Whatsapp image 2025 07 14 at 09.07.06 (1)

Al Masoem Gelar Pembukaan KPAM dan Ta’aruf 2025, Tegaskan Komitmen pada Pendidikan Berbasis Nilai dan Ramah Anak

Konvergensi Perilaku Model Al Masoem (KPAM) dan Ta’aruf Pesantren Tahun Ajaran 2025/2026 resmi dibuka pada Sabtu, 13 Juli 2025, bertempat di Dome Al Masoem, Kompleks Yayasan Al Masoem Bandung, Jl. Raya Cipacing No. 22. Sebanyak 762 peserta mengikuti pembukaan, terdiri dari 583 siswa baru jenjang SD, SMP, dan SMA, serta 179 calon santri yang akan menjalani masa pengenalan pesantren.

Pembukaan dilakukan secara simbolis oleh Ketua Yayasan Al Masoem, disaksikan oleh para pimpinan unit, guru, panitia, serta orang tua yang hadir langsung mengantar putra-putrinya. Kegiatan ini menandai dimulainya proses transisi peserta dari lingkungan asal menuju budaya belajar khas Al Masoem yang berlandaskan akhlak, kedisiplinan, dan prestasi. Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Al Masoem Bandung menekankan bahwa KPAM bukan sekadar masa orientasi, melainkan proses internalisasi nilai yang berkelanjutan.

Tahun ini, KPAM mengusung tema “Melalui KPAM yang Ramah, Membentuk Generasi Berprestasi, Berdisiplin, dan Islami.” Tema tersebut sejalan dengan kebijakan nasional melalui Surat Edaran Dirjen Dikdasmen Nomor 10 Tahun 2025 tentang pendekatan ramah dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. Komitmen Al Masoem terhadap pendekatan ini juga dibuktikan dengan penunjukan pesantren sebagai salah satu pilot project “Pesantren Ramah Anak” oleh Kementerian Agama tingkat Kabupaten Sumedang.

Kegiatan pembukaan juga menandai peluncuran resmi kelas internasional yang dibuka untuk semua jenjang: satu kelas di SD, satu kelas di SMP, dan dua kelas di tingkat SMA. Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi Al Masoem dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan global tanpa meninggalkan akar nilai keislaman.

Selama KPAM berlangsung, peserta diperkenalkan pada filosofi pendidikan Al Masoem yang berakar pada tiga nilai utama: Cageur (sehat secara fisik dan mental), Bageur (berperilaku baik dan berakhlak mulia), dan Pinteur (unggul dalam akademik). Filosofi ini tidak hanya menjadi slogan, tetapi target karakter yang akan diinternalisasi sepanjang proses belajar. Siswa yang konsisten menunjukkan ketiga karakter tersebut akan memperoleh penghargaan sebagai bagian dari “kriteria utama” saat kelulusan, sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian yang utuh bukan sekadar nilai, tetapi juga perilaku.

Prosesi pembukaan ditutup dengan pengalungan kartu identitas kepada perwakilan siswa dari tiap jenjang, disertai simbolisasi penyerahan peserta dari orang tua kepada pihak sekolah. Kegiatan pengenalan lingkungan sekolah akan berlangsung selama empat hari ke depan, dimulai pada Senin (14 Juli), diisi dengan materi kedisiplinan, tata tertib, filosofi sekolah, dan nilai-nilai islami yang akan menjadi fondasi dalam kehidupan belajar peserta.

Yayasan Al Masoem menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari pencapaian akademik, tetapi dari keberhasilan membentuk pribadi yang utuh, santun, dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, KPAM dan Ta’aruf bukan sekadar acara tahunan, melainkan titik mula pembentukan generasi pembelajar yang sehat, beradab, dan cerdas.