Images (1)

Mengapa Anak SD Perlu Belajar Bertanya di Dalam Kelas?

Bertanya merupakan salah satu kemampuan sederhana yang ternyata memiliki peran besar dalam proses belajar anak sekolah dasar, karena melalui pertanyaan anak dapat menunjukkan rasa ingin tahu, menyampaikan sesuatu yang belum dipahami, sekaligus mencari informasi yang dapat membantunya memahami pelajaran dengan lebih baik.

Pada usia sekolah dasar, anak memiliki rasa ingin tahu yang cukup tinggi dan sering menemukan berbagai hal baru ketika mengikuti kegiatan pembelajaran, bermain bersama teman, maupun mengamati lingkungan di sekitarnya, sehingga kesempatan untuk bertanya perlu diberikan agar rasa ingin tahu tersebut tidak berhenti hanya karena anak merasa malu, takut salah, atau khawatir pertanyaannya dianggap tidak penting.

Bertanya Bukan Berarti Anak Tidak Pintar

Masih ada anak yang menganggap bahwa bertanya di kelas berarti dirinya kurang memahami pelajaran atau bahkan takut dianggap tidak pintar oleh teman-temannya, padahal pertanyaan justru dapat menjadi tanda bahwa anak sedang berusaha memahami sesuatu secara lebih mendalam dan tidak sekadar menerima informasi begitu saja.

Guru dapat membantu mengubah cara pandang tersebut dengan menciptakan suasana kelas yang membuat anak merasa aman untuk menyampaikan pertanyaan, termasuk ketika pertanyaannya terlihat sederhana, karena bagi anak sebuah hal yang dianggap mudah oleh orang lain belum tentu memiliki tingkat pemahaman yang sama.

Anak dapat mulai dibiasakan dengan beberapa hal berikut:

  • Mengangkat tangan ketika ingin bertanya.
  • Menunggu sampai guru memberikan kesempatan berbicara.
  • Menyampaikan pertanyaan dengan bahasa yang sopan.
  • Tidak menertawakan pertanyaan teman.
  • Mendengarkan jawaban sebelum memberikan pertanyaan berikutnya.
  • Berani mengatakan ketika masih belum memahami penjelasan.

Kebiasaan tersebut tidak hanya membantu proses pembelajaran, tetapi juga mengajarkan anak mengenai etika berkomunikasi dengan orang lain.

Mengapa Rasa Ingin Tahu Perlu Dipertahankan?

Rasa ingin tahu merupakan salah satu bagian penting dalam perkembangan anak karena dari rasa penasaran tersebut muncul keinginan untuk mencari tahu, mencoba sesuatu, mengamati keadaan, dan menemukan jawaban dari berbagai hal yang belum dipahami.

Jika anak terbiasa mendapatkan ruang untuk bertanya, proses belajar dapat terasa lebih aktif karena anak tidak hanya menerima penjelasan dari guru, tetapi ikut terlibat dalam pembentukan pemahamannya sendiri, misalnya dengan bertanya mengapa suatu peristiwa terjadi, bagaimana sebuah benda bekerja, apa yang menyebabkan suatu hasil, atau apa yang akan terjadi jika suatu langkah diubah.

Pembelajaran yang aktif seperti ini juga dapat mendukung suasana belajar yang lebih interaktif, terutama ketika guru memberikan kesempatan kepada anak untuk berdiskusi dan menghubungkan materi dengan pengalaman sehari-hari.

Pertanyaan Sederhana Bisa Menjadi Awal Pengetahuan Baru

Tidak semua pertanyaan anak harus bersifat rumit, karena pertanyaan sederhana sekalipun dapat membuka pembahasan yang lebih luas ketika guru mengarahkannya dengan tepat.

Misalnya ketika belajar tentang lingkungan, anak mungkin bertanya mengapa tanaman membutuhkan air, mengapa sampah harus dipisahkan, atau mengapa beberapa hewan memiliki habitat yang berbeda, kemudian dari pertanyaan tersebut guru dapat mengembangkan pembelajaran menjadi pembahasan mengenai lingkungan, makhluk hidup, kebersihan, dan tanggung jawab manusia terhadap alam.

Begitu pula dalam pembelajaran matematika, anak yang bertanya mengapa sebuah rumus dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan tertentu sebenarnya sedang berusaha memahami konsep, bukan sekadar menghafal langkah pengerjaan.

Kebiasaan bertanya membuat anak memiliki kesempatan untuk memahami hubungan antara satu informasi dengan informasi lainnya sehingga pengetahuan yang diperoleh tidak hanya tersimpan sebagai hafalan.

Bagaimana Guru Mendorong Anak Lebih Berani Bertanya?

Guru mempunyai peran penting dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang membuat anak merasa nyaman untuk berbicara, karena respons guru terhadap pertanyaan pertama yang disampaikan anak dapat memengaruhi keberaniannya untuk bertanya kembali pada kesempatan berikutnya.

Ketika pertanyaan anak mendapatkan respons yang positif, anak akan belajar bahwa rasa ingin tahu merupakan sesuatu yang dihargai, sedangkan apabila pertanyaan sering dianggap mengganggu atau ditertawakan, anak dapat menjadi lebih pasif dan memilih menyimpan kebingungannya sendiri.

Beberapa cara sederhana yang dapat digunakan dalam pembelajaran antara lain:

  • Memberikan waktu khusus untuk sesi tanya jawab.
  • Menggunakan pertanyaan pemantik sebelum memulai materi.
  • Mengajak anak berdiskusi dalam kelompok kecil.
  • Meminta anak menjelaskan kembali bagian yang belum dipahami.
  • Memberikan kesempatan bertanya setelah kegiatan praktik.
  • Menghargai pertanyaan tanpa langsung menilai benar atau salahnya.

Dengan pendekatan tersebut, kegiatan bertanya dapat menjadi bagian alami dari proses belajar sehari-hari.

Belajar Mendengarkan Jawaban Juga Penting

Kemampuan bertanya sebaiknya berjalan bersama dengan kemampuan mendengarkan, karena anak tidak hanya perlu berani menyampaikan pertanyaan tetapi juga perlu belajar memperhatikan jawaban yang diberikan oleh guru maupun teman.

Ketika mendengarkan dengan baik, anak dapat mengetahui apakah pertanyaannya sudah terjawab atau masih membutuhkan penjelasan tambahan, sehingga komunikasi yang terjadi menjadi lebih efektif dan anak tidak terburu-buru menyampaikan pertanyaan baru sebelum memahami pembahasan sebelumnya.

Kebiasaan mendengarkan juga membantu anak belajar menghargai orang lain, karena setiap orang yang berbicara membutuhkan kesempatan untuk menyelesaikan penjelasannya sebelum mendapatkan tanggapan.

Bertanya Dapat Melatih Keberanian Berkomunikasi

Keberanian untuk bertanya di depan kelas juga dapat menjadi latihan komunikasi bagi anak, terutama karena anak harus menyusun apa yang ingin disampaikan, memilih kata yang sesuai, kemudian mengutarakannya di hadapan guru dan teman-temannya.

Pengalaman tersebut secara perlahan dapat membuat anak terbiasa berbicara dalam situasi formal maupun informal, baik ketika mengikuti pembelajaran, bekerja dalam kelompok, mengikuti kegiatan sekolah, maupun ketika menyampaikan pendapat dalam berbagai aktivitas lainnya.

Kemampuan komunikasi seperti ini menjadi semakin penting ketika anak mengikuti kegiatan yang melibatkan interaksi dengan banyak orang, karena anak perlu belajar bahwa menyampaikan pendapat bukan hanya mengenai keberanian berbicara tetapi juga bagaimana cara berbicara dengan jelas dan tetap menghargai lawan bicara.

Lingkungan Sekolah yang Mendukung Anak untuk Bertanya

Lingkungan sekolah yang mendukung pembelajaran aktif dapat memberikan banyak kesempatan bagi anak untuk mengembangkan kemampuan bertanya, baik melalui kegiatan di kelas maupun melalui aktivitas lain yang membuat anak berhadapan dengan pengalaman baru.

Di SD Al Ma’soem, pembelajaran yang memadukan kurikulum DIKNAS dengan kurikulum Al Ma’soem juga dilengkapi dengan berbagai program pendukung seperti Bahasa Arab, Tahfidz, Bahasa Inggris, serta pengenalan dan praktik komputer, sehingga anak memiliki kesempatan untuk berhadapan dengan beragam materi dan pengalaman belajar yang dapat memunculkan rasa ingin tahu.

Beragam fasilitas seperti perpustakaan, reading corner, laboratorium komputer, panggung kreasi, hingga mini zoo juga dapat menjadi lingkungan yang memberikan pengalaman berbeda kepada anak, karena setiap ruang dan aktivitas dapat menjadi sumber pengamatan maupun bahan pembicaraan yang mendorong anak mencari tahu lebih banyak.

Kemampuan bertanya pada akhirnya bukan sekadar kemampuan untuk mengajukan pertanyaan kepada guru, tetapi merupakan bagian dari kebiasaan belajar yang membantu anak tetap memiliki rasa ingin tahu, berani mencari penjelasan, mampu berkomunikasi, dan terbiasa memahami sesuatu secara lebih mendalam sejak sekolah dasar.