Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Memilih sekolah dasar bukan hanya tentang melihat fasilitas atau banyaknya kegiatan yang tersedia, tetapi juga memahami bagaimana sekolah menyusun proses pembelajarannya. Kurikulum menjadi salah satu bagian penting karena dari sinilah arah pembelajaran, pengembangan kemampuan peserta didik, serta berbagai pengalaman pendidikan yang diberikan kepada anak dapat dirancang secara lebih terarah.
Bagi anak sekolah dasar, pembelajaran tidak cukup hanya berfokus pada kemampuan akademik. Anak juga sedang berada pada tahap membangun kebiasaan belajar, mengenal lingkungan sosial, mengembangkan minat, serta belajar memahami nilai dan tanggung jawab. Karena itu, perpaduan antara pembelajaran akademik dan pengembangan karakter menjadi salah satu hal yang menarik untuk diperhatikan ketika orang tua memilih sekolah.
Dalam brosur SD Al Ma’soem untuk Tahun Ajaran 2027–2028, sekolah mencantumkan bahwa pembelajaran menggunakan kurikulum DIKNAS 100% dan kurikulum Al Ma’soem, dengan tambahan pelajaran untuk IMTAK dan IPTEK. Tambahan tersebut mencakup Bahasa Arab, Program Tahfidz, Bahasa Inggris, serta pengenalan dan praktik komputer.
Secara sederhana, informasi dalam brosur menunjukkan bahwa SD Al Ma’soem tidak hanya mencantumkan kurikulum DIKNAS sebagai dasar pembelajaran, tetapi juga memiliki kurikulum Al Ma’soem yang menjadi bagian dari konsep pendidikannya. Namun, brosur tidak memberikan rincian struktur atau pembagian materi secara teknis sehingga penerapannya tidak sebaiknya diasumsikan lebih jauh dari informasi yang tersedia.
Hal yang dapat dilihat adalah adanya tambahan pembelajaran yang diarahkan pada dua aspek, yaitu IMTAK dan IPTEK. Dengan pendekatan tersebut, anak tidak hanya diarahkan untuk mengikuti pembelajaran akademik, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar yang berkaitan dengan nilai keagamaan dan pengenalan teknologi.
Konsep tersebut menjadi menarik karena kebutuhan pendidikan anak saat ini semakin luas. Anak perlu memiliki dasar pengetahuan sekaligus kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan lingkungan di sekitarnya.
Kemampuan akademik tetap menjadi salah satu bagian penting dalam pendidikan dasar. Anak perlu mendapatkan pengalaman belajar yang membantu mereka memahami berbagai pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan jenjang pendidikannya.
Dalam visi dan misi sekolah, SD Al Ma’soem mencantumkan upaya mengembangkan kemampuan peserta didik dalam ilmu pengetahuan, teknologi, literasi, dan numerasi. Hal tersebut menunjukkan bahwa kemampuan akademik tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari upaya membentuk peserta didik secara lebih menyeluruh.
Pembelajaran juga diarahkan agar aktif, kreatif, menyenangkan, dan berkesinambungan. Bagi anak SD, suasana seperti ini penting karena mereka masih membutuhkan pengalaman belajar yang membuat rasa ingin tahu tetap berkembang.
Salah satu bagian yang secara jelas disebutkan dalam brosur adalah tambahan pelajaran untuk IMTAK dan IPTEK. Program yang tercantum meliputi:
Keempatnya memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi anak. Bahasa Arab dan Tahfidz berkaitan dengan aspek pembelajaran keislaman, sementara Bahasa Inggris dan pengenalan komputer memberikan tambahan pengalaman yang berkaitan dengan bahasa serta teknologi.
Dengan adanya berbagai bidang tersebut, anak mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih banyak jenis pembelajaran. Tidak semua anak harus langsung memiliki kemampuan yang sama, karena setiap anak mempunyai minat, kecepatan belajar, dan pengalaman yang berbeda.
Bahasa Inggris tercantum sebagai salah satu tambahan pelajaran dalam konsep pendidikan SD Al Ma’soem. Pembelajaran bahasa sejak sekolah dasar dapat menjadi kesempatan bagi anak untuk mulai mengenal kosakata dan penggunaan bahasa secara bertahap.
Pengalaman belajar bahasa juga dapat membantu anak terbiasa mendengarkan dan mencoba berkomunikasi menggunakan kosakata yang mereka kenal. Prosesnya tidak harus selalu berorientasi pada hasil yang sempurna karena anak masih berada dalam tahap pengenalan.
Selain sebagai pembelajaran tambahan, Bahasa Inggris juga tercantum dalam pilihan ekstrakurikuler melalui English Club. Dengan demikian, anak memiliki ruang untuk mengenal bahasa baik melalui pembelajaran maupun aktivitas pengembangan minat.
Selain Bahasa Inggris, SD Al Ma’soem mencantumkan Bahasa Arab dan Program Tahfidz sebagai bagian dari tambahan pelajaran. Kehadiran program tersebut menjadi bagian dari karakter pendidikan Islami yang disebutkan dalam brosur sekolah.
Bagi anak, pengenalan pembelajaran keagamaan dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan mereka. Orang tua juga dapat membantu dengan menciptakan kebiasaan positif di rumah sehingga apa yang diperoleh anak di sekolah memiliki kesinambungan dengan kehidupan sehari-hari.
Program Tahfidz juga tercantum sebagai salah satu pilihan ekstrakurikuler SD Al Ma’soem. Hal ini memberikan pilihan tambahan bagi anak yang memiliki ketertarikan untuk mengembangkan kemampuan tersebut melalui kegiatan di luar pembelajaran utama.
Teknologi menjadi bagian yang semakin dekat dengan kehidupan anak. Karena itu, pengenalan komputer di tingkat sekolah dasar dapat menjadi salah satu pengalaman yang membantu anak memahami perangkat teknologi secara lebih terarah.
SD Al Ma’soem mencantumkan pengenalan dan praktik komputer sebagai salah satu tambahan pembelajaran untuk aspek IPTEK. Sekolah juga memiliki fasilitas laboratorium komputer yang dapat mendukung aktivitas pembelajaran.
Namun, pengenalan teknologi bagi anak sebaiknya tidak hanya dipahami sebagai kemampuan menggunakan perangkat. Anak juga perlu diarahkan agar mengenal teknologi sebagai alat untuk belajar, mencari informasi, membuat sesuatu, dan mengembangkan kemampuan secara positif.
Pengalaman pendidikan anak tidak selalu berasal dari kegiatan pembelajaran di kelas. Sekolah juga dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan kemampuan melalui aktivitas lain.
Dalam brosur, SD Al Ma’soem menjelaskan bahwa selain belajar di kelas secara interaktif, peserta didik didorong menyalurkan minat dan bakat melalui Program Ekstrakurikuler, Program Days, serta berbagai kejuaraan dan lomba di luar sekolah.
Artinya, pengalaman belajar anak dapat berlangsung melalui berbagai bentuk kegiatan. Anak dapat memperoleh pengalaman akademik di kelas, mengembangkan minat melalui ekstrakurikuler, serta belajar menghadapi pengalaman kompetisi melalui berbagai kegiatan yang diikuti.
Setiap anak memiliki ketertarikan yang berbeda. Ada anak yang lebih menikmati aktivitas olahraga, ada yang tertarik dengan angka atau sains, sementara anak lainnya mungkin lebih menyukai seni, bahasa, atau teknologi.
SD Al Ma’soem menyediakan berbagai pilihan ekstrakurikuler seperti Math Club, Sains Club, Futsal, Taekwondo, Catur, Hockey, Basket, Panahan, Robotik, Bola Volly, dan Paduan Suara, selain Tahfidz dan English Club. Keberagaman tersebut memberikan ruang bagi anak untuk mencoba bidang yang berbeda.
Pengembangan minat dan bakat juga dapat membantu anak mengenal dirinya sendiri. Mereka dapat mengetahui aktivitas apa yang membuat mereka tertarik, apa yang ingin mereka pelajari lebih jauh, serta bagaimana mereka menghadapi tantangan ketika mencoba sesuatu yang baru.
Perpaduan kurikulum tidak hanya berkaitan dengan materi pembelajaran. SD Al Ma’soem juga mencantumkan nilai yang ingin dibentuk pada peserta didik, yaitu Takwa, Disiplin dan Tangguh; Akhlak, Jujur dan Manfaat; serta Cerdas, Adaptif, Mandiri.
Nilai tersebut memberikan gambaran bahwa pendidikan diarahkan untuk membentuk anak dari berbagai sisi. Kemampuan akademik menjadi salah satu bagian, sementara sikap, kebiasaan, dan kemampuan beradaptasi juga mendapatkan perhatian.
Dalam kehidupan sehari-hari, karakter tersebut dapat terlihat dari kebiasaan anak ketika mengikuti aturan, bekerja bersama teman, menyelesaikan tanggung jawab, serta berusaha menghadapi kesulitan tanpa mudah menyerah.
SD Al Ma’soem mencantumkan visi “Melahirkan Generasi Cageur, Bageur, Pinter”. Konsep tersebut menjadi gambaran mengenai arah pendidikan yang ingin dibangun, yaitu tidak hanya menghasilkan anak yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki karakter dan kebiasaan positif.
Pendekatan seperti ini relevan untuk pendidikan dasar karena anak masih berada pada tahap awal membangun fondasi belajar. Pengetahuan yang diperoleh di sekolah dapat berkembang seiring waktu, sementara kebiasaan belajar, sikap terhadap orang lain, dan cara menghadapi tantangan juga perlu dibentuk secara bertahap.
Bagi orang tua yang sedang mempertimbangkan sekolah untuk Tahun Ajaran 2027–2028, informasi mengenai kurikulum dapat menjadi salah satu pertimbangan utama. Dalam kasus SD Al Ma’soem, brosur secara khusus menyebut penggunaan kurikulum DIKNAS 100% dan kurikulum Al Ma’soem, disertai tambahan pembelajaran untuk IMTAK dan IPTEK.
Dengan memahami konsep tersebut, orang tua dapat melihat pilihan sekolah bukan hanya dari nama kurikulum, tetapi juga dari bagaimana sekolah memberikan pengalaman pendidikan kepada anak melalui pembelajaran, pengembangan minat dan bakat, pembentukan karakter, serta berbagai kegiatan pendukung lainnya.