Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Program Intensive English Course atau IEC menjadi salah satu hal yang menarik perhatian orang tua ketika memilih sekolah dasar internasional. Program tambahan Bahasa Inggris dapat memberikan lebih banyak kesempatan kepada anak untuk mendengar, memahami, berbicara, membaca, dan menggunakan bahasa tersebut dalam berbagai situasi. Namun, muncul pertanyaan yang cukup wajar: apakah tambahan jam belajar Bahasa Inggris justru membuat anak SD terlalu lelah?
Kekhawatiran tersebut perlu dilihat secara lebih menyeluruh. Tambahan waktu belajar tidak selalu berarti beban tambahan apabila program dirancang sesuai usia, menggunakan metode yang menarik, dan tetap memperhatikan kebutuhan anak untuk beristirahat serta melakukan aktivitas lain.
Intensive English Course pada dasarnya memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendapatkan paparan Bahasa Inggris yang lebih banyak dibandingkan pembelajaran bahasa biasa.
Dalam lingkungan sekolah internasional, program seperti IEC dapat menjadi bagian dari upaya membangun kemampuan komunikasi siswa secara bertahap.
Kegiatan tidak harus selalu berupa pembelajaran tata bahasa yang serius. Untuk anak SD, kegiatan dapat dikemas melalui percakapan, permainan edukatif, storytelling, latihan kosakata, membaca, aktivitas kelompok, maupun kegiatan praktis.
Dengan pendekatan yang tepat, anak dapat merasa bahwa mereka sedang melakukan aktivitas belajar yang menyenangkan.
Yang menentukan apakah sebuah program terasa berat bukan hanya jumlah waktunya.
Metode pembelajaran memiliki pengaruh besar.
Satu jam kegiatan yang interaktif dapat terasa lebih ringan bagi anak dibandingkan pembelajaran yang lebih singkat tetapi monoton dan penuh tekanan.
Karena itu, orang tua sebaiknya melihat bagaimana IEC dilaksanakan.
Apakah anak aktif berbicara? Apakah ada permainan? Apakah guru memberikan variasi aktivitas? Apakah anak memiliki kesempatan bergerak? Pertanyaan seperti ini dapat membantu orang tua memahami kualitas program.
Anak SD memiliki rentang perhatian yang berbeda dengan siswa remaja atau orang dewasa.
Mereka membutuhkan variasi kegiatan agar tetap tertarik.
Pembelajaran Bahasa Inggris dapat dilakukan melalui aktivitas yang melibatkan gambar, cerita, gerakan, percakapan, permainan, dan kerja kelompok.
Metode seperti ini membantu anak belajar tanpa merasa sedang menghadapi tambahan pelajaran yang terlalu formal.
Kemampuan bahasa membutuhkan latihan.
Anak perlu mendengar bahasa secara berulang sebelum dapat memahami dan menggunakannya secara aktif.
Semakin banyak kesempatan menggunakan Bahasa Inggris dalam konteks yang relevan, semakin besar peluang anak untuk terbiasa.
Namun, paparan tidak harus berarti anak berbicara Bahasa Inggris sepanjang hari.
Yang penting adalah adanya kesempatan yang konsisten dan sesuai dengan kemampuan.
Setiap anak memiliki kecepatan perkembangan bahasa yang berbeda.
Ada anak yang cepat memahami kosakata, tetapi membutuhkan waktu lebih lama untuk berbicara. Ada juga yang berani berbicara meskipun masih melakukan banyak kesalahan.
Orang tua sebaiknya tidak menjadikan kemampuan teman sebagai standar mutlak.
Kemajuan anak sendiri lebih penting untuk diperhatikan.
Jika anak yang awalnya hanya memahami beberapa kata kemudian mulai berani membuat kalimat sederhana, hal tersebut sudah merupakan perkembangan.
Dalam lingkungan bilingual, anak menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris sebagai bagian dari proses pendidikan.
IEC dapat memberikan kesempatan tambahan untuk memperkuat kemampuan Bahasa Inggris sehingga siswa tidak hanya mengenal kosakata, tetapi juga belajar menggunakannya.
Misalnya, anak dapat berlatih memperkenalkan diri, menyampaikan pendapat, mendeskripsikan sesuatu, atau melakukan presentasi sederhana.
Kegiatan tersebut dapat meningkatkan keberanian berkomunikasi.
Anak akan lebih mudah memahami bahasa apabila kosakata memiliki hubungan dengan kehidupan mereka.
Misalnya, tema makanan dapat dikaitkan dengan kegiatan membuat menu sederhana. Tema lingkungan dapat dikaitkan dengan pengamatan sekitar sekolah. Tema hewan dapat dikaitkan dengan gambar atau proyek sains.
Ketika Bahasa Inggris digunakan untuk melakukan sesuatu, anak dapat memahami bahwa bahasa adalah alat komunikasi, bukan sekadar kumpulan kata.
Walaupun IEC memiliki manfaat, jadwal anak tetap harus seimbang.
Anak membutuhkan waktu belajar akademik, olahraga, kegiatan sosial, istirahat, makan, bermain, dan aktivitas lainnya.
Sekolah yang memiliki program Full Day maupun internasional perlu mengatur jadwal dengan mempertimbangkan keseluruhan kebutuhan siswa.
Orang tua juga perlu memperhatikan kondisi anak setelah mengikuti kegiatan.
Jika anak tampak sangat kelelahan secara terus-menerus, komunikasi dengan sekolah menjadi penting.
Istirahat bukan waktu yang sia-sia.
Anak membutuhkan waktu untuk memulihkan energi setelah melakukan berbagai aktivitas.
Karena itu, program IEC sebaiknya tidak dipandang sebagai kegiatan yang harus selalu memaksimalkan setiap menit.
Kualitas pembelajaran lebih penting daripada sekadar menambah durasi.
Guru Bahasa Inggris memiliki peran besar dalam menentukan pengalaman siswa.
Guru dapat membuat aktivitas bervariasi agar anak tidak merasa jenuh.
Storytelling, permainan kosakata, dialog, kuis, presentasi, proyek sederhana, dan kegiatan kelompok dapat digunakan secara bergantian.
Selain itu, guru perlu memberikan dukungan kepada anak yang masih merasa malu atau takut menggunakan Bahasa Inggris.
Orang tua tidak perlu menambah beban belajar anak dengan memberikan latihan Bahasa Inggris secara berlebihan.
Dukungan dapat dilakukan secara ringan.
Misalnya, membaca buku cerita bersama, menonton konten edukatif sesuai usia, mengenalkan kosakata sehari-hari, atau meminta anak menceritakan pengalaman sekolah.
Yang penting adalah menjaga suasana positif.
Orang tua dapat memperhatikan beberapa tanda.
Apakah anak menikmati kegiatan? Apakah anak mulai menggunakan kosakata baru? Apakah ia lebih berani berbicara? Apakah ia mampu mengikuti instruksi? Apakah kegiatan tersebut mengganggu waktu istirahat?
Tidak semua perkembangan harus terlihat dalam bentuk nilai.
Keberanian berkomunikasi dan kemampuan memahami bahasa juga merupakan bagian dari perkembangan.
Program Intensive English Course dapat menjadi salah satu unsur yang dipertimbangkan keluarga ketika mencari SD internasional dengan lingkungan bilingual.
Di SD Internasional Al Maβsoem, program bahasa dapat dilihat bersama dengan Cambridge Curriculum, kegiatan sains, robotik, teknologi pembelajaran, dan berbagai aktivitas lainnya.
Namun, orang tua tetap perlu melihat bagaimana keseluruhan jadwal anak disusun agar kegiatan akademik dan nonakademik tetap seimbang.
Jam belajar tambahan melalui Intensive English Course tidak otomatis membuat anak SD terbebani. Dampaknya sangat bergantung pada durasi, metode, suasana belajar, kemampuan anak, dan bagaimana sekolah mengatur keseluruhan jadwal.
Program Bahasa Inggris yang interaktif dan sesuai usia dapat menjadi kesempatan bagi anak untuk meningkatkan kemampuan komunikasi secara bertahap.
Yang perlu diperhatikan adalah keseimbangan. Anak tetap membutuhkan istirahat, bermain, bergerak, bersosialisasi, dan melakukan aktivitas lain.
Karena itu, ketika memilih sekolah internasional, orang tua sebaiknya tidak hanya bertanya berapa banyak jam Bahasa Inggris yang diberikan, tetapi juga bagaimana pembelajaran tersebut dilakukan dan bagaimana sekolah menjaga keseimbangan kebutuhan anak.