Macam-macam Kezaliman

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

كَيْفَ  يَهْدِى  اللّٰهُ  قَوْمًا  كَفَرُوْا  بَعْدَ  اِيْمَا نِهِمْ  وَشَهِدُوْۤا  اَنَّ  الرَّسُوْلَ  حَقٌّ  وَّجَآءَهُمُ  الْبَيِّنٰتُ   ۗ وَا للّٰهُ  لَا  يَهْدِى  الْقَوْمَ  الظّٰلِمِيْنَ

“Bagaimana Allah akan memberi petunjuk kepada suatu kaum yang kafir setelah mereka beriman, serta mengakui bahwa Rasul (Muhammad) itu benar-benar (rasul), dan bukti-bukti yang jelas telah sampai kepada mereka? Allah tidak memberi petunjuk kepada orang zalim.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 86)

Allah tidak memberi petunjuk kepada orang zalim

Seorang Muslim diajarkan untuk tidak melakukan perbuatan zalim. Allah SWT bahkan menyebut akan memberi azab bagi orang yang zalim.

وَمَنْ يَظْلِمْ مِنْكُمْ نُذِقْهُ عَذَابًا كَبِيرًا

“Barangsiapa di antara kamu yang berbuat zalim, niscaya kami rasakan kepadanya azab yang besar.”
(QS al Furqon 19).

Kezaliman yang dilarang Allah SWT:

1. Kezaliman hamba kepada Rabb-nya
Kezaliman manusia kepada Penciptanya adalah dengan kufur kepada Allah,

وَالْكَافِرُونَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Dan orang-orang kafir itulah orang-orang zalim.”(QS al Baqarah 254)

Ayat lain dalam Alquran juga menyebut kezaliman seorang mahluk juga ditandai dengan berbuat syirik atau menyekutukan Allah dengan zat lain.

إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ ”

Sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (QS Lukman : 13).

2. Kezaliman kepada sesama manusia

Menzalimi atau berbuat aniaya kepada sesama manusia juga merupakan perbuatan yang dibenci Allah SWT. Perbuatan seperti menyinggung kehormatan orang lain, menyakiti tubuh atau hati orang lain hingga mengambil harta orang tanpa alasan yang benar adalah perilaku yang dimurkai Allah.

Allah menyebut akan mengambil amalan orang yang berbuat zalim dan diberikan kepada orang yang dizalimi. Bahkan akan menimpakan dosa orang yang dizalimi kepada orang yang menzalimi. Dalam hadits riwayat Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:

عن أَبي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه، عن النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: مَنْ كَانتْ عِنْدَه مَظْلمَةٌ لأَخِيهِ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ مِنْ شَيْءٍ فَلْيتَحَلَّلْه ِمِنْه الْيَوْمَ قَبْلَ أَلَّا يكُونَ دِينَارٌ وَلَا دِرْهَمٌ، إنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلَمتِهِ، وإنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ حسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سيِّئَاتِ صاحِبِهِ، فَحُمِلَ عَلَيْهِ

“Barangsiapa yang berbuat zalim kepada saudaranya, baik terhadap kehormatannya maupun sesuatu yang lainnya, maka hendaklah ia meminta kehalalannya darinya hari ini juga sebelum dinar dan dirham tidak lagi ada. Jika ia punya amal salih, maka amalannya itu akan diambil sesuai dengan kadar kezaliman yang dilakukannya. Dan jika ia tidak punya kebaikan, maka keburukan orang yang ia zalimi itu dibebankan kepadanya.” (HR Bukhari)

3. Zalim terhadap diri sendiri

Kezaliman seorang hamba adalah dengan mengotori dirinya dengan berbagai bentuk dosa, pelanggaran dan keburukan berupa kemaksiatan kepada Allah dan Rasul-Nya.

وَمَا ظَلَمُونَا وَلَٰكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ ”

Dan tidaklah mereka menganiaya Kami, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” (QS Al Baqarah 57)

4. Zalim kepada Mahluk Allah SWT.

Zalim Kepada Makhluk Allah SWT
Sebuah perbuatan sia-sia kepada makhluk Allah SWT, contohnya tanaman, hewan dan lingkungan sekitar. Semua ciptaan Allah SWT memiliki hak yang sama seperti manusia.

Perbuatan zalim ini hendaknya dijauhi setiap Muslim agar terhindar dari murka Allah SWT.

Doa nabi Adam :
“Robbana dholamna Anfusana wa inlm taghfir lana wa tarhamna lanakunanna minal khasirin,”
“Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi,”