Diseminasi (5)

Kebutuhan Psikologis Remaja yang Diharapkan dari Orang Tua

Orang tua wajib tahu bahwa setiap anak remaja masih membutuhkan peran orang tua dalam kehidupannya.

Orang tua wajib tahu bahwa setiap anak remaja masih membutuhkan peran orang tua dalam kehidupannya. Bukan hanya uang dan uang, tapi justru anak usia remaja masih membutuhkan peran orang tua sebagai teman dalam berbagai macam hal, seperti menjadi pendengar yang baik dan juga memberi perhatian untuk memberikan dorongan baik secara moral atau materil. 

Karena masa atau fase remaja ini merupakan fase yang sedang dalam masa genting, tidak seperti anak yang masih bisa merengek jika tidak diberikan sesuatu, usia remaja ini akan lebih bersifat memberontak jika apa yang mereka inginkan tidak didengarkan, tidak seperti orang dewasa yang akan merenung sebagai menyeruput secangkir kopi hitam ketika sedang menghadapi masalah sulit, anak remaja akan lebih melakukan tindakan yang kadang diluar nalar jika mereka sedang menghadapi masa sulit. Maka dari itu penting bagi orang tua untuk bisa memberikan kebutuhan secara psikologis kepada anak remaja mereka, lantas apa saja Kebutuhan psikologis Remaja yang diharapkan dari orang tua ? Dan berikut adalah Kebutuhan psikologis Remaja yang diharapkan dari orang tua mereka seperti :

  1. Mendengarkan keluh kesah anak remaja

Fase remaja atau anak usia remaja merupakan usia yang rentan dan sensitif. Di Fase ini mereka membutuhkan tempat yang tepat untuk mencurahkan semua perasaan dan menceritakan masalah yang mereka hadapi. Salah satu hal yang ingin mereka jadikan tempat untuk mencurahkan masalahnya adalah orang tua mereka sendiri. Namun uniknya beberapa anak remaja tidak sanggup mengungkapkan apa yang mereka rasakan kepada orang tuanya langsung bisa jadi karena beberapa faktor bisa karena memang faktor malu atau karena memang orang tua yang kadang tidak bisa memahami apa yang anak remaja maksudkan. Orang tua yang julid juga menjadi salah satu alasan kenapa remaja ogah untuk mengungkapkan keluh kesahnya kepada orang tua dan lebih memilih saudara atau teman yang mereka percayai. Padahal perlu orang tua ketahui, anak usia remaja itu selalu berharap orang tua mampu mendengarkan isi pikiran dan memahami perasaannya, tidak mudah menilai sesuatu tanpa ingin mendengarkan cerita anak remaja seutuhnya.

  1. Orang tua yang mampu mendorong bukan menghardik

Hal yang diharapkan anak remaja kepada orang tuanya adalah mereka mampu memberi dorongan tentang hobi yang disukai oleh anak remaja. Kadang anak remaja juga membutuhkan perhatian dan sikap terbuka dan bersahabat dari orang tuanya. Dorongan moral ini juga penting bagi anak remaja, karena ketika orang tua mampu memberikan dorongan moral yang positif kepada anak remaja, mereka seperti mendapatkan pengertian lebih dari orang tua. Namun beberapa orang tua malah memberikan hardikan bukan dorongan kepada hobi anak, seperti anak yang sedang belajar gitar orang tua berucap bahwa anak tidak berbakat di sana, suara kamu jelek lebih baik jangan belajar gitar kamu coba belajar ini atau itu. Ada juga orang tua yang mengatakan hal yang kurang enak untuk didengarkan seperti “kamu jangan jadi penulis, karena masa depannya suram” hal seperti ini memang menjatuhkan anak secara moral namun beberapa didikan seperti ini yang membuat anak remaja membengkang dan lebih memilih jauh dari orang tuanya. Maka dari itu, penting bagi orang tua untuk mampu mendorong anak remaja dengan cara yang positif bukan dengan menghardik dan memberi motivasi dengan reverse psikologis karena tidak semua anak mampu menerima tekanan moral dari orang tua yang kasar.

  1. Orang tua yang memberikan contoh dan teladan

Hal yang perlu diingat orang tua adalah anak remaja bahkan anak kecil sekalipun adalah anak selalu mengikuti apa yang orang tuanya lakukan. Maka orang tua harus mampu memberikan contoh yang baik sebelum mereka menegur anak remaja mereka, ketika orang tua menyuruh anak remajanya tidak merokok mereka juga jangan sambil merokok dan usahakan mereka juga untuk berhenti merokok. Ketika orang tua menyuruh anaknya untuk tidak selalu main gadget mereka juga harus mulai mengurangi bermain gadget, karena anak akan lebih mudah diatur jika mereka diajarkan dengan baik dan dengan contoh yang benar. 

  1. Orang tua yang mampu memberikan kepercayaan

Anak remaja itu membutuhkan kepercayaan dari orang tuanya. Orang tua juga jangan terlalu menganggap anak yang sudah masuk fase remaja sebagai anak kecil lagi, tapi berilah kepercayaan kepada mereka, ada cukup memonitoring mereka dari jauh. Jika anak telat pulang dari sekolah, anda jangan memarahi mereka langsung, anda bisa mengontak teman, wali kelas atau kepala sekolah untuk menanyakan apakah ada kegiatan yang hingga membutuhkan waktu hingga sore hari atau petang? Jika anda mampu memberikan kepercayaan kepada anak, anak juga akan malu sendiri jika melanggar apa yang anda berikan. Maka cobalah berikan kepercayaan kepada anak, tidak usah percaya penuh, cukup beri mereka kesempatan untuk berusaha dan terjatuh sendiri. Ketika mereka membutuhkan anda, anda siap merangkul kembali mereka untuk kembali bangkit.

  1. Orang tua yang penuh dengan kehangatan

Anak usia remaja memang selalu memberikan isyarat fisik seperti tidak ingin dipeluk orang tuanya lagi terutama anak laki laki oleh ibunya dan anak perempuan yang memang harus sudah mulai dilepaskan oleh ayahnya (secara fisik). Mereka lebih memberikan bahasa tubuh untuk melarang orang tuanya untuk kembali menyentuh dirinya seperti mengelus elus kepalanya dan lain sebagainya. Tapi disini orang tua perlu ketahui bahwa “mereka bukan tidak mau, tapi waktu yang anda lakukan tidaklah tepat” coba ketika mereka sedih anda datang, peluk dia biarkan dia menangis di pelukan anda. Mau bagaimanapun dia adalah anak anda, dan anda sebagai orang tua harus bisa memberi waktu juga untuk mereka sedikit bersandar. Pada dasarnya anak remaja tetap membutuhkan kehangatan dan rasa cinta dari orang tua nya apalagi ketika mereka sedang dirundung masalah.