditemukan dalam buku pelajaran.
Pembelajaran bahasa akan lebih mudah diterima ketika siswa dapat menghubungkan materi dengan kehidupan mereka sendiri, karena membicarakan topik yang dekat dengan keseharian membuat siswa memiliki lebih banyak hal untuk disampaikan dibandingkan sekadar menghafalkan kosakata tanpa mengetahui bagaimana kata tersebut digunakan.
Misalnya, siswa dapat belajar bahasa Inggris melalui topik musik, film, olahraga, teknologi, perjalanan, sekolah, persahabatan, lingkungan, atau rencana masa depan, kemudian menggunakannya dalam bentuk percakapan, presentasi, tulisan pendek, maupun diskusi sehingga kemampuan bahasa berkembang bersamaan dengan kemampuan menyampaikan pendapat.
Konsep pembelajaran yang menggunakan engaging and relevant topics juga tercantum dalam informasi program Al Ma’soem International Class, bersama dengan interactive and purposeful learning activities serta pengembangan core language skills, sehingga pembelajaran diarahkan agar siswa tidak hanya menerima materi tetapi juga terlibat dalam aktivitas yang berkaitan dengan penggunaan bahasa.
Teknologi membuat siswa memiliki lebih banyak pilihan untuk berlatih bahasa Inggris di luar jam sekolah karena berbagai materi seperti video, audio, artikel, aplikasi pembelajaran, dan konten edukasi dapat ditemukan dengan mudah melalui perangkat digital.
Namun, penggunaan teknologi tetap perlu diarahkan agar siswa tidak hanya menghabiskan waktu menonton konten berbahasa Inggris tanpa benar-benar memproses apa yang mereka dengarkan, sehingga siswa dapat mencoba mencatat kosakata baru, mencari arti kata yang belum dipahami, menirukan pengucapan, atau membuat rangkuman singkat setelah menonton sebuah video.
Penggunaan teknologi dalam pembelajaran juga dapat didukung oleh fasilitas sekolah, terutama ketika ruang kelas memiliki perangkat multimedia dan komputer yang dapat digunakan dalam kegiatan belajar, seperti yang tercantum dalam fasilitas Al Ma’soem International Class berupa multimedia, in-class computers, Smart TV, dan integrated e-learning network.
Memasuki perguruan tinggi sering kali membuat siswa menghadapi pola belajar yang berbeda dibandingkan ketika masih berada di SMA, karena mereka dituntut lebih mandiri dalam mencari referensi, memahami materi, mengerjakan tugas, dan mengembangkan pengetahuan sesuai bidang yang dipilih.
Kemampuan bahasa Inggris dapat membantu siswa ketika menemukan sumber referensi yang belum tersedia dalam bahasa Indonesia, terutama pada bidang-bidang tertentu yang memiliki banyak publikasi, jurnal, buku, dokumentasi, maupun sumber pembelajaran dalam bahasa Inggris, sehingga siswa yang sudah terbiasa membaca bahasa tersebut sejak SMA dapat memiliki keuntungan dalam proses pencarian informasi.
Pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan Intensive English Course atau IEC dengan standar Cambridge juga dapat menjadi salah satu pengalaman bagi siswa yang ingin mendapatkan pembelajaran dengan perspektif internasional, karena program tersebut memang tercantum sebagai bagian dari integrated curriculum pada Al Ma’soem International Class.
Tidak semua siswa yang tertarik mengikuti pembelajaran dengan pendekatan internasional sudah memiliki kemampuan bahasa Inggris yang sempurna sejak awal, karena kemampuan bahasa dapat berkembang melalui proses belajar dan pembiasaan yang konsisten.
Hal yang lebih penting adalah kemauan untuk belajar, keberanian mencoba, serta kesediaan menerima kesalahan sebagai bagian dari proses, karena siswa yang awalnya hanya memahami beberapa kata dapat terus berkembang apabila mendapatkan kesempatan untuk mendengarkan, membaca, menulis, dan berbicara secara rutin.
Karena itu, memilih lingkungan pendidikan yang memberikan paparan bahasa Inggris lebih banyak dapat menjadi salah satu pilihan bagi siswa yang ingin meningkatkan kemampuan tersebut secara bertahap, terutama ketika pembelajaran didukung dengan aktivitas interaktif, materi yang relevan, guru bahasa Inggris, teknologi pembelajaran, serta waktu belajar bahasa yang lebih panjang seperti karakteristik yang tercantum pada program International Class.