Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Kebersihan merupakan sebagian dari iman. Bagi umat muslim kebersihan merupakan hal yang penting bahkan bukan hanya agama islam yang mengajarkan kebersihan, berbagai macam agama juga pasti menjadikan kebersihan sebagai sesuatu yang harus dan bersifat wajib. Dalam agama katolik dalam Korintus 7:1 ada sebuah ungkapan yang berbunyi ”Biarlah kita membersihkan diri dari setiap pencemaran daging dan roh.” Dalam agama islam ada hadits tentang kebersihan seperti dikutip dalam buku Ringkasan Ihya’ Ulumuddin karya Imam al-Ghazali yang diterjemahkan oleh ‘Abdul Rosyad Siddiq, Rasulullah SAW pernah bersabda
Artinya: “Bersuci itu merupakan sebagian dari iman.” (HR Tirmidzi).
Beliau juga bersabda:
Artinya: “Agama itu didirikan atas kebersihan.” (HR Muslim).
Al-Ghazali juga menyebutkan hadits lain dalam buku Rahasia Bersuci yang diterjemahkan oleh Fuad Nawawi, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:
Artinya: “Kesucian adalah sebagian dari iman.” (HR Muslim).
Intinya bagi agama islam dan kristen kebersihan merupakan hal yang diharuskan karena kebersihan merupakan hal yang baik bagi manusia itu sendiri. Manfaat menjadikan lingkungan yang bersih diantaranya adalah :
Kebersihan tidak hanya identik dengan lingkungan masyarakat luas, tapi juga tentang kebersihan hati (jiwa), kebersihan diri (raga) dan kebersihan tempat tinggal (bisa itu rumah dan asrama atau kamar pesantren). Kebersihan jiwa dan raga merupakan tanggung jawab anda sendiri sedangkan kebersihan kamar santri putri tanggung jawab siapa? Yang jelas kebersihan kamar santri merupakan tanggung jawab dari santri itu sendiri. Karena kamar merupakan tempat yang bersifat privasi baik itu kamar santri putra atau putri juga sama. Kamar merupakan sebuah tempat dimana semua hal yang menjadi privasi seseorang ada didalamnya. Meskipun kamar bersifat privasi kebersihan kamar tetap harus diawasi. Karena kamar merupakan tempat yang didalamnya terdapat beberapa hal yang memang harus dijaga.

contoh kamar santri Al Masoem
Di pesantren mungkin kamar tidak terlalu bersifat privasi, karena beberapa pesantren menjadikan kamar santri sebagai sarana bagi beberapa santri untuk tidur dan istirahat hingga melakukan kegiatan kegiatan lainnya seperti belajar dan mengaji. Tapi meski begitu ada beberapa pesantren yang paham betul bahwa kamar merupakan tempat yang bersifat privasi sehingga beberapa pesantren modern hanya memaksimalkan pemakaian kamar santri beberapa orang saja seperti kamar santri putri di Al Masoem hanya untuk 4 santri saja meskipun ada beberapa kamar yang tersedia bagi 6 santri. Di dalam kamar santri juga terdapat ranjang tingkat (masing masing 1 tingkat) dan ada kamar mandi di dalamnya.
Di Al Masoem terdapat sarana kebersihan (Office Boy/Girl) untuk membersihkan wilayah pesantren tapi dengan syarat dan ketentuan yang ada dimana sarana kebersihan tidak diberikan tanggung jawab untuk membersihkan kamar santri, artinya kamar santri adalah tanggung jawab santri itu sendiri begitu juga kelas. Kebersihan kelas merupakan tanggung jawab siswa selama di sekolah. Ada alasan kenapa sarana atau office boy/girl tidak diberikan tanggung jawab atas kamar santri :
Hal pertama kenapa sarana tidak diberikan tanggung jawab untuk membersihkan kamar santri (kecuali pada saat pergantian tahun ajaran baru kamar bekas santri kelas 12 dan kelas 9 akan dibersihkan sarana) adalah karena di kamar santri terdapat barang barang bersifat pribadi seperti pakaian dalam, pakaian ganti, selain itu juga ada uang santri yang disimpan yang ditakutkan hilang meskipun di Al Masoem santri wajib membawa uang tidak lebih dari 100 ribu rupiah jika lebih bisa disimpan di Bank Al Masoem.

Salah satu kelemahan dari pesantren modern dibandingkan dengan pesantren biasa adalah santri di pesantren modern diberikan kemudahan dalam berbagai macam hal termasuk dalam efektivitas mereka dalam belajar yang sangat difokuskan sedangkan santri di pesantren biasa mereka harus mengerjakan sesuatu sendiri sehingga kemandirian santri di pesantren biasa lebih tinggi dari pada pesantren modern. Meski begitu Al Masoem mengganti beberapa hal seperti itu dengan softskill lain yang lebih berguna dengan tidak menghilangkan “kemandirian” santri selama di pesantren, maka untuk kebersihan kamar santri, kamar mandi santri dan pakaian dalam santri adalah tanggung jawab santri itu sendiri meskipun pakaian di pesantren dan sekolah di beri fasilitas laundry.
Hal yang paling penting adalah karena kamar bersifat privasi dan ada juga beberapa hal yang mungkin berharga di dalam kamar, maka kamar dijadikan tanggung jawab santri agar sarana kebersihan atau office boy/girl tidak diberikan wewenang untuk membersihkan. Karena terkadang seseorang bisa melakukan tindakan bodoh jika mereka diberikan kesempatan yang tepat, hingga untuk meminimalisir kehilangan barang milik santri dengan cara memberikan tanggung jawab kamar santri kepada santri itu sendiri dan adanya pembatasan wewenang dari yayasan terhadap sarana kebersihan. Lagipula di kamar santri tidak ada CCTV sehingga jika ada kehilangan akan sulit untuk ditemukan siapa pelakunya. CCTV hanya ada di setiap depan kamar santri saja. Sehingga santri juga harus bisa lebih apik dalam menyimpan hal hal berharga di dalam kamar, seperti yang jajan dan hal lainnya untuk bisa disimpan dengan baik di dalam lemari yang sudah disediakan jangan lupa juga dikunci dengan baik karena kamar adalah tanggung jawab santri itu sendiri.