Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Peringatan Maulid Nabi di bulan Rabiul Awal ini kembali mengingatkan tentang kisah hidup dan perjuangan Nabi Muhammad SAW. Di masa hidupnya, beliau mengemban tugas menjadi wakil Allah SWT di muka bumi untuk menyebarkan agama Islam kepada seluruh umat manusia. Dengan menjadi Rasul, maka Nabi Muhammad SAW pun dikaruniai 4 sifat wajib Rasul yang melekat dalam hidupnya, yaitu Shidiq, Amanah, Tabliq dan Fatanah.
Shidiq merupakan salah satu sifat istimewa yang dimiliki oleh para Rasul, khususnya milik Rasulullah SAW. Dalam bahasa Arab, sifat Shidiq ini memiliki arti benar. Sementara secara makna, sifat ini memiliki pengertian sebagai perilaku jujur dan benar yang sebaiknya dapat diterapkan dalam segala aspek kehidupan.
Dalam perjalanan hidupnya, Nabi Muhammad SAW memiliki kisah suri tauladan yang cukup banyak untuk dicontoh. Dalam konteks Shidiq, kisah kejujuran dan kebenarannya bahkan sudah diakui sebelum Muhammad diutus menjadi Rasul.
Diriwayatkan oleh Imam Tirmizi dari Abdullah bin Hamsa, beliau berkata:
“Aku pernah mengadakan transaksi jual beli dengan Rasulullah sebelum dia diutus sebagai seorang Rasul. Lalu aku masih membawa piutang beliau dan aku berjanji akan membayarnya di tempat yang sama, namun aku lupa. Setelah tiga hari aku ingat, lalu aku datang ke tempat yang telah saya janjikan dan ternyata beliau ada di situ,” katanya. Nabi SAW bersabda, “Wahai anak muda, engkau telah menyusahkan aku, aku di sini sejak tiga hari yang lalu untuk menunggumu,” katanya.
Tidak hanya itu saja, kejujuran Nabi Muhammad SAW juga diakui oleh para musuhnya ketika telah menjadi seorang Rasul. Salah satu hadis yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib RA menyebutkan, bahwa Abu Jahal pernah berkata kepada Rasulullah SAW, “Kami tidak menganggap engkau dusta, tapi menganggap dusta ajaran yang engkau bawa.”
Sebagai umat Muslim, kita sudah seharusnya meyakini dan menerapkan sifat terpuji ini. Bahkan Allah SWT memerintahkan agar setiap umat-Nya mampu menjadikan kejujuran sebagai bagian dari karakter mereka. Bukan tanpa alasan, pasalnya dengan menerapkan sifat shidiq dapat menjauhkan kita dari panasnya api neraka. Hal ini sebagaimana yang Rasulullah SAW pernah utarakan dalam sebuah hadits riwayat Muslim, yaitu:
“Hendaklah kamu semua bersikap jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa ke syurga, Seseorang yang selalu jujur dan mencari kejujuran akan ditulis oleh Allah sebagai seorang yang juur (shiddiiq), Dan jauhilah sifat bohong, karena kebohongan membawa kepada kejahatan, dan kejahatan membawa ke neraka. Orang yang selalu berbohong dan mencari kebohongan akan ditulis oleh Allah SWT, sebagai pembohong (kadz-dzaab)”. [H.R. Muslim]
Disini kita semestinya sudah sepakat untuk mulai menerapkan sifat shidiq di kehidupan kita. Khususnya di lingkungan sekolah dan pesantren, anak-anak akan menghabiskan waktunya di tempat tersebut untuk menimba ilmu. Ilmu yang diajarkan oleh guru tidak hanya seputar materi kelas saja, tetapi juga ilmu adab dan perilaku.
Hal inilah yang menjadi perhatian bagi Pesantren Siswa Al Ma’soem. Di lingkungan asrama, para santri (yang berasal dari SMP dan SMA Al Ma’soem), akan diajarkan sopan santun layaknya seorang santri. Wali santri akan menjadi pembimbing bagi para santri untuk senantiasa mengontrol kegiatan dan perilaku santri agar menjauhi dari perilaku yang menyimpang. Lingkungan yang agamis pun juga dibangun berbagai aktivitas harian seperti tadarus bersama, belajar kurikulum pesantren (materi Fiqh, Aqidah dan Akhlak), tashfiran bersama, nderes dan aktivitas bermanfaat lainnya.
Sebagai santri Al Ma’soem pun tidak terlepas dari tata tertib siswa di Yayasan Al Ma’soem. Disini kami percaya kejujuran adalah barang mahal yang harus tetap dijaga, sehingga bila kejujuran itu dilanggar (misal mencontek waktu ulangan) maka siswa atau santri tersebut akan dikembalikan kepada orang tua. Selain itu penerapan tata tertib lainnya diberikan agar para siswa atau santri dapat menjaga sekaligus melatih adab mereka ketika berada di lingkungan sekolah di Al Ma’soem.
Berperilaku baik sangat dihargai disini, salah satunya dengan implementasi fasilitas bebas DOP. Dengan berperilaku baik dengan tidak melanggar tata tertib yang ada, itu bisa menjadi bahan pertimbangan untuk mendapatkan fasilitas gratis biaya DOP di sekolah. Jadi ini kesempatan bagi para siswa dan santri untuk bisa lebih semangat untuk berperilaku baik dan semangat untuk berprestasi mengharumkan nama Yayasan Al Ma’soem.
Penulis: Gumilar Ganda