Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) masih dilakukan di semester genap tahun ajaran ini karena kendala pandemi Covid. Selama belajar daring, banyak keluhan yang dirasakan oleh siswa maupun guru dan orang tua terkait dengan keefektifan anak dalam belajar terutama mata pelajaran matematika yang memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi dibandingkan dengan mata pelajaran yang lain. Pada bahasan kali ini, penulis akan merangkum identifikasi kesulitan belajar matematika pada siswa SD selama PJJ yang dikutip dari hasil riset dan penelitian terkini.
Matematika termasuk mata pelajaran yang memiliki peranan penting dalam mengasah logika individu. Sebagaimana yang dirumuskan oleh Depdiknas, tujuan pembelajaran matematika yakni (1) memahami konsep matematika; (2) menggunakan penalaran; (3) memecahkan masalah; dan (4) mengomunikasikan gagasan. Selama pandemi, pembelajaran matematika menjadi hal yang memberikan tantangan kepada guru untuk lebih kreatif dalam memberikan penjelasan yang dilakukan dari jarak jauh. Tentunya, untuk sebagian siswa sekolah dasar yang masih membutuhkan bimbingan belajar intensif, hal ini menjadi sebuah kesulitan.
Kesulitan belajar merupakan sebuah kondisi siswa yang tidak dapat belajar dengan baik, efektif, dan berkonsentrasi dengan baik sehingga ia tidak paham dengan materi yang sedang dipelajari. Kesulitan belajar dapat disebabkan oleh beberapa faktor yang meliputi internal dan eksternal. Faktor internal bisa berupa kondisi fisik, psikologis, minat, motivasi, sikap dan kebiasaan belajar. Sedangkan faktor eksternal bisa berupa perhatian orang tua, kondisi lingkungan, fasilitas belajar, cara guru mengajar, masalah sosial, dsb.
Menurut Lerner (2012), kesulitan belajar matematika meliputi peninjauan terhadap 3 elemen ini: (1) konsep penggunaan rumus dalam menyelesaikan masalah; (2) kesulitan menggunakan operasi dasar dalam penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, dan perhitungan akar kuadrat; serta (3) pemecahan soal / masalah.
Hasil penelitian oleh Fauziah (2021) di suatu sekolah dasar menyatakan bahwa selama PJJ siswa SD mengalami kesulitan dalam hal memahami konsep materi terutama dalam hal aproksima dan pecahan bagi kelas 4. Selain itu, sebanyak 90% siswa memiliki kesulitan untuk mengerjakan soal cerita. Artinya siswa kesulitan memecahkan masalah karena tidak mampu melanjutkan pekerjaannya pada saat sedang mengerjakan soal soal dalam bentuk cerita.
Upaya-upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasi kesulitan belajar matematika ini adalah dengan cara meningkatkan motivasi siswa dengan media pembelajaran yang lebih variatif, memberikan remedial, menambah jam tambahan belajar, dan berkoordinasi dengan orang tua siswa untuk memberikan bimbingan di rumah.