sistem atau metode simaan di Al masoem

Bagaimana Konsep Pendidikan Karakter Di SD, SMP, SMA Al Masoem

Semua anak memiliki keunikannya masing –masing. Hal inilah yang menyebabkan, kita sebagai orang tua tidak boleh membandingkan antara satu anak dengan anak yang lainnya. Selain berbeda setiap individunya, cara untuk mendidik anak pun berbeda karena harus disesuaikan dengan batasan umur anak.

Di  sekolah Al Masoem Bandung, baik SD, SMP, hingga SMA, sistem pendidikan bagi anak sangat diperhatikan. Cara mendidik anak pun menjadi perhatian lebih, karena setiap usia memiliki cara pendekatan yang berbeda. Terutama dengan Al Masoem yang mengedepankan pendidikan karakter bagi anak didiknya.

 Bagaimana Perbedaan Pendidikan Karakter Anak SD, SMP, Dan SMA Al Masoem ?

Dengan didampingi oleh guru yang ramah dan handal di bidangnya, anak didik al masoem akan dididik dan dibimbing dengan baik. Perlu diingat jika setiap anak berbeda dan tentunya karakter yang dimiliki berbeda. Oleh karena itu, di Sekolah Al Masoem dibuat sebuah pemetaan khusus untuk pendidikan karakter bagi anak, mulai dari usia SD, SMP, hingga SMA.

Di usia SD, anak – anak tentunya akan menjadi aktif, suka bergerak, dan lebih suka melakukan sesuatu daripada hanya mendengarkan sebuah teori saja. oleh karena itu, biasanya sistem pendidikan di SD lebih banyak dilakukan dengan konsep belajar sambil bermain. Hal ini harus dilakukan untuk mencegah rasa stress pada anak juga mengusir rasa bosan.

Beralih ke usia SMP, biasanya anak mulai bersikap memberontak. Di usia ini, anak mudah marah apabila masih diperlakukan seperti anak kecil meskipun faktanya di usia ini anak – anak masih berkembang. Justru di usia smp ini adalah masa awal dari pencarian jati diri anak sehingga anak menjadi labil dan suka bingung, baik secara sikap, pikiran, hingga omongan. Dari segi fisik pun juga mulai berubah.

Berlanjut ke masa SMA, pola pikir anak menjadi lebih matang daripada sebelumnya. Namun di tahap ini, anak masih membutuhkan pendampingan karena masih kesulitan membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Hal ini tentunya akan berpengaruh dalam pembuatan keputusan dalam hidup anak ke depannya. Di masa sma inilah biasanya anak akan mendapatkan tes pengenalan dan pendalaman minat dan bakat.

Pendidikan Karakter Yang Sesuai Untuk Anak SD, SMP, Dan SMA Al Masoem

Setelah mengetahui road mapping untuk karakter anak berdasarkan usia sekolah, maka langkah selanjutnya adalah menentukan cara mendidik karakter anak sesuai umurnya. Tentu saja akan berbeda, antara satu dengan yang lainnya. Di Al Masoem, para fasilitator selalu mencoba berbagai pendekatan dalam melakukan pembelajaran. Hal ini ditujukan untuk menciptakan rasa nyaman pada anak sehingga bisa mengikuti segala macam pembelajaran yang sudah disiapkan.

Untuk anak SD, cara mendidik karakter anak bisa dimulai dari pembelajaran untuk karakter dasar. Misalnya dengan menanamkan rasa bersyukur pada anak. dengan  cara ini akan belajar untuk selalu bersyukur atas pemberian Tuhan dan tidak mudah merasa iri dengan orang lain. Selain itu, menanamkan kebiasaan untuk mengucapkan tolong, maaf, dan terimakasih kepada orang lain.  Dengan pribadi seperti ini, anak akan terbiasa menjadi pribadi yang positif, tidak sungkan terhadap orang lain, selalu menghormati, dan tentunya diterima di lingkungan seperti apa pun. Selain itu, di usia ini anak juga harus diajarkan untuk memiliki rasa empati, bagaimana bertenggang rasa, dan bertoleransi dengan orang lain.

Berbeda dengan anak – anak di usia SD, di usia SMP, cara mendidik karakter anak lebih ke cara mengendalikan diri sendiri karena di masa ini anak cenderung masih sangat labil. Sebagai langkah awal, anak perlu ditanamkan rasa sabar dan optimis. Sikap anak yang masih labil dan cenderung plin plan membuat emosi anak lebih cepat berubah. Oleh karena itu, rasa sabar sangat diperlukan. Selain itu, anak harus dilatih untuk bersikap optimis akan apa yang dimiliki. Ketika memiliki masalah, anak harus yakin bahwa dirinya bisa menyelesaikan permasalahan tersebut dengan bijaksana dan kepala dingin.

Di usia SMA, pendidikan karakter anak lebih difokuskan pada attitude anak. di masa peralihan anak menuju ke masa dewasa, membuat anak lebih banyak bersosialisasi dengan banyak orang serta sudah mulai menentukan apa yang ia mau. Di dalam tahap ini, anak harus bisa bertanggung jawab dalam segala hal di hidupnya. Hal ini bisa dimulai dari hal kecil sekalipun, misalnya mulai bisa menentukan skala prioritas dalam hidupnya.

Kemudian, anak juga harus dibiasakan untuk selalu terbuka kepada orang tua. Jika terdapat sesuatu yang membuatnya bingung, sebisa mungkin diusahakan agar anak untuk berbicara kepada orang tua. Jangan membuat anak takut untuk bercerita, usahakan untuk membuat anak merasa nyaman untuk ngobrol dua arah.

Hal yang tidak kalah penting dari ini semua adalah pembiasaan beretika. Sejatinya hal ini harus dibiasakan sejak kecil, namun tidak jarang anak kecil yang belum paham apa itu etika. Di usia sma ini, anak sudah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk sehingga anak bisa mengaplikasikannya dalam aktivitas sehari – hari. Bagaimana bersikap baik, bersikap sopan, hingga sikap menghormati orang lain.

Di sekolah Al Masoem, baik itu di sekolah maupun di asrama pesantren, anak akan selalu dididik sesuai usia dan norma agama. Dengan cara ini diharapkan akan menjadi pribadi yang sholih, cerdas, namun penuh kasih terhadap sesama.