Pembelajaran Pesantren

Cara Mengajari Sopan Santun Terhadap Putri yang Berada di Pesantren

Ketika berada di pesantren, sopan santun menjadi salah satu pembelajaran yang akan dipelajari. Bahkan ada kitab khusus yang berisi tentang ilmu dan norma-norma sopan santun yang harus dimiliki oleh setiap orang. Cara mengajari sopan santun di pesantren akan berlandaskan teori dan sumber yang jelas.

Agama Islam memiliki semua ilmu yang dibutuhkan oleh umat manusia, tak terkecuali ilmu untuk membentuk akhlak yang baik. Bagaimana bersikap sopan santun kepada teman sebaya, kepada yang lebih muda, kepada yang lebih tua, terutama kepada seorang guru akan diajarkan ketika di pesantren.

Mempelajari Kitab tentang Sopan Santun

Sopan santun atau akhlak yang baik sangat dijunjung tinggi dalam agama Islam. Bahkan kedudukan akhlak lebih tinggi daripada ilmu. Pentingnya memiliki akhlak yang baik terbukti dengan adanya berbagai kitab yang mempelajari tentang akhlak.

  1. Memberikan Teori dengan Sumber yang Jelas

Santri tidak bisa mempraktekkan sopan santun jika tidak mengetahui sopan santun seperti apa yang harus mereka lakukan. Cara mengajari sopan santun yang pertama yaitu dengan memberikan teorinya. Dengan begitu, ketika mereka menghadapi situasi yang sudah dijelaskan dalam teori, mereka tahu apa yang harus dilakukan.

Banyak sekali ilmu tentang sopan santun yang diajarkan di pesantren dan akan terpakai di kehidupan sehari-hari. Meskipun begitu santri tidak akan merasa kewalahan karena pelajaran tidak diberikan dalam satu hari, melainkan secara bertahap. Mengajarkan teorinya dapat mencegah santri berlaku tidak sopan dengan alasan tidak tahu.

  1. Belajar Sopan Santun dengan Sumber yang Jelas

Bagi orang yang berpendidikan, pembelajaran yang mempunyai sumber yang jelas akan lebih dipercaya dan mudah diterima. Kitab-kitab tentang akhlak yang diajarkan di pesantren disertai sumber yang jelas, contohnya ayat Al-Qur’an, hadist Nabi, dan penjelasan ulama.

Rasulullah SAW terkenal dengan budi pekertinya yang baik, dalam sebuah keterangan pun dijelaskan bahwa Rasulullah diutus oleh Allah SWT untuk memperbaiki akhlak manusia. Setiap perkataan dan perbuatan Rasulullah selalu dijadikan sumber dan contoh di setiap kitab-kitab tentang akhlak.

  1. Memberikan Contoh Pengalaman Orang-orang Terdahulu

Cara mengajari sopan santun tidak hanya menyuruh anak untuk melakukan ini atau tidak boleh melakukan itu. Terlebih lagi anak jaman sekarang banyak yang tidak mau menerima suatu perintah jika tidak ada alasan jelas. Di pesantren akan diberitahukan juga kenapa para santri harus memiliki sopan santun.

Tidak hanya teori beserta alasannya, di dalam kitab akhlak sering disertai contoh pengalaman orang-orang terdahulu yang bersikap sopan santun dan yang memiliki akhlak buruk. Cerita-cerita terdahulu tersebut dapat meningkatkan kesadaran para santri tentang pentingnya memiliki sikap sopan santun.

  1. Kitab Akhlak yang Diajarkan di Pesantren

Segala sesuatu yang diajarkan di pesantren akan memiliki sumber yang jelas, termasuk cara mengajari sopan santun. Banyak kitab yang berisi ajaran untuk memiliki akhlak yang baik yang dilengkapi dengan sumber yang jelas, contoh praktek, dan pengalaman orang-orang terdahulu.

Dari banyaknya kitab akhlak, kitab yang paling sering diajarkan di pesantren yaitu kitab Ta’lim Muta’allim dan kitab Akhlak Lil Banat. Kitab Akhlak Lil Banat sangat cocok untuk para santri putri baru karena pelajaran yang dibahas dimulai dari akhlak sederhana yang sering orang abaikan sampai akhlak penting lainnya.

Kitab Ta’lim Muta’allim sangat cocok diajarkan kepada para santri karena selain membahas tentang sopan santun kepada orang lain, kitab ini banyak membahas bagaimana sopan santun seorang murid kepada gurunya. Sopan santun kepada guru sangat penting bagi murid agar mendapat keberkahan dari setiap ilmu yang dipelajari.

Mempraktekkan Ajaran Sopan Santun

Praktek merupakan pelajaran yang penting untuk membiasakan sikap sopan santun. Setelah mengajarkan teori, praktek sopan santun akan diterapkan setiap hari di pesantren. Sehingga para santri akan lebih mudah terbiasa.

  1. Setiap Saat Berinteraksi dengan Orang Lain

Di pesantren hampir setiap saat terjadi interaksi dengan orang, mulai dari teman sekamar, senior, junior, guru, dan staf lainnya. Pada dasarnya, setiap interaksi yang baik terdapat sopan santun di dalamnya. Ketika sudah mengetahui teorinya dan objek prakteknya tersedia, praktek pembelajaran pun akan lebih mudah.

Setiap interaksi tersebut, para santri akan mempraktekkan sopan santunnya. Dan ketika semakin sering melakukan praktek akan semakin terbiasa dan tertanam dalam pikiran.

  1. Memberikan Contoh Satu sama Lain

Salah satu cara mengajari sopan santun yang efektif yaitu dengan memberikan contoh. Para ustadz, kiyai, dan guru lainnya di pesantren memiliki akhlak yang terpuji. Mereka senantiasa bersikap yang disertai dengan sopan santun. Hal tersebut akan menjadi contoh langsung kepada para santri yang melihatnya.

Tidak hanya para guru, setiap santri akan berusaha mempraktekkan sopan santun yang sudah diajarkan. Santri-santri yang berlaku sopan santun tersebut secara tidak langsung akan menjadi contoh bagi santri yang lainnya. Di lingkungan yang baik tersebut, setiap pihak yang berada di sana akan saling memberi contoh satu sama lain.

  1. Saling Mengingatkan Dengan Baik

Saling mengingatkan dengan cara yang baik termasuk dalam ajaran sopan santun. Ketika Anda misalnya melakukan sikap yang buruk, teman-teman atau guru akan mengingatkan dengan cara yang baik karena mereka tahu hal tersebut.

Misalnya Anda baru saja belajar di pesantren dan berlaku tidak sopan, ada orang-orang yang akan mengingatkan dengan baik karena mereka pun paham bahwa Anda belum mengetahuinya.

Itulah sekilas contoh cara mengajari sopan santun para santri yang ada di pesantren. Selain bahan pembelajaran yang jelas, lingkungan yang baik akan semakin mempermudah para santri belajar dan mempraktekkan ajaran sopan santun tersebut.