Islam Tidak Mengenal Penebusan Dosa dengan Harta

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

اِنَّ  الَّذِيْنَ  كَفَرُوْا  وَمَا تُوْا  وَهُمْ  كُفَّا رٌ  فَلَنْ  يُّقْبَلَ  مِنْ  اَحَدِهِمْ  مِّلْءُ  الْاَ رْضِ  ذَهَبًا  وَّلَوِ  افْتَدٰى  بِهٖ   ۗ اُولٰٓئِكَ  لَـهُمْ  عَذَا بٌ  اَلِـيْمٌ   ۙ وَّمَا  لَـهُمْ  مِّــنْ  نّٰصِــرِ يْنَ

“Sungguh, orang-orang yang kafir dan mati dalam kekafiran, tidak akan diterima (tebusan) dari seseorang di antara mereka sekalipun (berupa) emas sepenuh bumi, sekiranya dia hendak menebus diri dengannya. Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang pedih dan tidak memperoleh penolong.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 91)

Sungguh, orang-orang yang kafir dan terus-menerus dalam kekafirannya hingga mereka mati dalam kekafiran, maka tidak akan diterima tebusan dari seseorang di antara mereka sekalipun berupa emas sepenuh bumi, sekiranya dia hendak menebus diri-Nya dari azab Allah dengan harta tebusan-Nya itu. Sebab, mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang pedih dan tidak memperoleh penolong, karena saat itu hanya Allah yang bisa menolong.

Ayat ini memberi pemahaman bahwa sebanyak apa pun infak seseorang itu tidak akan diterima jika perbuatan yang dilakukan tersebut justru akan menghapus pahala dari amal itu sendiri, seperti syirik pada ayat sebelumnya dijelaskan bahwa orang yang meninggal dalam kekufuran, maka sebesar apa pun harta dan infak yang mereka keluarkan, tidak akan bisa dijadikan tebusan agar mereka bebas dari azab Allah.

Tidak ada penebusan dosa dalam Islam dengan harta, yang ada adalah bertaubat dan terus berbuat baik. Selama hambaNya tidak berputus asa dalam bertobat, memperbaiki diri, menghindari dosa, dan bertakwa, insyaAllah akan diterima maafnya.

إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَبَيَّنُوا فَأُولٰٓئِكَ أَتُوبُ عَلَيْهِمْ ۚ وَأَنَا التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

“kecuali mereka yang telah bertobat, mengadakan perbaikan dan menjelaskan(nya), mereka itulah yang Aku terima tobatnya dan Akulah Yang Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang.”

(QS. Al-Baqarah: Ayat 160)

إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا مِنۢ بَعْدِ ذٰلِكَ وَأَصْلَحُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

“kecuali orang-orang yang bertobat setelah itu, dan melakukan perbaikan, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

(QS. Ali ‘Imran: Ayat 89)

Perbanyaklah istigfar, untuk memohon ampun dari dosa yang telah dilakukan baik yang disengaja maupun tidak disengaja:

“Dan beristighfarlah kalian kepada Allah. Sesungguhnya Allah itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS Al Baqarah 199)

Astaghfirullah hal’adzim, aladzi laailaha illahuwal khayyul qoyyuumu wa atuubu ilaiih”

“Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.”