Sebagian besar siswa memulai setiap semester baru sekolah dengan harapan yang tinggi. Mereka membayangkan diri mereka berhasil dalam studi dan tugas sekolah, namun mereka gagal menyusun rencana yang realistis, atau menetapkan rutinitas, yang akan memungkinkan mereka mencapai kesuksesan akademis. Namun ketika waktu tidak dapat dikelola dengan baik, akhir semester akan terasa tiba lebih cepat. Untuk mencapai kesuksesan akademis, perlu cara mengatur waktu belajar yang efektif untuk dikelola dan diatur setiap harinya.
Disaat peringkat pendidikan Indonesia masih rendah dibanding dengan negara-negara lainnya, rencana pemerintah untuk full-day school sepertinya sangat logis. Tambahan jam sekolah bisa berarti lebih banyak hasil pendidikan. Jika waktu sekolah diperpanjang menjadi jam 4 atau 5 sore, siswa dapat mempelajari lebih banyak. Orang tua dapat memperoleh manfaat dari sekolah sehari penuh; lingkungan yang aman dan positif akan membawa ketenangan pikiran bagi orang tua terutama bagi mereka yang bekerja penuh waktu.
Sistem full-day school dibuat untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan cara menunjang proses KBM secara lebih menyeluruh serta menjangkau setiap aspek dari perkembangan akademis siswa. Namun tidak semua sekolah mampu menerapkan hal ini dengan baik, sehingga full-day school terkesan melelahkan bagi siswa dan gurunya.
Mengingat siswa akan menghabiskan waktu yang lebih banyak di sekolah, mereka diharapkan tidak hanya akan mendapatkan proporsi pendalaman teori yang lebih banyak tapi juga lewat aplikasi ilmu secara nyata. Keunggulan sistem pembelajaran full-day school di Al Masoem yaitu aktivitas sekolah seharian penuh dengan menghadirkan cara belajar yang menyenangkan, interaktif, dan praktis. Al-masoem bukan hanya tempat tatap muka sambil duduk belajar saja namun lebih banyak eksplorasi yang dilakukan di luar kelas.
Jadi selain kegiatan belajar mengajar di kelas, peserta didik juga akan mendapatkan waktu kegiatan ekstrakurikuler yang dapat mendukung keterampilan emosional, psikologis, serta sosialnya. Contohnya, ekskul keagamaan, pramuka, palang merah, atau jenis ekskul lainnya terkait minat seni dan olahraga. Di sekolah berbasis pesantren Al Ma’soem, para siswa diajarkan dan dilatih untuk memiliki cara membagi waktu belajar dan organisasi. Para siswa juga sudah paham untuk bagaimana cara membagi waktu belajar full day school.
Namun demikian, banyak bentuk distraksi yang beragam, seperti televisi, film atau serial favorit, teman bermain, media sosial, bahkan grup chat. Apapun bentuknya, pada dasarnya cara membagi waktu yang perlu dilakukan sama yaitu kesampingkan atau abaikan dulu distorsinya.

