Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Kemampuan berbicara di depan orang lain menjadi salah satu keterampilan yang semakin dibutuhkan siswa pada jenjang SMP. Terlebih bagi siswa yang mengikuti kelas internasional, kemampuan menyampaikan gagasan secara jelas dapat menjadi pelengkap penting dari kemampuan akademik dan bahasa. Karena itu, muncul pertanyaan: “Apakah ekstrakurikuler public speaking dan podcast menunjang kemampuan presentasi siswa International Class?”
Presentasi tidak hanya berkaitan dengan keberanian berdiri di depan kelas. Siswa juga perlu belajar menyusun ide, memilih kata yang tepat, mengatur intonasi, memahami audiens, menggunakan bahasa tubuh, serta menyampaikan informasi secara runtut. Kegiatan berbasis public speaking dan podcast dapat menjadi salah satu ruang latihan yang menarik karena siswa tidak hanya berbicara, tetapi juga belajar menghasilkan sebuah karya komunikasi.
Bagi siswa SMP Internasional Al Ma’soem, kemampuan tersebut dapat menjadi pelengkap dari lingkungan pembelajaran bilingual, penggunaan bahasa Inggris yang lebih intensif, serta penerapan Cambridge Curriculum pada Mathematics, Science, dan English.
Pembelajaran internasional tidak hanya menekankan pemahaman materi. Siswa juga perlu terbiasa menyampaikan pemikiran dan berkomunikasi dengan orang lain.
Dalam proses pembelajaran, siswa dapat menghadapi berbagai situasi yang membutuhkan kemampuan berbicara. Mereka mungkin diminta mempresentasikan tugas, menjelaskan hasil pengamatan, berdiskusi dalam kelompok, atau menyampaikan pendapat mengenai suatu topik.
Kemampuan tersebut tidak selalu muncul secara otomatis. Ada siswa yang memiliki ide bagus tetapi kesulitan menyampaikannya. Ada pula yang sebenarnya memahami materi, tetapi kurang percaya diri ketika harus berbicara di depan banyak orang.
Latihan public speaking dapat memberikan ruang untuk menghadapi situasi tersebut secara bertahap.
Podcast memiliki karakter berbeda dari presentasi formal di depan kelas. Dalam podcast, siswa dapat belajar membuat konsep pembicaraan, menentukan topik, menyusun pertanyaan, melakukan percakapan, dan mengembangkan alur pembahasan.
Jika kegiatan podcast tersedia sebagai bagian dari program ekstrakurikuler, aktivitas tersebut dapat menjadi sarana untuk melatih komunikasi secara lebih kontekstual.
Siswa dapat belajar bahwa berbicara bukan sekadar mengucapkan banyak kata. Pembicara perlu memiliki tujuan yang jelas. Ketika membuat konten, misalnya, siswa harus memahami siapa audiensnya dan informasi apa yang ingin disampaikan.
Proses tersebut dapat melatih kemampuan berpikir sebelum berbicara.
Selain itu, format podcast memungkinkan siswa mengenal aspek teknis produksi media seperti penggunaan mikrofon, perekaman suara, pengelolaan materi, dan penyuntingan sesuai fasilitas serta program pembina.
Public speaking dan podcast memiliki hubungan yang cukup erat dengan kemampuan presentasi karena keduanya sama-sama membutuhkan struktur komunikasi.
Dalam presentasi, siswa perlu memulai dengan pengantar, menyampaikan gagasan utama, memberikan penjelasan, kemudian menutup pembahasan.
Dalam podcast, pola tersebut dapat diterapkan melalui pembukaan, pengenalan topik, pembahasan utama, interaksi antarpembicara, dan penutup.
Dengan latihan berulang, siswa dapat belajar mengurangi kebiasaan berbicara terlalu cepat, terlalu pelan, atau tidak terstruktur. Mereka juga dapat belajar menggunakan jeda ketika berbicara agar pesan lebih mudah dipahami.
Rekaman podcast memiliki kelebihan lain: siswa dapat mendengarkan kembali hasil bicaranya. Dari sana, mereka dapat mengetahui bagian yang masih perlu diperbaiki.
Salah satu karakter SMP Internasional Al Ma’soem adalah penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam proses pembelajaran. Program tersebut juga didukung Native English Teacher dan extended English learning hours.
Dalam konteks tersebut, aktivitas komunikasi dapat menjadi ruang untuk mempraktikkan bahasa secara lebih alami.
Namun, penggunaan bahasa Inggris dalam kegiatan public speaking atau podcast tentu bergantung pada konsep kegiatan dan arahan pembina. Tidak tepat jika setiap kegiatan langsung dianggap menggunakan bahasa Inggris penuh tanpa adanya ketentuan resmi.
Apabila terdapat sesi bilingual, siswa dapat berlatih menyampaikan ide dalam dua bahasa. Mereka belajar bahwa kemampuan bahasa bukan hanya tentang menghafal kosakata, tetapi juga menggunakannya untuk menyampaikan pesan.
Pengalaman ini dapat membantu siswa menjadi lebih terbiasa dengan komunikasi lisan.
Kemampuan presentasi sebenarnya tidak hanya berkaitan dengan teknik berbicara. Salah satu fondasinya adalah kemampuan menyusun pemikiran.
Siswa yang ingin membuat podcast mengenai suatu tema perlu menentukan informasi utama. Jika topiknya terlalu luas, pembahasan dapat menjadi tidak fokus. Karena itu, mereka perlu membatasi topik dan menyusun pertanyaan atau poin pembahasan.
Hal yang sama terjadi dalam presentasi.
Siswa perlu memahami mana informasi utama dan mana informasi pendukung. Mereka juga perlu menentukan urutan penjelasan agar audiens dapat mengikuti pembicaraan.
Kegiatan tersebut dapat menjadi latihan berpikir terstruktur yang relevan dengan pembelajaran akademik.
Public speaking sering dianggap hanya sebagai kemampuan berbicara. Padahal, komunikasi yang baik juga membutuhkan kemampuan mendengarkan.
Dalam podcast berformat percakapan, siswa harus mendengarkan lawan bicara sebelum memberikan respons. Jika tidak, jawaban dapat keluar dari konteks.
Kemampuan mendengarkan juga penting ketika melakukan presentasi. Siswa perlu memahami pertanyaan audiens agar dapat memberikan jawaban yang sesuai.
Dengan demikian, aktivitas komunikasi dapat membantu mengembangkan dua sisi sekaligus: menyampaikan pesan dan memahami pesan orang lain.
Rasa gugup ketika berbicara di depan orang lain merupakan pengalaman yang umum bagi remaja. Latihan yang bertahap dapat membantu siswa menjadi lebih terbiasa dengan situasi tersebut.
Podcast dapat menjadi tahap awal karena siswa berbicara melalui media rekaman. Setelah lebih terbiasa, pengalaman tersebut dapat diterapkan pada aktivitas presentasi atau penampilan di depan audiens, jika ada kesempatan.
Yang perlu ditekankan adalah bahwa tujuan latihan bukan membuat siswa tidak pernah gugup. Rasa gugup dapat tetap muncul. Yang penting adalah siswa memiliki strategi untuk tetap menyampaikan pesan dengan baik meskipun merasa tegang.
Lingkungan SMP Internasional Al Ma’soem didukung fasilitas multimedia, komputer di kelas, Smart TV, serta jaringan e-learning terintegrasi. Fasilitas tersebut menunjukkan adanya dukungan terhadap pembelajaran yang memanfaatkan teknologi.
Dalam kegiatan berbasis podcast atau media, fasilitas teknologi dapat menjadi bagian dari proses produksi sesuai kebutuhan dan ketersediaan program.
Siswa dapat belajar bahwa teknologi bukan hanya digunakan untuk hiburan. Perangkat digital juga dapat digunakan untuk membuat karya, menyampaikan informasi, dan mengembangkan keterampilan komunikasi.
Perspektif tersebut penting bagi remaja yang hidup dalam lingkungan digital.
Orang tua sebaiknya melihat kegiatan public speaking atau podcast dari prosesnya, bukan hanya hasil akhirnya.
Pertanyaan yang dapat diajukan antara lain apakah kegiatan tersebut tersedia pada tahun ajaran berjalan, siapa pembinanya, bagaimana jadwal latihan, apakah siswa pemula dapat mengikuti, apakah terdapat proyek produksi, dan apakah penggunaan bahasa Inggris menjadi bagian dari latihan.
Informasi tersebut penting karena format setiap ekstrakurikuler dapat berbeda.
Orang tua juga perlu memastikan anak mengikuti kegiatan berdasarkan minat. Kemampuan berbicara berkembang lebih baik ketika siswa merasa memiliki ketertarikan terhadap topik dan menikmati proses latihan.
Public speaking dan podcast dapat menunjang kemampuan presentasi siswa International Class apabila kegiatan tersebut tersedia dan dirancang dengan latihan komunikasi yang terarah. Keduanya dapat membantu siswa mengembangkan struktur berpikir, keberanian berbicara, kemampuan mendengarkan, penguasaan bahasa, serta keterampilan menggunakan media.
Bagi siswa SMP Internasional, kemampuan tersebut dapat melengkapi pengalaman akademik yang menggunakan pembelajaran bilingual dan Cambridge Curriculum. Siswa tidak hanya dituntut memahami informasi, tetapi juga memiliki kesempatan untuk belajar menyampaikan informasi secara jelas.
Podcast bahkan dapat memberikan pengalaman tambahan karena siswa dapat belajar membuat konsep, berbicara, merekam, mengevaluasi hasil, dan menghasilkan konten.
Meski demikian, detail mengenai keberadaan dan bentuk ekstrakurikuler Public Speaking & Podcast perlu dikonfirmasi kepada sekolah karena program kegiatan dapat berubah. Jika tersedia, kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu pilihan menarik bagi siswa yang ingin mengembangkan kemampuan komunikasi dan presentasi secara lebih kreatif.