Cinco preguntas para encontrar soluciones

Apakah Kurikulum Merdeka & Cambridge Berlaku untuk Seluruh Siswa Reguler maupun Boarding School?

Memilih sekolah untuk jenjang SMA bukan hanya tentang mempertimbangkan fasilitas atau lokasi, tetapi juga memahami kurikulum dan sistem pembelajaran yang akan diterima siswa. Bagi orang tua, salah satu pertanyaan yang cukup penting adalah apakah program pendidikan yang ditawarkan sekolah berlaku untuk seluruh siswa, baik yang mengikuti sekolah reguler maupun yang memilih program boarding school.

SMA Al Ma’soem untuk Tahun Ajaran 2027–2028 menawarkan konsep Full Day & Boarding School dengan sejumlah program pendidikan, termasuk Kurikulum Merdeka, Kelas Internasional, Program Sukses PTN, Kelas Interaktif, Native Teacher, serta beasiswa akademik dan nonakademik. Selain itu, materi promosi sekolah juga mencantumkan Cambridge University Press sebagai Educational Partner.

Lalu, apakah Kurikulum Merdeka dan program yang berkaitan dengan Cambridge tersebut berlaku untuk seluruh siswa, baik siswa reguler maupun boarding? Berdasarkan dokumen yang tersedia, terdapat beberapa hal yang dapat dijelaskan dengan jelas, sekaligus beberapa hal yang tidak dinyatakan secara spesifik dalam materi tersebut.

SMA Al Ma’soem Menggunakan Kurikulum Merdeka

Salah satu program yang secara langsung tercantum dalam materi SMA Al Ma’soem adalah Kurikulum Merdeka. Pada informasi Tahun Ajaran 2027–2028, SMA Al Ma’soem diperkenalkan sebagai sekolah Full Day & Boarding School dengan Kurikulum Merdeka sebagai salah satu program pendidikannya.

Kurikulum Merdeka menjadi bagian dari kegiatan pendidikan sekolah, sementara pilihan siswa terhadap sistem full day atau boarding berkaitan dengan pola pembinaan dan tempat tinggal siswa selama mengikuti pendidikan. Dengan demikian, keberadaan program boarding tidak ditampilkan sebagai pengganti kurikulum sekolah, melainkan sebagai bagian dari pilihan sistem pendidikan yang tersedia.

Hal ini juga terlihat dari dokumen biaya pendidikan yang secara khusus membedakan antara biaya sekolah reguler dan biaya tambahan untuk boarding. Materi tersebut menunjukkan bahwa sekolah reguler memiliki komponen biaya tersendiri, sedangkan siswa boarding memperoleh tambahan program dan fasilitas pesantren.

Bagaimana dengan Cambridge?

Selain Kurikulum Merdeka, materi yang diberikan juga mencantumkan keterangan “CAMBRIDGE UNIVERSITY PRESS Educational Partner”. Artinya, Cambridge University Press disebut sebagai mitra pendidikan dalam materi SMA Al Ma’soem.

Namun, penting untuk membedakan antara keterangan Educational Partner dengan pernyataan bahwa seluruh siswa reguler dan boarding secara otomatis mengikuti kurikulum Cambridge. Dokumen yang tersedia tidak menjelaskan secara eksplisit bahwa Cambridge merupakan kurikulum utama yang menggantikan Kurikulum Merdeka untuk semua siswa.

Sebaliknya, materi sekolah secara jelas menyebut Kurikulum Merdeka dan Kelas Internasional sebagai dua program yang ditawarkan. Karena itu, informasi mengenai Cambridge dalam dokumen lebih tepat dipahami sebagai bagian dari kerja sama atau dukungan pendidikan yang perlu dilihat bersama dengan program kelas yang tersedia.

Dengan kata lain, dokumen yang tersedia belum memberikan pernyataan khusus bahwa setiap siswa reguler dan setiap siswa boarding wajib mengikuti pembelajaran Cambridge. Informasi tersebut juga tidak merinci apakah penggunaan materi atau program Cambridge diterapkan pada seluruh kelas atau terutama berkaitan dengan Kelas Internasional.

Reguler dan Boarding Tetap Berada dalam Lingkungan Pendidikan yang Sama

Salah satu hal penting dari materi SMA Al Ma’soem adalah bahwa sekolah menawarkan dua pola pendidikan, yaitu Full Day dan Boarding School. Keduanya berada dalam konsep pendidikan SMA Al Ma’soem untuk Tahun Ajaran 2027–2028.

Perbedaan utama yang terlihat dalam dokumen adalah adanya fasilitas dan pembelajaran pesantren bagi siswa boarding. Siswa boarding mendapatkan lingkungan pesantren dengan program seperti Al Quran Tajwid, Tahfidz, Kitab Kuning, Fiqih Ibadah, Aqidah Akhlaq, dan Bahasa Arab.

Program tersebut menjadi tambahan pembinaan bagi siswa yang memilih sistem boarding. Jadi, boarding bukan hanya berarti siswa tinggal di asrama, tetapi juga memiliki kegiatan pembelajaran pesantren yang melengkapi pendidikan sekolah.

Sementara itu, materi sekolah juga mencantumkan berbagai program yang menjadi bagian dari kehidupan pendidikan SMA, seperti Tahfidz dan ibadah, ekstrakurikuler, kegiatan tambahan, pembelajaran olahraga secara praktik, serta program pengembangan siswa.

Apa Perbedaan Siswa Reguler dan Boarding?

Jika dilihat dari dokumen, perbedaan reguler dan boarding lebih terlihat pada sistem pembinaan, fasilitas pesantren, dan kegiatan tambahan, bukan pada adanya keterangan bahwa kurikulum sekolah yang berbeda secara keseluruhan.

Untuk siswa reguler, dokumen mencantumkan biaya sekolah reguler yang terdiri dari registrasi, KPAM, kelengkapan siswa, Dana Pengembangan Pendidikan (DPP), dan biaya bulanan. Sementara itu, terdapat bagian tersendiri mengenai biaya tambahan untuk boarding, seperti ta’aruf, mushaf Al-Qur’an, Dana Fasilitas Tahunan (DAFT), DPP, dan biaya bulanan boarding.

Selain itu, siswa boarding mendapatkan fasilitas pesantren seperti pondok putra dan putri yang terpisah, kamar berkapasitas 4–6 orang dengan kamar mandi di dalam, laundry dan catering, aula, security 24 jam, CCTV, internet, sistem informasi santri berbasis Android, minimarket, serta fasilitas olahraga.

Hal tersebut menunjukkan bahwa sistem boarding memberikan pengalaman pendidikan yang lebih terintegrasi antara kegiatan sekolah dan kehidupan pesantren.

Kurikulum Sekolah dan Pendidikan Pesantren Saling Melengkapi

Salah satu keunikan program SMA Al Ma’soem adalah adanya perpaduan antara pendidikan akademik dengan pembinaan keagamaan. Dari sisi sekolah, terdapat Kurikulum Merdeka, Kelas Internasional, Program Sukses PTN, kelas interaktif, serta native teacher. Dari sisi pesantren, terdapat pembelajaran Al-Qur’an, Tahfidz, Kitab Kuning, Fiqih Ibadah, Aqidah Akhlaq, dan Bahasa Arab.
Konsep ini membuat siswa boarding tidak hanya mendapatkan pembelajaran akademik di sekolah, tetapi juga pembinaan keagamaan di lingkungan pesantren. Program Tahfidz yang ditawarkan bahkan memiliki target minimal 3 juz, disertai pelaksanaan shalat wajib berjamaah dan Dhuha bersama.

Dengan demikian, orang tua yang mempertimbangkan boarding dapat melihatnya sebagai sistem pendidikan yang menambahkan pembinaan pesantren ke dalam pengalaman pendidikan siswa.

Apakah Siswa Reguler dan Boarding Mendapat Program yang Sama?

Berdasarkan dokumen yang tersedia, Kurikulum Merdeka tercantum sebagai bagian dari program SMA Al Ma’soem Full Day & Boarding School. Namun, dokumen tersebut tidak memberikan pernyataan terpisah yang secara eksplisit mengatakan bahwa Kurikulum Merdeka hanya berlaku untuk siswa reguler atau hanya untuk siswa boarding.

Hal yang sama berlaku untuk informasi mengenai Cambridge. Dokumen mencantumkan Cambridge University Press sebagai Educational Partner, tetapi tidak menjelaskan secara rinci pembagian penerapannya berdasarkan status reguler atau boarding.

Karena itu, berdasarkan materi yang tersedia, tidak tepat untuk menyimpulkan bahwa siswa boarding mendapatkan kurikulum sekolah yang berbeda dari siswa reguler. Yang terlihat jelas justru adanya tambahan program pesantren dan fasilitas boarding bagi siswa yang memilih sistem tersebut.

Untuk informasi yang lebih spesifik mengenai apakah seluruh siswa mendapatkan materi Cambridge, kelas internasional, atau program tertentu yang berkaitan dengan Cambridge, calon siswa dan orang tua sebaiknya mengonfirmasi langsung kepada pihak SMA Al Ma’soem.

Pendidikan Akademik Tetap Berpadu dengan Pembentukan Karakter

Selain kurikulum dan program internasional, SMA Al Ma’soem juga menekankan pembentukan karakter melalui konsep CAGEUR, BAGEUR, dan PINTER. CAGEUR diarahkan pada takwa, disiplin, dan ketangguhan; BAGEUR mencakup akhlak, kejujuran, dan kebermanfaatan; sedangkan PINTER berkaitan dengan kecerdasan, kemampuan beradaptasi, dan kemandirian.

Konsep tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan di SMA Al Ma’soem tidak hanya diarahkan pada pencapaian akademik. Sekolah juga memberikan perhatian pada karakter, kedisiplinan, kemandirian, dan pembinaan keagamaan.

Bagi siswa boarding, pembentukan karakter tersebut juga didukung oleh kehidupan pesantren. Adanya pondok, kegiatan ibadah, program Tahfidz, serta pembelajaran agama memberikan lingkungan yang mendukung pembinaan siswa di luar jam pembelajaran sekolah.

Jadi, Kurikulum Merdeka tercantum sebagai salah satu program pendidikan SMA Al Ma’soem Full Day & Boarding School, sehingga materi sekolah tidak menunjukkan bahwa kurikulum tersebut hanya diperuntukkan bagi siswa reguler. Pada saat yang sama, Cambridge University Press tercantum sebagai Educational Partner, sedangkan sekolah juga menawarkan Kelas Internasional dan native teacher.

Namun, dokumen yang tersedia belum menjelaskan secara eksplisit dan terperinci apakah seluruh siswa reguler maupun boarding mengikuti program Cambridge dengan pola yang sama. Karena itu, informasi mengenai penerapan Cambridge pada masing-masing kelas perlu dikonfirmasi langsung kepada pihak sekolah.

Yang dapat dipastikan dari materi adalah bahwa pilihan boarding memberikan tambahan pengalaman pendidikan melalui pembelajaran pesantren, yang meliputi Al Quran Tajwid, Tahfidz, Kitab Kuning, Fiqih Ibadah, Aqidah Akhlaq, dan Bahasa Arab.

Dengan konsep tersebut, SMA Al Ma’soem memadukan pendidikan akademik, pengembangan karakter, pembinaan keagamaan, serta pilihan sistem Full Day dan Boarding School. Bagi orang tua, memahami perbedaan antara kurikulum sekolah, Kelas Internasional, Educational Partner Cambridge, dan program pesantren menjadi langkah penting sebelum menentukan pilihan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan rencana pendidikan anak.