Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Rutinitas sekolah dasar dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus cukup padat bagi anak. Selain mengikuti pembelajaran di kelas, anak mungkin mengikuti kegiatan olahraga, ekstrakurikuler, kerja kelompok, membaca, atau berbagai aktivitas sekolah lainnya. Pada sistem full day school, waktu yang dihabiskan anak di lingkungan sekolah juga relatif lebih panjang dibandingkan sekolah dengan jam belajar yang lebih singkat. Kondisi tersebut membuat kebutuhan anak setelah pulang sekolah perlu diperhatikan.
Sesampainya di rumah, anak belum tentu langsung membutuhkan tambahan aktivitas. Ada kalanya mereka justru membutuhkan waktu tenang untuk melepaskan lelah, makan, berbicara santai dengan keluarga, atau sekadar melakukan kegiatan yang disukai. Waktu tenang bukan berarti membiarkan anak tidak melakukan apa-apa sepanjang sore. Sebaliknya, jeda tersebut dapat membantu anak beralih dari suasana sekolah menuju suasana rumah dengan lebih nyaman.
Waktu tenang adalah periode setelah anak menyelesaikan aktivitas utama ketika mereka memiliki kesempatan untuk beristirahat tanpa tuntutan yang terlalu banyak. Bentuknya bisa berbeda pada setiap anak. Ada yang ingin rebahan sebentar, membaca buku, menggambar, mendengarkan musik, bermain dengan mainan, mengobrol bersama orang tua, atau menikmati camilan.
Hal yang penting adalah anak tidak langsung dibebani berbagai instruksi begitu sampai di rumah. Setelah melewati aktivitas belajar dan interaksi sosial sepanjang hari, anak membutuhkan kesempatan untuk mengatur kembali energinya. Bahkan kegiatan yang terlihat sederhana seperti duduk dan bercerita kepada orang tua dapat menjadi bagian dari waktu tenang.
Waktu tenang juga berbeda dengan penggunaan gawai tanpa batas. Anak tetap dapat menggunakan teknologi jika sesuai dengan aturan keluarga, tetapi waktu istirahat sebaiknya tidak selalu diisi dengan aktivitas layar. Berbagai kegiatan sederhana tanpa gawai dapat membantu anak benar-benar mendapatkan jeda dari rangsangan yang terlalu banyak.
Anak yang mengikuti full day school dapat menjalani berbagai aktivitas dalam satu hari. Pembelajaran di kelas membutuhkan konsentrasi, sementara kegiatan bersama teman membutuhkan energi sosial. Jika ditambah ekstrakurikuler seperti olahraga, seni, bahasa, atau aktivitas lainnya, anak mungkin pulang dalam kondisi yang sudah cukup lelah.
Karena itu, ketika sampai di rumah, orang tua tidak perlu langsung menganggap anak yang ingin beristirahat sebagai anak malas. Rasa lelah setelah beraktivitas merupakan hal yang wajar. Justru, mengenali kebutuhan istirahat dapat membantu orang tua menentukan kapan waktu yang tepat untuk mengerjakan tugas, belajar kembali, bermain, dan tidur.
Jeda setelah sekolah dapat membantu anak:
Keseimbangan tersebut penting karena tujuan pendidikan bukan hanya membuat anak aktif sepanjang hari, tetapi juga membantu mereka berkembang secara sehat dan menikmati proses belajar.
Orang tua tentu perlu mengetahui tugas sekolah anak. Namun, waktu pertanyaan tersebut juga perlu diperhatikan. Ketika anak baru sampai rumah, langsung menanyakan “Ada PR apa?” atau “Besok ada ulangan?” dapat membuat anak merasa bahwa setelah sekolah masih ada rangkaian tuntutan lain yang harus segera dipenuhi.
Orang tua dapat memberikan waktu beberapa saat sebelum membicarakan tugas. Setelah anak makan atau beristirahat, barulah ajak berbicara mengenai kegiatan sekolah. Pertanyaan juga dapat dibuat lebih santai, seperti “Hari ini ada kegiatan apa?” atau “Tadi bagian yang paling seru apa?”
Setelah suasana lebih nyaman, orang tua dan anak dapat bersama-sama memeriksa jadwal tugas. Cara ini membantu anak belajar mengatur kewajibannya tanpa merasa terus-menerus dikejar. Jika ternyata ada tugas yang cukup banyak, orang tua dapat membantu anak membuat urutan pekerjaan berdasarkan prioritas.
Rutinitas dapat membantu anak mengetahui apa yang perlu dilakukan setelah sampai rumah. Rutinitas tersebut tidak harus panjang dan kaku. Justru, semakin sederhana urutannya, semakin mudah anak mengikutinya.
Contoh rutinitas setelah pulang sekolah dapat berupa:
Pulang → menyimpan tas → membersihkan diri → makan atau minum → waktu tenang → mengerjakan tugas → bermain atau melakukan aktivitas lain → persiapan malam.
Urutan tersebut tentu dapat disesuaikan dengan jadwal keluarga. Anak yang mengikuti ekstrakurikuler mungkin membutuhkan waktu istirahat lebih panjang. Anak yang memiliki tugas cukup banyak mungkin perlu memulai pekerjaan setelah jeda singkat.
Yang terpenting adalah memberikan ruang fleksibilitas. Tidak setiap hari memiliki kondisi yang sama. Ada hari ketika anak pulang dengan energi cukup, tetapi ada pula hari ketika mereka membutuhkan waktu lebih banyak untuk beristirahat.
Sebagian orang tua mungkin menganggap waktu istirahat berarti anak harus tidur. Padahal, tidak semua anak membutuhkan tidur setelah pulang sekolah. Jika anak sudah cukup tidur pada malam hari, mereka mungkin hanya membutuhkan aktivitas ringan untuk mengembalikan energi.
Membaca buku, menggambar, menyusun puzzle, bermain permainan sederhana, atau duduk sambil berbicara bersama orang tua dapat menjadi pilihan. Aktivitas tersebut memberikan kesempatan kepada anak untuk melakukan sesuatu dengan tempo yang lebih santai.
Jika anak memang terlihat sangat mengantuk, tidur singkat dapat menjadi pilihan selama tidak mengganggu jadwal tidur malam. Orang tua dapat memperhatikan kebiasaan anak dan menentukan pola yang paling sesuai.
Waktu setelah sekolah juga dapat menjadi kesempatan bagi orang tua untuk mengetahui pengalaman anak. Tidak semua anak langsung bercerita mengenai apa yang mereka alami. Ada yang membutuhkan waktu sebelum mau berbicara, terutama jika hari mereka cukup melelahkan.
Daripada mengajukan banyak pertanyaan sekaligus, orang tua dapat membuka percakapan secara perlahan. Misalnya, tanyakan apa yang membuat anak senang hari itu atau apakah ada sesuatu yang membuatnya kesulitan. Jika anak belum ingin bercerita, berikan ruang tanpa memaksa.
Kebiasaan komunikasi seperti ini membantu anak merasa bahwa rumah merupakan tempat yang aman untuk beristirahat sekaligus bercerita. Anak juga belajar bahwa dirinya tidak hanya dihargai ketika mendapatkan nilai bagus atau memenangkan kompetisi, tetapi juga ketika sedang merasa lelah dan membutuhkan dukungan.
Setelah waktu tenang, anak tetap membutuhkan aktivitas yang menyenangkan. Bermain dapat membantu anak mengembangkan kreativitas dan keterampilan sosial. Permainan bersama saudara atau teman juga dapat menjadi kesempatan untuk belajar berbagi, bekerja sama, dan menyelesaikan masalah.
Bagi anak yang mengikuti aktivitas fisik di sekolah, permainan sore dapat dibuat lebih ringan. Tidak setiap hari harus diisi dengan latihan tambahan. Sebaliknya, anak dapat memilih aktivitas sesuai energinya pada hari tersebut.
Keseimbangan antara belajar, bermain, dan istirahat membantu anak memahami bahwa kehidupan sekolah tidak hanya berisi kewajiban. Mereka tetap memiliki ruang untuk menikmati masa kanak-kanak.
Setiap anak memiliki kebutuhan energi yang berbeda. Orang tua dapat memperhatikan perubahan perilaku yang muncul setelah anak pulang sekolah. Jika anak terlihat sangat mudah marah, sulit berkonsentrasi, sering mengeluh kelelahan, atau tidak lagi menikmati aktivitas yang biasanya disukai, jadwal hariannya dapat dievaluasi.
Bukan berarti semua perubahan tersebut otomatis menunjukkan masalah tertentu. Bisa saja anak hanya membutuhkan waktu istirahat yang lebih baik atau jadwal yang tidak terlalu padat. Orang tua dapat melihat keseluruhan rutinitas, termasuk waktu tidur, aktivitas sekolah, ekstrakurikuler, pekerjaan rumah, waktu bermain, dan penggunaan gawai.
Dengan memberikan waktu tenang yang cukup, anak memiliki kesempatan untuk mengatur kembali energinya sebelum menghadapi aktivitas berikutnya. Kebiasaan ini dapat menjadi semakin penting ketika anak menjalani jadwal sekolah yang panjang, termasuk full day school. Pendidikan yang baik bukan hanya tentang seberapa banyak kegiatan yang dapat dimasukkan ke dalam satu hari, tetapi juga tentang bagaimana anak menjalani setiap kegiatan dengan kondisi yang cukup nyaman untuk belajar, berkembang, bermain, dan beristirahat.