Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Ketika sudah memasuki sekolah menengah atas, hal yang sering menjadi pertanyaan adalah tentang kelanjutan studi ke perguruan tinggi. Jurusan apa dan kampus apa. Oleh karena itu, persiapan untuk masuk ke perguruan tinggi harus disiapkan sedini mungkin,bahkan kalau bisa sejak kelas 10 SMA.
Namun banyak siswa yang salah persepsi kalau persiapan memasuki perguruan tinggi dimulai ketika sudah menginjak kelas 12. Di SMA Al Masoem sendiri, persiapan untuk masuk ke perguruan tinggi sudah dimulai ketika siswa masih di kelas 10. Di mulai dari tes bakat hingga latihan soal yang dilakukan secara rutin. Meskipun terkesan berlebihan namun efek dari persiapan sejak dini adalah siswa bisa lolos dengan mudah di perguruan tinggi favoritnya dan jurusan yang diincar.
Nah, sebagai seorang siswa yang sedang mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kuliah, ada beberapa tips yang bisa diterapkan kepada siswa, terutama siswa SMA Al Masoem, yaitu
Tips pertama yang harus dilakukan siswa dalam mempersiapkan diri untuk memasuki dunia perguruan tinggi adalah meningkatkan prestasi akademik. Yang harus diingat, peningkatan prestasi ini dimulai sejak kelas 10, bukan kelas 12.
Yang menjadi konsen di sini adalah prestasi akademik, bukan non akademik. Meskipun seorang siswa memiliki segudang prestasi non akademik, namun yang menjadi penentu dalam seleksi masuk perguruan tinggi adalah nilai rapor, yang akan menjadi penentu kelulusan siswa. Selain itu, dengan nilai akademik yang bagus dari kelas 10 hingga kelas 12 bisa menjadi peluang untuk lolos di SNMPTN, yang menggunakan nilai rapor.
Untuk memperbaiki dan meningkatkan nilai akademis, hal ini bisa dilakukan sejak dini. Mulai dari belajar dengan giat, tidak malu bertanya kepada guru atau teman yang lebih mengerti jika terdapat kendala dalam pembelajaran, mengerjakan tugas tepat waktu, hingga memaksimalkan usaha saat menjelang ujian tengah semester dan ujian akhir semester.
Meskipun nilai akademis yang akan membantu dalam ujian kelulusan dan tes snmptn, namun bukan berarti siswa harus vakum dari kegiatan non akademis, yaitu kegiatan ekstrakurikuler, organisasi, atau komunitas.
Dari kegiatan – kegiatan ini, siswa bisa mengembangkan softskill yang dimiliki, seperti rasa bertanggung jawab, komunikasi, leadership, hingga team work. Semua skill ini nantinya akan berguna saat sudah masuk ke dunia kampus. Selain itu, dengan aktif di dunia organisasi dan komunitas bisa membuat relasi menjadi semakin luas.
Dalam melakukan persiapan masuk ke perguruan tinggi, seorang siswa harus menentukan jurusan atau prodi apa yang akan dipilih nantinya. Untuk mengetahui prodi yang tepat, siswa tersebut harus mengetahui bakat dan minat yang memang dimiliki oleh siswa tersebut. Jangan sampai ketika sudah kuliah muncul statement “salah jurusan“.
Tes penentuan bakat dan minat ini bisa dilakukan sejak dini. Tes ini bisa dilakukan secara berbayar atau tidak. Di SMA Al Masoem sendiri, tes minat dan bakat sudah dilakukan sejak awal kelas 10. Di tahapan ini, siswa sudah mengetahui bakat apa yang dimilikinya sehingga siswa – siswa bisa mulai membuat sebuah goal dan roadmap untuk mencapai goal tersebut.
Selain itu, tes penentuan minat bakat juga bisa dilakukan secara online. Sudah banyak tersedia website yang menyediakan tes potensi secara gratis. Apabila siswa masih merasa dan menemukan kesulitan atau keraguan, usahakan untuk melakukan sesi konsultasi dengan guru bk atau expert di bidang psikologi atau pendidikan.
Selain tes SNMPTN yang menggunakan nilai raport, masih ada tes SBMPTN. Tes ini mengharuskan siswa untuk mengerjakan sejumlah siswa dalam waktu tertentu. Untuk bisa lolos tes SBMPTN, harus dilakukan pendalaman materi dan latihan soal dengan intens.
Mempelajari materi dan soal sbmptn sejak kelas 10 atau kelas 11 bukanlah masalah. Semakin sering berlatih maka akan semakin lihai dalam mengerjakan soal SBMPTN.
Sebagai anak yang berbakti, sudah seharusnya siswa mulai mendiskusikan segala keinginannya dengan orang tua terlebih dahulu. Mengenai bakat dan minat yang disukai, jurusan incaran, perguruan tinggi, hingga peluang kerja dari jurusan tersebut. Dengan mengetahui rencana tersebut, orang tua bisa memproyeksikan biaya yang diperlukan selama menempuh bangku perkuliahan. Selain itu, ridho orang tua juga merupakan ridho dari Tuhan.
Setelah berusaha secara maksimal, jangan pernah lupa untuk berdoa kepada tuhan supaya memperlancar usaha dan hajat yang dimiliki. Ingatlah, sepandai – pandainya manusia berencana, masih ada tuhan yang memutuskan.