02 prestasi

Beda belajar di Jenjang SMP dengan SMA

Meskipun sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas sama-sama berusaha untuk mempersiapkan siswa untuk menuju jenjang perguruan tinggi, namun keduanya memiliki tujuan dan fungsinya masing-masing. Sekolah menengah pertama lebih berfokus pada pembangunan karakter siswa, dimana tingkat ini merupakan kelanjutan dan masa transisi dari sekolah dasar yang memang diharuskan menerapkan akhlaqul karimah agar terbiasa. 

Selain itu, sekolah menengah pertama lebih berorientasi pada mata pelajaran dasar. Siswa di sekolah menengah pertama biasanya menghadiri enam hingga delapan kelas khusus mata pelajaran yang berbeda per-hari, sementara sebagian besar siswa sekolah menengah atas memiliki kelas blok yang masing-masing berlangsung dua jam atau lebih dan mencakup campuran mata pelajaran. 

Sekolah menengah pertama diperuntukkan bagi siswa kelas tujuh sampai sembilan, dan sekolah menengah atas untuk siswa kelas biasanya untuk kelas yang lebih tinggi, yaitu kelas sepuluh hingga dua belas. 

Siswa di sekolah menengah pertama ini rata-rata usianya berkisar antara 12-15 tahun, di mana mereka sedang mengalami masa peralihan menuju usia dewasa atau pubertas. Di usia ini pada umumnya tidak mau diperlakukan seperti anak kecil seperti ketika mereka duduk di sekolah dasar, meski dalam cara berpikir masih mengalami perkembangan, terlebih bagi siswa kelas tujuh.

Dalam perjalanan usianya, mereka yang masih di usia SMP sedang memulai petualangan mencari jati diri dan pengembangan diri. Tak heran, dengan stamina yang masih stabil, para siswa sekolah menengah pertama mampu mengikuti beberapa organisasi kesiswaan atau kegiatan ekstrakurikuler yang berbeda setiap harinya.

Dari segi fisik dan psikis juga mereka mengalami perubahan dan perkembangan yang signifikan. Biasanya, siswa SMP memperlihatkan berbagai karakter perubahan dari aspek fisik, cara berpikir, emosi yang menjadi labil, adanya perkembangan sosial, moral dan juga kepribadian.

Sementara, cara berpikir siswa di usia SMA sudah mengalami sedikit perubahan dan kemajuan yang semakin signifikan. Dalam menentukan pilihan, mana yang benar dan salah, tentu saja masih perlu adanya bimbingan dari orang-orang yang lebih dewasa seperti orang tua, pendamping di asrama dan guru di sekolah. 

Pada masa ini, karakter mereka semakin terbentuk dan mereka mulai harus dapat mempertanggungjawabkan keputusan akan perjalanan hidup masa depan mereka. Dalam tahapan ini, mereka seharusnya sudah mampu memutuskan untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya setelah lulus, apakah akan langsung bekerja, berbisnis atau melanjutkan kuliah.