Kampung inggris

An Unforgettable Adventure in Kampung Inggris

For me, English used to be more complicated than a communication tool. Every time I had to speak English, my tongue felt very confused, and my grammar was very messy. Until the school held an “Outing Class” program. In this outing class we will go to Kampung Inggris in Jatinangor.

The trip from the school to the Kampung Inggris is very close. During the trip, my friends and I listened to songs on the bus. When I arrived, I saw a sign that read “Kampung Inggris”. There, I saw several sports games, such as volleyball, basketball and futsal. When we arrived, we were immediately told to gather in one room. There, we had an opening in English, and we were also divided into 2 study groups so that the knowledge conveyed by the “kaka-kaka” from Kampung Inggris are easy to understand.

There, we learn many things, ranging from speaking that drains courage, grammar that challenges logic to pronunciation that trains the tongue so that it isn’t stiff. The teaching methods are far from monotonous; there are games, group discussions, even conversation simulations. It was all very fun and exhausting.

When it’s time to go home, it feels like time flies, the feeling that I just came with fear and my knowledge in English, now I go home with a fuller head about my knowledge in English. Kampung Inggris not only teaches us about grammar and vocabulary, but it also teaches us about courage, teamwork and confidence.

Now the language that I once thought was difficult and impossible, has become easier for me and I feel that I have become quite fluent in English.

Kampung inggris 2

Baca lebih lanjut tentang Basic English, Cara Belajar Bahasa Inggris Lebih Mudah

Dulu, bagiku bahasa inggris itu lebih rumit daripada sebuah alat komunikasi. Setiap kali harus berbicara bahasa inggris, lidah rasanya belibet banget, grammar pun amburadul banget. Sampai akhirnya sekolah mengadakan program “Outing Class” . Di outing class ini kita akan pergi ke Desa Inggris yang berada di Jatinangor

Perjalanan dari sekolah menuju ke Desa Inggris sangatlah dekat. Selama Perjalanan aku dan teman – teman mendengarkan lagu di bus. Saat sampai aku melihat ada papan bertuliskan “Desa Inggris”, Di sana aku melihat ada beberapa tempat permainan olahraga, seperti Voli, basket dan futsal. Saat sampai kita langsung disuruh kumpul di satu ruangan, disana kita ada pembukaan dalam bahasa Inggris kita juga akan di bagi menjadi 2 kelompok belajar agar ilmu yang disampaikan kaka – kaka dari Desa Inggris mudah dipahami.

Di sana, kita belajar banyak hal, Mulai dari speaking yag menguras keberanian, grammar yang menantang logika hingga pronunciation yang melatih lidah agar tidak kaku. Metode pengajarannya jauh dari kesan monoton; ada permainan, diskusi kelompok, simulasi percakapan. Semua itu sangatlah menyenangkan dan melelahkan.

Ketika waktu pulang tiba, rasanya waktu sangat cepat, perasaan baru tadi deh aku datang dengan rasa takut dan pengetahuanku dalam berbahasa inggris, kini aku pulang dengan kepala yang lebih penuh soal pengetahuanku dalam bahasa inggris. Desa Inggris bukan hanya mengajarkan kita tentang grammar dan vocabulary, tapi mengajarkan kita juga soal keberanian, kerjasama tim dan percaya diri.

Kini bahasa yang dulu kukira susah dan mustahil, jadi terasa lebih mudah bagiku dan aku merasa sudah cukup lancar dalam berbahasa inggris.

 

*Penulis adalah Rayen Endrof Edwin, siswa kelas 7-Super SMP Al Ma’soem