Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Pendidikan di sekolah dasar tidak hanya berkaitan dengan kemampuan anak dalam memahami pelajaran di kelas, tetapi juga bagaimana anak mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan minat, bakat, kreativitas, kemampuan sosial, serta berbagai keterampilan yang akan berguna dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, kegiatan akademik dan nonakademik perlu berjalan secara seimbang agar pengalaman belajar anak tidak hanya berfokus pada nilai, tetapi juga pada proses mengenal dan mengembangkan dirinya.
Di lingkungan sekolah, kegiatan akademik dapat menjadi dasar bagi anak untuk membangun kemampuan membaca, berhitung, memahami ilmu pengetahuan, menggunakan teknologi, serta mengikuti proses pembelajaran secara terarah. Sementara itu, kegiatan nonakademik memberikan ruang yang berbeda bagi anak untuk mencoba berbagai aktivitas sesuai ketertarikan mereka. SD Al Ma’soem sendiri menggambarkan pendekatan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyalurkan minat dan bakat melalui kegiatan ekstrakurikuler, Program Days, maupun berbagai perlombaan di luar sekolah.
Pembelajaran akademik tetap menjadi bagian penting dalam pendidikan anak karena melalui kegiatan tersebut siswa memperoleh berbagai pengetahuan dasar yang dibutuhkan untuk mengikuti jenjang pendidikan berikutnya. Anak belajar memahami konsep, menyelesaikan soal, membaca informasi, menyampaikan jawaban, serta mengikuti kegiatan pembelajaran yang membutuhkan konsentrasi dan ketekunan.
Namun, kemampuan anak sebenarnya tidak selalu dapat terlihat hanya melalui hasil ujian atau tugas sekolah. Ada anak yang lebih mudah menunjukkan potensinya ketika melakukan aktivitas olahraga, bermain musik, membuat karya, mengikuti kegiatan sains, atau bekerja bersama teman. Inilah alasan kegiatan nonakademik dapat menjadi pelengkap yang penting dalam pengalaman belajar anak.
Kegiatan di luar pembelajaran utama juga dapat membuat anak menemukan pengalaman baru yang mungkin belum mereka dapatkan ketika berada di dalam kelas. Ketika anak mencoba berbagai aktivitas, mereka memiliki kesempatan untuk mengetahui apa yang disukai, apa yang ingin dipelajari lebih jauh, dan bidang apa yang membuat mereka merasa tertantang.
Keseimbangan kedua jenis kegiatan tersebut dapat memberikan pengalaman yang lebih lengkap bagi perkembangan anak, terutama ketika aktivitas yang diberikan sesuai dengan usia dan kemampuan mereka.
Beberapa manfaat yang dapat diperoleh antara lain:
Dengan begitu, kegiatan akademik dan nonakademik bukan sesuatu yang harus dipertentangkan. Keduanya dapat saling melengkapi selama jadwal dan porsinya disesuaikan dengan kebutuhan anak.
Ekstrakurikuler memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba bidang yang mungkin berbeda dari pelajaran utama di kelas. Anak dapat mengikuti kegiatan berdasarkan ketertarikan mereka sehingga proses belajar terasa lebih dekat dengan pengalaman pribadi.
Di SD Al Ma’soem, pilihan kegiatan yang tersedia cukup beragam, mulai dari Tahfidz, English Club, Math Club, Sains Club, Futsal, Taekwondo, Catur, Hockey, Basket, Panahan, Robotik, Bola Volly, hingga Paduan Suara. Keragaman tersebut memberikan ruang bagi anak untuk mengenal aktivitas akademik, olahraga, teknologi, seni, maupun pengembangan diri.
Pilihan yang beragam juga penting karena setiap anak mempunyai karakter dan ketertarikan yang berbeda. Anak yang senang bergerak mungkin lebih menikmati kegiatan olahraga, sedangkan anak yang memiliki rasa ingin tahu terhadap teknologi dapat tertarik pada robotik. Anak yang menyukai aktivitas bahasa dapat menemukan pengalaman berbeda melalui English Club, sementara anak yang menyukai tantangan akademik dapat mencoba Math Club atau Sains Club.
Masih ada anggapan bahwa kegiatan nonakademik hanya berfungsi sebagai aktivitas tambahan setelah anak selesai belajar. Padahal, apabila dirancang dengan baik, kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari proses pendidikan yang membantu anak mengembangkan kemampuan lain.
Ketika mengikuti olahraga, misalnya, anak tidak hanya melakukan aktivitas fisik. Mereka juga belajar memahami aturan, bekerja sama, menerima hasil pertandingan, menghargai teman, dan berusaha memperbaiki kemampuan. Dalam kegiatan seni, anak dapat belajar mengekspresikan gagasan dan berani menunjukkan hasil karyanya.
Begitu pula dengan kegiatan berbasis teknologi. Anak yang mengikuti aktivitas robotik tidak hanya berhadapan dengan perangkat, tetapi juga dapat terbiasa berpikir secara sistematis, mencoba solusi, dan menghadapi kemungkinan kesalahan selama proses membuat sesuatu. Pengalaman semacam ini dapat memperkaya proses belajar yang diperoleh anak di kelas.
Sekolah memiliki peran penting dalam memastikan kegiatan akademik dan nonakademik tidak berjalan secara terpisah. Keduanya perlu ditempatkan sebagai bagian dari pengalaman pendidikan anak dengan mempertimbangkan usia, kemampuan, waktu istirahat, serta kebutuhan perkembangan siswa.
Konsep pembelajaran interaktif yang tercantum dalam informasi SD Al Ma’soem juga menunjukkan adanya upaya untuk memberikan ruang kepada siswa agar lebih aktif dalam proses belajar. Selain pembelajaran, siswa diarahkan untuk menyalurkan minat dan bakat melalui ekstrakurikuler, Program Days, serta kompetisi yang dapat membantu mengasah kemampuan dan membangun pengalaman berkompetisi secara sehat.
Sekolah juga dapat membantu anak memahami bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh satu kemampuan. Anak tetap perlu serius dalam pembelajaran akademik, tetapi pada saat yang sama mereka dapat memiliki ruang untuk mengeksplorasi bidang lain yang membuat mereka berkembang.
Orang tua juga mempunyai peran dalam membantu anak menjalani berbagai aktivitas tanpa membuat mereka merasa terlalu terbebani. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah memperhatikan kondisi anak setelah mengikuti kegiatan sekolah.
Beberapa hal yang dapat diperhatikan orang tua misalnya:
Pemilihan kegiatan sebaiknya tidak hanya berdasarkan keinginan orang tua. Anak perlu diberikan kesempatan untuk menyampaikan apa yang mereka sukai dan apa yang ingin mereka coba. Dengan cara tersebut, kegiatan yang diikuti dapat menjadi pengalaman positif, bukan sekadar kewajiban tambahan.
Kegiatan akademik dan nonakademik pada dasarnya dapat saling memberikan pengaruh positif. Anak yang terbiasa mengikuti kegiatan olahraga, misalnya, dapat belajar tentang disiplin dan pengaturan waktu yang kemudian berguna ketika menyelesaikan tugas sekolah. Sebaliknya, kemampuan berpikir yang diperoleh melalui pembelajaran akademik dapat digunakan ketika anak menghadapi tantangan dalam kegiatan nonakademik.
Pendekatan seperti ini sejalan dengan gambaran pendidikan SD Al Ma’soem yang tidak hanya menekankan pengetahuan, tetapi juga pengembangan iman dan akhlak, kedisiplinan, literasi, numerasi, kepedulian sosial, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi. Visi sekolah yang mengarah pada generasi “Cageur, Bageur, Pinter” juga menunjukkan perhatian terhadap perkembangan anak dari berbagai sisi.
Pada akhirnya, anak membutuhkan ruang untuk belajar sekaligus ruang untuk mencoba. Kegiatan akademik membantu membangun dasar pengetahuan dan kemampuan berpikir, sedangkan kegiatan nonakademik dapat menjadi tempat bagi anak untuk mengeksplorasi minat, membangun keterampilan sosial, melatih tanggung jawab, dan menemukan pengalaman baru. Keseimbangan keduanya dapat membuat masa sekolah dasar menjadi proses yang lebih beragam dan membantu anak berkembang sesuai dengan potensi masing-masing.