DSC02925

Berjiwa Entrepreneurship Bersama Pesantren Al Masoem, Pesantren Islam di Bandung

Pesantren Al Masoem, sebuah pesantren Islam di Bandung, Jawa Barat, bukan hanya fokus pada pendidikan agama, tetapi juga membekali para santrinya dengan minat dan bakat yang mereka miliki salah satu hal yang ditingkatkan dan bahkan menjadi nilai jual sendiri bagi siswa yaitu adalah jiwa entrepreneurship. Hal ini dilakukan dengan berbagai program dan kegiatan yang dirancang untuk menumbuhkan jiwa wirausaha pada santri.

Entrepreneur merupakan sebuah konsep usaha kreatif dan inovatif dimana mereka membuat bidang usaha dengan sebuah manajemen sistem, dimana sistem ini yang akan berjalan dan bekerja untuk pelaku entrepreneur. Berbeda dengan pengusaha yang terjun langsung ke sistem yang mereka buat, entrepreneur cenderung tidak terjun secara langsung, akibatnya ketika dia sakit atau dia tidak mampu untuk melakukan sebuah hal yang berkaitan dengan usaha yang mereka buat, itu tidak akan mempengaruhi pada hasil yang didapatkan. Karena itu entrepreneur cenderung lebih dianggap sesuatu yang jauh lebih baik daripada pengusaha. Karena sistem akan berjalan dengan sendirinya tanpa kita para pembuatnya harus ikut terjun langsung. Atau lebih simpel adalah ketika pelaku entrepreneur sakit usaha akan tetap berjalan, tapi ketika menjadi pengusaha ketika mereka sakit automatic usaha akan berhenti juga.

Program Entrepreneurship di Pesantren Al Masoem

Al Ma’soem menciptakan program entrepreneur untuk siswa dan santrinya. Ini merupakan program bersifat peminatan meskipun di pesantren ada yang bersifat harus ikut atau dianjurkan karena masuk ke dalam program dewan santri (sejenis OSIS di pesantren.red). Di Sekolah formal sendiri, entrepreneur diciptakan dengan program ekstrakurikuler kewirausahaan dimana siswa dianjurkan untuk membuat produk bisa bekerja sama dengan anak anak ekstrakurikuler tata boga untuk bisa menjual produk yang mereka buat. Bahkan uniknya di program pesantren, para anak anak santri yang masuk ke dalam program dewan santri atau DESAN menjadikan program ini agar mereka memiliki mental seorang entrepreneur. Dan berikut adalah program program Entrepreneurship di Pesantren Al Ma’soem:

  • Pendidikan Kewirausahaan: 

Santri dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan dasar tentang entrepreneurship melalui ekstrakurikuler khusus kewirausahaan, seminar, dan workshop. Meskipun ada program ekstrakurikuler kewirasuaan Al Ma’soem tetap mengambil konsep penyesuaian dengan minat dan bakat siswa dan santri Al masoem. Ini agar mereka yang tidak berminat untuk menjadi entrepreneur bisa fokus kepada program yang lebih mereka cintai. 

  • Pengembangan Produk Kreatif: 

Program ekstrakurikuler ini juga berhasil mendorong santri untuk mengembangkan produk kreatif mereka sendiri dengan bimbingan dari mentor yang memang aktif memberikan inovasi dan motivasi kepada anak anaknya. Alhamdulilah beberapa kali anak anak ekstrakurikuler kewirausahaan berhasil meraih prestasi baik itu mendapat predikat sebagai siswa inovatif dalam hal makanan dan beberapa hal lainnya. 

  • Motivasi akan Bisnis: 

Pesantren Al Masoem bisa dibangun hingga besar seperti sekarang karena wirausaha yang berubah menjadi entrepreneur, bahkan dari tahun 1950 ketika awal merintis hingga saat ini Al Ma’soem sudah melebarkan sayap ke berbagai macam sektor. Meskipun tidak semuanya sukses tapi setidaknya perjuangan dalam merangkai asa bisa dilihat dari berbagai macam usaha yang berdiri hingga saat ini. Dan program ini di edukasi kepada para siswa dan santri bahwa kita adalah sekolah pengusaha, dan sudah seharusnya jika siswa dan santri ingin membuka usaha atau ingin menjadi entrepreneur, kami bisa bantu dengan berbagai macam program didikan yang mampu meningkatkan mental mereka untuk selalu berusaha dan berfikir positif. 

Manfaat Berjiwa Entrepreneurship bagi Santri:

Menjadi santri yang berjiwa entrepreneur memiliki banyak manfaat baik untuk saat ini dan untuk masa depan mereka seperti : 

  • Mandiri dan Berdaya: 

Santri menjadi lebih mandiri dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi diri mereka sendiri dan orang lain.

  • Kreatif dan Inovatif: 

Santri didorong untuk berpikir kreatif dan inovatif dalam mengembangkan usaha mereka.

  • Berani Mengambil Resiko: 

Santri dilatih untuk berani mengambil resiko dan tidak takut gagal dalam berbisnis.

  • Memiliki Kemampuan Problem Solving: 

Santri dibekali dengan kemampuan problem solving untuk mengatasi berbagai hambatan dalam berbisnis.

Kesimpulan: Pesantren Al Masoem, dengan program entrepreneurshipnya, memberikan bekal yang berharga bagi para santrinya untuk menjadi pengusaha yang sukses di masa depan. 

Jiwa entrepreneurship ini akan membantu santri untuk menjadi mandiri, kreatif, inovatif, dan berani mengambil resiko dalam membangun usaha mereka. Bahkan dari beberapa kasus yang kita hadapi selama membangun lembaga pendidikan adalah, rata rata lulusan pesantren lebih memilih untuk melanjutkan usaha orang tuanya dibandingkan dengan melanjutkan ke perguruan tinggi negeri. Maka dari itu jika tujuan santri berpesantren adalah untuk melanjutkan usaha orang tua, penting bagi kita untuk merealisasikan itu dengan program yang mereka butuhkan tanpa sedikitpun melupakan fungsi dari sekolah itu sendiri. 

Entrepreneur merupakan hal yang tetap membutuhkan sekolah, meskipun ada beberapa perkataan orang yang mengatakan untuk apa sekolah Bill Gates saja tidak lulus kuliah juga bisa sukses? atau Mark Zuckerberg CEO META yang tidak lulus kuliah juga bisa sukses itu merupakan hal putus asa yang diungkapkan orang yang merasa dirinya benar. Faktanya begini, dari 10 orang yang putus sekolah minimal di perguruan tinggi berapa banyak yang sukses? Bahkan jika dibandingkan dalam 1000 orang saja masih ahnya ada kemungkinan 0.1% saja. Mereka yang seperti BIll Gates dan seperti Mark Zuckerberg itu hanya ada 1 dari satu juta orang atau bahkan hanya ada 1 dari 10 juta orang. Jadi sekolah untuk berwirausaha dan untuk entrepreneur itu tetap penting dan harus apalagi jika kita tinggal di negara Indonesia.