Pembelajaran Pesantren

Cara Mengajari Ilmu Agama di Pesantren Putri

Anda yang tertarik ingin menuntut ilmu di pesantren mungkin merasa penasaran bagaimana pola ajar atau pelajaran apa saja yang diajarkan di pesantren. Cara mengajari ilmu agama di pesantren memang berbeda dengan cara di sekolah biasa atau di rumah. Materi, jadwal, dan pola ajar sudah disusun dengan baik.

Kitab-kitab atau materi pembelajaran lainnya hampir sama yang diajarkan di pesantren putra maupun pesantren putri. Bahkan materi tentang haid, nifas, menutup aurat, dan ilmu-ilmu lainnya tetap diajarkan kepada santri putra. Hal tersebut karena santri putra tetap harus mengetahuinya untuk membimbing istri dan keluarganya kelak.

Mengetes Kemampuan Santri Baru

Bagi santri yang baru masuk, biasanya kemampuan bacaan Al-Qur’an dan praktek sholatnya akan dilihat untuk mengetahui sudah benar atau belum. Jika sudah mengetahui kemampuannya, maka akan lebih mudah untuk memberikan pelajaran apa terlebih dahulu yang harus dipelajarinya.

Mengajarkan Ilmu Agama dari Dasar

Di pesantren akan diajarkan ilmu agama dari yang paling dasar, seperti cara membaca Al-Qur’an dengan benar, bacaan sholat, akidah, dan ilmu agama lainnya. Jika sudah menguasai dasarnya, pelajaran yang lebih tinggi akan lebih mudah dipahami. Pelajaran dasar akan lebih sering berguna untuk kehidupan sehari-hari sehingga penting untuk mempelajarinya.

Anda tidak perlu merasa takut akan susah mengejar materi yang berlangsung karena baru masuk. Setiap santri baru akan diajarkan ilmu-ilmu dasar. Jika di boarding school, cara mengajari ilmu agama ini, meskipun setiap tingkatan mempelajari ilmu yang berbeda, tetapi ilmu-ilmu dasar akan tetap diajarkan di setiap tingkatnya.

Ilmu Agama yang Diajarkan di Pesantren

Begitu banyak kitab yang menerangkan berbagai ilmu agama Islam. Namun, beberapa kitab diajarkan hampir di setiap pesantren karena berisi tentang ilmu agama dasar yang wajib diketahui oleh setiap umat muslim. Berikut ini beberapa pelajaran yang pasti diajarkan di pesantren.

  1. Ilmu Tauhid

Ilmu tauhid merupakan ilmu yang menerangkan tentang keimanan kepada zat Allah, seperti sifat wajib, sifat jaiz, dan sifat mustahil bagi Allah dan bagi Rasulullah. Membahas tentang malaikat dan rasul yang wajib diketahui, kitab-kitab, hari kiamat, dan perkara keimanan lainnya.

  1. Ilmu Fiqih

Ilmu fiqih yaitu ilmu yang menerangkan tentang hukum-hukum dan pembatalan ibadah, seperti rukun sholat, puasa, wudhu, haid dan nifas, mensucikan najis, dan hukum ibadah lainnya.

  1. Tajwid dan Pelafalan Hijaiyah

Ilmu tajwid yaitu ilmu yang menjelaskan tentang tata cara membaca Al-Qur’an dengan benar beserta teorinya. Makhorijul huruf juga akan diajarkan karena ilmu ini sangat penting agar membaca Al-Qur’an dengan benar.

  1. Ilmu Akhlak

Ilmu akhlak akan diajarkan di setiap pesantren karena merupakan ilmu yang sangat penting untuk dimiliki oleh para santri.

Mempraktekkan Materi yang Sudah Dipelajari

Cara mengajari ilmu agama di pesantren yaitu dengan cara praktek. Memang tidak semua ilmu agama yang diajarkan di pesantren bisa dipraktekkan saat itu juga. Misalnya ilmu menunaikan ibadah haji, ilmu warisan, atau ilmu pernikahan. Ilmu-ilmu tersebut tidak bisa dipraktekkan selama santri di pesantren karena mereka tidak mengalaminya.

Namun, ilmu-ilmu agama yang bisa dipraktekkan oleh santri di pesantren akan segera dipraktekkan untuk kesehariannya. Misalnya ilmu tajwid, rukun-rukun ibadah, bersikap sopan santun, dan ilmu lainnya. Selain untuk membiasakan diri, ilmu agama yang dipraktekkan di pesantren merupakan ibadah wajib yang dilakukan.

Selain ibadah wajib, membiasakan ibadah sunnah menjadi cara mengajari ilmu agama yang dilakukan oleh para santri. Ibadah-ibadah tersebut seperti wudhu, sholat, membaca Al-Qur’an, dzikir, dan ibadah lainnya akan dipantau kebenaran dalam pelaksanaannya, baik oleh guru maupun oleh senior yang sudah dipercaya oleh guru.

Mengembangkan Potensi Non-Akademik Santri

Selain cara mengajari ilmu agama, di pesantren pun di ajarkan pengetahuan lain yang dapat mengembangkan potensi non-akademik santri. Dalam pelajaran ini, setiap pesantren memiliki pelatihan perkembangan yang berbeda-beda.

Di pesantren tradisional biasanya yang diajarkan yaitu bidang seni, seperti membentuk grup sholawat, marawis, belajar qori, kaligrafi, dan seni lainnya yang tidak dilarang oleh syari’at Islam. Selain bidang seni, ada juga pesantren yang mengajarkan cara menjahit atau merajut untuk para santri putri.

Di pesantren modern, contohnya pesantren yang tergabung dengan boarding school, pembelajaran perkembangan potensi non-akademik biasanya lebih beragam. Hal ini karena ekstrakulikuker yang ada di sekolah biasa hampir ada di pesantren boarding school. Dan tentunya kegiatan tersebut akan dipisah antara santri putri dan putra.

Melatih Keberanian Santri tampil Di Hadapan Banyak Orang

Melatih rasa percaya diri dan keberanian tampil di hadapan banyak orang menjadi salah satu cara mengajari ilmu agama di pesantren. Pada dasarnya setiap umat muslim memiliki tugas untuk menyampaikan ilmu yang dimiliki kepada orang-orang yang tidak mengetahuinya.

Namun, para santri yang mempunyai dan paham ilmu agama lebih banyak dari orang awam harus dibekali rasa percaya diri dan keberanian jika suatu saat ia harus menyebarkan ilmu agama Islam di hadapan banyak orang. Melatih rasa percaya diri dan keberanian ini dilakukan dengan membuat acara khusus.

Rentetan kegiatan dalam acara tersebut biasanya hampir sama dengan acara maulid nabi, hanya saja dilakukan beberapa minggu sekali dan dihadiri oleh para santri saja. secara bergiliran para santri diharuskan untuk tampil di panggung, baik itu menjadi MC, marhaba, memimpin doa, qori, atau menjadi penceramah.

Penjelasan di atas hanya sebagian cara mengajari ilmu agama di pesantren, masih banyak cara lainnya yang belum dijelaskan. Cara mengajar tersebut bisa Anda dapatkan di pesantren Boarding School Al Masoem. Boarding school yang sudah terkenal dengan kualitas pendidikannya yang bagus.