Diseminasi upacara Al Masoem (18)

Anak Muda, Bekali Hidup dengan Ilmu dan Taqwa

Mungkin kita tidaklah asing mendengar sebuah petuah yang kurang lebih begini “pemuda adalah harapan bangsa, pemuda adalah harapan masyarakat di masa depan.” Sesuai dengan penyebutannya, ini diperuntukkan kepada kawula muda, kepada anak muda alih-alih kepada orang yang sudah berumur.

Ini bukan tanpa alasan, pemuda adalah miniatur dari kehidupan suatu bangsa. Bagaimana kehidupan suatu bangsa di 10 atau 20 tahun kedepan tergantung dari keadaan anak muda di masa sekarang. Ini juga berlaku dari segi keagamaan, dimana keberagaman Islam 10 atau 20 tahun mendatang bergantung pada para pemuda-pemudi Islam.

Bahkan Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu memiliki pesan kepada para pemuda yang berbunyi, “Wahai pemuda ketahuilah oleh kamu sekalian, sesungguhnya hidup seorang pemuda itu ‘Demi Allah’ harus diisi dengan Ilmu dan Taqwa. Jika dua perkara ini tidak ada dalam diri permuda, ilmu tidak ada atau taqwa tidak ada, maka tidak ada artinya dari pada kehidupannya.”

Makna dari petuah ini adalah, Ali radhiallahu ‘anhu mengingatkan bagi para pemuda untuk bersungguh-sungguh mencari ilmu di masa muda. Bila ini dilakukan, dia akan mendapatkan keberkahan maupun keberuntungan di hari tua. Namun bila seorang pemuda tidak memanfaatkan masa mudanya dengan menuntut ilmu, terlebih ilmu Agama, maka di hari tua akan merasa kebingungan dan penyesalan.

Dengan ilmu dan taqwa, ia mampu menjadi pelindung bagi perkembangan anak muda. Ilmu bisa menjadi syafa’at di akhirat nanti daripada harta yang tidak bisa memberikan syafa’at. Allah Subhanahu wa Ta’alla telah menjamin perlindungan bagi pemuda yang hidup dalam ketaatan ibadah kepada-Nya.

Untuk itu, selagi masih muda, marilah berikan kesempatan kepada anak-anak ataupun remaja untuk mendapatkan pendidikan yang layak, baik ilmu dunia maupun ilmu Agama. Sekolah bisa menjadi salah satu akses yang bisa digunakan untuk mendidik karena sistem pembelajarannya sudah tersusun dengan rapi dan didampingi oleh para guru.

Hal ini pula yang dimiliki oleh sekolah di Yayasan Al Ma’soem. Siswa yang bersekolah di lingkungan Al Ma’soem akan mendapatkan pembelajaran ilmu umum dan ilmu agama secara komprehensif khas Al Ma’soem. Lebih dari itu, kami memiliki misi untuk “menyediakan sekaligus membiasakan sikap hidup disiplin”. Jadi sikap disiplin diterapkan dalam setiap kegiatan belajar mengajar, dan ini berlaku  kepada seluruh civitas Yayasan seperti siswa, guru, pengelola dan pengurus yayasan. Segala konsekuensinya diberikan sanksi tegas, terukur dan konsisten.

Dengan menerapkan sistem full day, maka setiap siswa diberikan waktu belajar yang efektif dari jam masuk pagi hingga sholat ashar berjama’ah. Kegiatan belajar telah disusun dengan terstruktur, baik belajar di dalam kelas yang dilengkapi dengan penggunaan laptop-projector hingga belajar di luar kelas seperti olahraga dan kegiatan ekstrakurikuler. Pun ketika para siswa ingin mengikuti suatu kompetisi lomba, pihak sekolah memberikan fasilitas pembinaan yang memadai dan waktu yang fleksibel untuk belajar. Momen ini memang sangatlah penting bagi perkembangan para siswa, disamping dari Yayasan akan memberikan penghargaan bebas DOP bagi  siswa yang berprestasi.

Kegiatan belajar agama pun telah disusun dari awal sejak pendaftaran, karena setiap siswa nantinya memiliki target hafalan minimal sebanyak 1 juz saat lulus. Setiap siswa nantinya akan diikutkan kelas peminatan Tahsin dan Tahfidz untuk membantu kelancaran membaca al Qur’an maupun kelancaran menghapal Al Qur’an.

Di Yayasan Al Ma’soem, kami percaya bahwa segala tindakan yang berbau fisik adalah hal yang berbahaya. Maka dari itu cara kami menegakkan kedisiplinan adalah menggunakan sistem point dengan berbagai tingkatan pelanggaran. Ini cukup penting agar memastikan setiap siswa bisa berlatih untuk menjadi pribadi yang baik dan beradab. Apabila memang terdapat siswa yang terbukti melanggar tata tertib dengan tingkat poin tinggi, maka ia akan dikembalikan lagi kepada orang tuanya.

 

Penulis: Gumilar Ganda