karir smp

Tips Anak Remaja Agar Berani Mengekspresikan Dirinya

Seorang anak yang menginjak usia 13 tahun atau usia remaja awal biasanya sudah mulai berani untuk mencari tahu banyak hal termasuk bahan bacaan. Pada usia ini juga mereka mulai menunjukkan rasa tertarik terhadap topik-topik yang lebih dewasa. Mereka juga sudah mulai menanggalkan cerita anak dan beralih ke tema-tema khusus untuk remaja dan dewasa baik secara buku fisik di perpustakaan ataupun digital. Seorang anak 13 tahun yang biasanya duduk di bangku SMP ini sudah mampu menangkap alur dan kosakata yang lebih rumit, namun mereka belum cakap menggunakan kata-kata yang ia baca dan mengerti.

Meskipun cukup banyak anak remaja usia 13 tahun yang sudah mampu memahami alur cerita yang rumit serta kosakata yang sulit dalam bentuk tertulis, namun mereka masih mengalami kesulitan untuk mencurahkan ide-idenya secara lisan. Mereka biasanya akan belajar menghubungkan kata-kata dengan tindakan dan pemikiran yang abstrak. Salah satu cara yang bisa dilakukan orang tua adalah berdiskusi dengan anak tentang kata-kata yang sedang digunakan, dan maksud dari si pengarang cerita tersebut. Puisi mungkin bukanlah hal favorit sebagian besar keluarga, tapi untuk beberapa kasus dapat digunakan secara efektif untuk membicarakan emosi dan penggunaan kata. Cara ini merupakan cara yang dapat membantu pengembangan karakter siswa agar lebih percaya diri dan kreatif dalam mengekspresikan dirinya.

Selain itu orang tua juga bisa mencoba untuk mulai mendengarkan musik populer yang digemari sang anak. Adapun hal yang dapat di explore adalah lirik lagu dimana lirik tersebut merupakan kata-kata tertulis dan dapat digunakan untuk meningkatkan kesadaran berbahasa anak pada semua tingkatan. Namun yang perlu menjadi perhatian khusus  bagi orang tua adalah mengenai konten lirik yang berisikan unsur SARA ataupun hal negatif lainnya. Orang tua sebaiknya memberikan kebebasan pada anak untuk mendengarkan musik yang ia suka dan mengimbanginya dengan edukasi tentang baik dan buruk sehingga anak hanya akan menyukai nada dan irama lagunya saja tanpa larut dalam isi lirik tersebut.  

Seorang anak / seorang siswa bisa belajar kreatif jika mereka mendapatkan dukungan / support dari orang-orang di sekitarnya. Salah satu cara menjadi siswa berprestasi khususnya di bidang bahasa dan sastra adalah dengan melakukan praktek menulis kreatif. Banyak remaja yang mengalami kesulitan berkomunikasi serta memperkenalkan dan mengekspresikan dirinya. Menulis kreatif mendorong mereka menggunakan kosakata yang beragam sekaligus memainkan susunannya, dengan cara menjelajahi berbagai emosi, skenario, dan pemecahan masalah melalui imajinasi. Semua ini memajukan tingkat melek huruf serta pemahamannya. Adapun beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua untuk membantu anak remaja dalam menulis kreatif adalah:

  1. Usulkan dia untuk memiliki jurnal harian dan memotong bagian-bagian cerita, nama, kata, ataupun gambar yang ia sukai dan menempelkannya di dalamnya. Jurnal kreatif menjadi sebuah sumber yang berguna untuk gaya penulisannya kelak.
  2. Jika mereka tidak menganggapnya terlalu “kekanak-kanakan”, bacakan sebuah cerita kepadanya, berhenti pada titik-titik utama cerita tersebut sambil menanyakan kepadanya apa yang bisa mereka prediksi mengenai peristiwa yang akan terjadi selanjutnya
  3. Bicarakan bagian akhir cerita dan tanyakan apakah anak anda menyukainya atau tidak. Beri mereka kesempatan untuk memodifikasi cerita versi mereka sebagai alternatif lain supaya mereka lebih kritis terhadap sesuatu hal.