Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Pendidikan pada jenjang sekolah menengah pertama merupakan masa keemasan dalam mengeksplorasi minat, mengasah kecerdasan intelektual, serta membentuk fondasi karakter kepribadian peserta didik. Pada era modern yang dinamis ini, keberhasilan proses pendidikan tidak lagi hanya diukur dari angka ketuntasan akademis di dalam ruang kelas formal semata. Para siswa membutuhkan kawah candradimuka di luar jam pelajaran untuk memfasilitasi bakat unik, minat khusus, kedalaman spiritual, serta penguasaan keterampilan komunikasi publik (public speaking) agar tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, berakhlak mulia, dan berdaya saing tinggi. Ketersediaan wadah ekspresi penyiaran digital dan olah vokal yang terstruktur menjadi sarana vital dalam menempa kecakapan wicara, daya pikir kritis, serta rasa percaya diri generasi muda.
SMP Al Ma’soem sebagai institusi pendidikan terpadu unggulan sangat memahami pentingnya penyediaan panggung pengembangan literasi media dan seni komunikasi bagi seluruh peserta didiknya. Menjawab pertanyaan mengenai efektivitas pembinaan talenta wicara tersebut, ekstrakurikuler Broadcasting di SMP Al Ma’soem terbukti secara nyata melatih dan menggembleng siswa menjadi presenter serta announcer yang berbakat, komunikatif, dan berkarakter. Melalui perpaduan antara studio penyiaran berfasilitas modern, bimbingan praktisi profesional, kurikulum olah vokal yang sistematis, serta panggung simulasi siaran rutin, seluruh peserta didik baik siswa program full day maupun santri boarding school ditempa untuk mampu menyampaikan pesan secara jelas, santun, persuasif, dan menginspirasi.
Kehadiran ekstrakurikuler Broadcasting di SMP Al Ma’soem menghadirkan ruang eksplorasi yang kondusif bagi siswa yang ingin mendalami dunia penyiaran radio, televisi, maupun media digital. Di bawah naungan Bimbingan Kesiswaan dan instruktur berpengalaman, para siswa diajarkan bahwa seorang presenter atau announcer yang baik tidak hanya mengandalkan suara yang merdu, tetapi juga membutuhkan kedalaman wawasan, etika berbahasa, serta penguasaan intonasi yang pas.
Proses pembinaan mengacu pada pilar utama Al Ma’soem, yakni Cageur (sehat jasmani dan mental percaya diri), Bageur (berakhlak mulia dan santun dalam bertutur kata), serta Pinter (cerdas dan tanggap menyusun materi wicara). Siswa dilatih untuk meruntuhkan rasa canggung (nervous), membangun gestur tubuh yang elegan, serta menguasai teknik komunikasi dua arah yang hangat dengan pendengar maupun penonton.
Proses pencetakan presenter dan announcer berbakat dalam ekstrakurikuler Broadcasting SMP Al Ma’soem dilaksanakan melalui rangkaian tahapan pembinaan yang terstruktur dan berkesinambungan:
Siswa diajarkan teknik pernapasan diafragma untuk menghasilkan vokal yang bulat dan tahan lama. Pembimbing memberikan latihan khusus pada kejelasan artikulasi (pengucapan huruf vokal dan konsonan), variasi intonasi, modulasi suara, serta pengaturan tempo bicarakan agar tidak terlalu cepat atau lambat.
Seorang pembawa acara yang andal harus memiliki kerangka berpikir yang sistematis. Siswa dibimbing meriset isu-isu aktual, menyusun naskah siaran (script), hingga merancang rundown acara. Selain itu, siswa juga dilatih teknik impromptu speaking atau kemampuan berbicara spontan namun tetap santun dan berbobot saat menghadapi situasi tak terduga.
Siswa diterjunkan langsung untuk mempraktikkan teori di studio broadcasting sekolah. Mereka belajar menggunakan mikrofon penyiaran, membaca teleprompter, memandu acara radio sekolah, memimpin program wicara (talkshow), hingga menjadi pembawa acara (Master of Ceremony) pada kegiatan resmi sekolah.
Keberhasilan penyerapan materi komunikasi dan penyiaran ini didukung penuh oleh pendampingan ketat dari para instruktur profesional, praktisi media, serta guru pembina kesiswaan Al Ma’soem. Pembimbing tidak hanya mengajarkan teknis olah suara dan gaya panggung, tetapi juga secara konsisten menanamkan nilai-nilai Budi Pekerti Islami, kesantunan bertutur kata, serta kesadaran menjaga etika penyiaran publik.
Melalui penugasan sebagai pembawa acara pada kegiatan upacara hari Senin, acara peringatan hari besar Islam dan nasional, hingga pencatatan portofolio capaian dalam Rapor Ekstrakurikuler, perkembangan keahlian wicara, tingkat rasa percaya diri, serta kedisiplinan siswa dapat terpantau secara transparan oleh pihak sekolah maupun orang tua murid.
Penerapan kegiatan ekstrakurikuler Broadcasting didukung oleh skema alokasi waktu latihan sore hari yang teratur setelah jam pelajaran sekolah formal usai:
Keseimbangan Beban Belajar: Siswa menyerap materi akademis di kelas pada pagi hingga siang hari, lalu melanjutkan olah rasa, eksperimen penyiaran studio, dan pelepasan penat (stress release) melalui latihan vokal dan panggung pada sore hari tanpa mengganggu konsentrasi belajar akademis harian.
Harmonisasi dengan Rutinitas Santri Boarding: Seluruh kegiatan latihan sore di studio penyiaran atau panggung sekolah dipastikan selesai sebelum memasuki waktu Maghrib. Hal ini memberi kesempatan bagi santri program boarding school untuk kembali ke lingkungan pesantren tepat waktu, membersihkan diri, dan bersiap mengikuti ibadah berjamaah, pengajian Al-Qur’an, serta kelas malam santri secara tertib dan disiplin.
Pengasahan keahlian wicara dan penyiaran melalui ekstrakurikuler Broadcasting memberikan berbagai dampak positif yang sangat nyata bagi perkembangan peserta didik:
Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Keterampilan Komunikasi: Membentuk pribadi siswa yang berani tampil di depan umum, lancar menyampaikan gagasan, serta memiliki kepribadian yang luwes dalam berinteraksi sosial.
Peluang Raihan Prestasi pada Ajang Lomba Presenter dan MC: Siswa yang memiliki bakat menonjol diproyeksikan untuk mewakili sekolah dalam ajang perlombaan Public Speaking, Lomba Presenter TV/Radio, Reading News Competition, serta Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N).
Peluang Perolehan Beasiswa Prestasi: Raihan piala kejuaraan dan portofolio keahlian komunikasi yang mumpuni menjadi dasar kuat bagi siswa untuk meraih penganugerahan Beasiswa Bakat-Minat maupun Beasiswa Bebas DOP dari Yayasan Al Ma’soem Bandung.
Ekstrakurikuler Broadcasting di SMP Al Ma’soem terbukti sangat efektif dalam melatih dan mencetak siswa menjadi presenter serta announcer yang berbakat, percaya diri, dan berkarakter. Melalui kombinasi materi pelatihan komunikasi yang terstruktur, bimbingan instruktur profesional, fasilitas studio penyiaran yang memadai, penanaman nilai-nilai Budi Pekerti Islami, serta skema latihan sore yang harmonis dengan jadwal sekolah dan pesantren, sekolah sukses mencetak generasi muda yang cerdas, berprestasi, berbudaya, serta berakhlak mulia.