Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan islam tertua di Indonesia, sehingga perannya sangat besar bagi sejarah Bangsa Indonesia. Dalam pondok pesantren terdapat seorang pembimbing yang biasa disebut sebagai kyai. Kyai merupakan tokoh sentral dalam lembaga pendidikan ini.
Kyai juga bisa disebut seorang pendiri pondok pesantren, umumnya pesantren memiliki kurikulumnya sendiri. Berbeda dengan boarding school yang umumnya berada dalam naungan diknas atau kemenag, pondok pesantren tradisional masih menggunakan kurikulum nya sendiri. Namun meski begitu hasil didikan yang didapatkan santri sebagai peserta didik identik alias tidak jauh berbeda.
Membahas tentang boarding school dan pesantren, Al Masoem sendiri merupakan sebuah lembaga yang berada dibawah naungan diknas, kami merupakan sebuah boarding school atau sekolah berasrama terbaik di Sumedang dimana sistem kurikulum Al Masoem memiliki kurikulum sendiri, yang telah disempurnakan berdasarkan hasil perpaduan antara kurikulum kemenag dengan kurikulum yayasan.
Disamping itu dilengkapi pula dengan hasil studi banding dari lokasi atau tempat yang telah dikunjungi. Hasil dari perpaduan tersebut, dijadikan standar kurikulum pesantren, yang dibagi menjadi 3 (tiga) bagian, yaitu : intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler.

Al Ma’soem sekolah berpesantren atau lebih tepatnya sekolah berasrama (Boarding School) yang dimana memiliki beberapa keunggulan, salah satu keunggulan yang selalu menjadi ciri khas Al Masoem adalah kami selalu memberikan reward kepada siswa yang berprestasi. Perlu diketahui prestasi disini bukan hanya menjadi juara dalam setiap kompetisi atau menjadi juara 1 di sekolah. Akan tetapi di Al Masoem prestasi itu banyak,seperti berperilaku baik, rajin melaksanakan hal yang bersifat sunnah pun adalah prestasi dan berbagai macam prestasi lainnya.
Namun dibalik itu, Al Masoem juga merupakan sekolah yang tegas terhadap siswa dan santri yang melanggar. Melanggar disini adalah melanggar peraturan dan tata tertib Al Masoem baik itu yang tertulis dalam tata tertib sekolah atau pun dalam tata tertib pesantren.
Ketika orang tua mendaftarkan putra/i nya ke Al Masoem, kami selalu memberikan tata tertib yang harus orang tua pelajari terlebih dahulu karena itu merupakan salah satu hal yang wajib diketahui orang tua terutama orang tua yang baru mengenal Al Masoem.
Dalam tata tertib juga dijelaskan bahwa sistem Punishment Al Masoem menggunakan sistem poin pelanggaran yang dimana setiap siswa atau santri yang melanggar akan mendapatkan poin negatif yang dimana jika melewati limit poin siswa akan dikembalikan kepada orang tua siswa.
Namun meski begitu bukan berarti kami dapat dengan mudah mengembalikan putra/i yang bermasalah kepada orang tuanya secara langsung, selama bukan poin pelanggaran berat, Al Ma’soem selalu memberikan toleransi terlebih dahulu seperti memanggil orang tua ke sekolah dan mendiskusikan kasus yang dihadapi siswa atau santri dengan pihak kesiswaan dan pihak konselor.

Berbeda dengan pesantren tradisional yang lebih identik dengan sistem senioritas, Al Masoem merupakan boarding school yang lebih modern, baik dalam segi fasilitas dan juga dalam kurikulum serta pendidikan terhadap siswa dan santrinya.
Bentuk kekerasan fisik terhadap santri dan senioritas merupakan kurikulum lama yang harus mulai ditinggalkan oleh semua pesantren. Karena selain dapat memberikan rasa trauma yang mendalam, kekerasan fisik yang dilaksanakan baik oleh pihak senior sebagai tenaga pendidik atau dari guru dan wali santri merupakan tindakan kriminal.
Al Masoem tegas terhadap perilaku menyimpang salah satunya adalah tempramental yang dilaksanakan guru terhadap siswa dan santri. Jangankan dari guru terhadap murid, jika ada perkelahian antar murid atau santri pun yang menjadi pemukul pertama dalam perkelahian akan dikembalikan kepada orang tuanya.
Sistem Al Masoem tidak hanya memberikan tindakan yang tegas kepada siswa, tapi juga kepada pengelola. Maka dari itu jika memang ada hal yang menyimpang dari Staf pengelola terhadap santri dan siswa/i Al Masoem kontak person kami siap melayani.

Membahas tentang boarding school kurang lengkap jika tidak membahas tentang kurikulum yang dibawanya. Al Masoem dengan kurikulum campuran memiliki sebuah kelas khusus yang dapat diambil siswa sebagai kelas khusus, kelas peminatan atau kelas takhassus. yaitu kelas Takhosus tahsin, tahfidz dan kitab kuning.
Kelas Takhosus Tahsin, merupakan kelas khusus yang diperuntukan bagi siswa atau santri Al Masoem yang belum lancar dalam mengaji. Jika dibilang ini merupakan kelas peminatan mungkin sedikit meleset. Kelas Takhosus tahsin merupakan kelas wajib bagi santri yang sama sekali belum lancar membaca Al Qur’an, kelas yang difokuskan agar santri bisa dan lancar membaca Al Qur’an.
Kelas Takhosus Tahfidz, merupakan kelas peminatan bagi santri yang ingin fokus terhadap hafalan Al Qur’an kelas ini bisa diikuti hanya oleh santri yang sudah lancar membaca Al Qur’an namun tidak bersifat wajib alias tergantung peminatan siswa atau santri itu sendiri.
Kelas Takhosus Kitab Kuning, khusus bagi santri yang berminat dan ingin mendalami Kitab Kuning, diantaranya Kitab Safinah, Tijan, Jurumiyah, Ta’lim Muta’alim, Jazariyah, Sulam, Nashoihul ‘Ibad dan kitab yang lainnya, sesuai dengan standarisasi yang telah ditentukan.
Adapun beberapa manfaat yang bisa anda rasakan dengan belajar kelas Tahsin Tahfidz dan Kitab Kuning di Pesantren Siswa Al Masoem bisa anda Baca Disini Dan juga Manfaat Belajar Kitab Kuning Di Al Masoem.

Sebuah kebanggaan bagi orang tua jika memiliki putra/i yang memiliki karakter yang baik, maka bukan hal baru jika kurikulum Al Masoem lebih fokus pada pendidikan karakternya yang sangat kental dibandingkan dengan pendidikan umum dan agamanya.
Pendidikan agama dan umum di Al Masoem biasa dilaksanakan di kelas sebagai kurikulum umum, tapi pendidikan karakter di sekolah dan pondok pesantren berbeda. Pendidikan karakter di Al Masoem lebih identik atau biasa dilaksanakan setiap hari, setiap waktu dimanapun dan kapanpun. Peraturan Al Masoem merupakan salah satu benteng yang dapat membatasi siswa dan membimbing siswa dan santri untuk berperilaku baik.
Tidak hanya itu, berbagai macam reward pun selalu kami berikan kepada mereka yang bisa menjadi siswa atau santri terbaik terutama dalam bidang karakter. Pendidikan karakter di Al Masoem menjadi penilaian khusus, maka dari itu dengan adanya sistem poin pelanggaran, kesiswaan dan kesantrian Al Masoem dapat lebih mudah menilai dan memilah siswa dan santri dari banyaknya atau sedikitnya poin pelanggaran yang dimiliki siswa atau santri.
Selain itu juga pendidikan karakter merupakan salah satu cita cita Al Masoem dalam mendidik siswa, bukan hanya sebagai nilai jual sekolah terhadap siswa dan santrinya, pendidikan karakter ini malah tertulis dalam moto Al Ma’soem Cageur, Bageur Pinter yang memiliki makna Sehat Jasmani dan Rohani, Bersifat baik dan berakhlakul karimah serta Pandai, Cerdas dan berprestasi.

Al Ma’soem merupakan sekolah berpesantren terbaik Sumedang, dimana sekolah berpesantren ini memiliki segudang fasilitas yang mungkin tidak akan bisa anda temukan di pondok pesantren lainnya. Bahkan dari beberapa sumber, ada yang mengatakan bahwa pondok pesantren Al Masoem atau lebih tepatnya Al Masoem Islamic Boarding School merupakan salah satu Boarding School yang memiliki fasilitas bak Hotel bintang Lima.
Namun meski begitu Al Masoem merupakan boarding school yang memberikan fasilitas yang baik atau lebih dari layak bagi santri. Salah satu alasan kenapa Al Masoem memiliki fasilitas yang baik adalah karena Al Masoem memiliki program yang mungkin tidak pernah terpikirkan oleh pondok pesantren atau boarding school lainnya, salah satu programnya adalah membuat pondok pesantren atau boarding school serasa rumah sendiri.
Maka dari itu dengan memberikan fasilitas dan kenyamanan bagi santri boarding school Al Masoem, santri akan merasa betah dan nyaman selama bersekolah dan berasrama di pondok. Kebersihan yang terjaga dan juga kamar yang hanya diperuntukan untuk santri 4-6 santri membuat dalam kamar tidak akan berdesak desakan. Dibalik itu juga kebersihan kamar yang menjadi tanggung jawab santri membuat santri bisa lebih mandiri dan juga mengerti arti pentingnya kebersihan.