Santri (Custom)

Peer Counseling Solusi Pemecah Masalah Anak

Peer Counseling atau Konseling teman sebaya dapat diartikan sebagai sebuah variasi layanan konseling untuk membantu orang lain (dalam artian teman) yang dilakukan oleh non-profesional (teman sebaya). Peer Counseling atau Konseling teman sebaya dibutuhkan karena kebanyakan remaja menceritakan permasalahannya kepada temannya ketimbang pada orang tua, guru, atau pembimbing.

Peer counseling juga dapat membantu remaja saling memperhatikan dan bertukar pengalaman agar terorganisasi dengan baik sehingga dapat membentuk remaja yang disiplin dan lebih bertanggung jawab.

Salah satu fungsi terpenting lainnya dari Peer Counseling atau konseling teman sebaya adalah untuk memberikan sumber informasi dan komparasi tentang dunia di luar keluarga, melalui konseling teman sebaya (peer counseling) para remaja dapat saling menerima masukan/umpan balik dari setiap teman-temannya tentang kemampuannya dalam menilai apa saja yang dilakukannya dengan apa yang remaja lain kerjakan.

Anak SMA
Teman sebagai Peer Counseling terbaik bagi remaja

Melalui Peer Counseling ini juga kebiasan buruk seorang siswa di SMP bisa diminimalisir, seperti kecanduan akan smartphone, kecanduan akan game online dan lain sebagainya. Maka dari itu peer counseling ini harus dan sangat wajib diterapkan disetiap sekolah sebagai sebuah jembatan baru untuk meminimalisir siswa yang memiliki kecanduan akan sesuatu hal yang kurang baik bagi masa depannya.

Peer Counseling ini juga berlaku untuk meningkatkan kesadaran terhadap perilaku Bullying pada siswa dan santri. Karena selain adanya peraturan sekolah yang mengatur perilaku bullying di sekolah, dengan adanya Peer Counseling ini juga siswa akan sadar tentang tidak baiknya membully teman sebayanya.

Adapun pelayanan konseling teman sebaya ini dapat dilaksanakan dengan bimbingan dari pihak konseling sekolah, lebih baik lagi jika guru dan wali kelas ikut serta dalam kegiatan seperti ini dimana wali kelas dan wali santri bisa dijadikan sebagai pihak yang bertanggung jawab untuk memberikan latihan, penjelasan dan menerangkan tentang etika dan tata krama serta memberikan dukungan kepada siswa yang akan bertindak sebagai konselor siswa.

Latihan ini sangat penting agar peer counseling atau konselor teman sebaya ini bisa berjalan dengan semestinya dan sang konselor siswa ini juga mampu menghadapi masalah yang dihadapi teman teman sebayanya tentu saja dengan pendekatan yang dinamis.

Wisuda TK MUnggang Al Masoem (15)
Teman sabagai solusi pemecah masalah

Adapun kriteria yang harus diterapkan kepada siswa yang menjadi seorang konseling teman sebaya, adalah mereka yang mampu menjadi pendengar yang baik, mereka yang mampu menjadi seorang sahabat atau teman yang baik bagi mereka yang membutuhkan perhatian. Konselor teman sebaya ini harus memiliki feel yang sensitif, terutama dalam memahami problematika yang dimiliki teman sebayanya, selain itu juga sebagai seorang konselor teman, anda harus bisa bersikap pamrih, tidak memilah dan memilih teman, dan yang paling penting adalah mampu memecahkan setiap masalah yang sedang dialami teman. Tapi ada beberapa orang siswa juga yang tidak ingin diberikan nasihat namun cukup didengarkan saja dan rasa memahami seperti itu juga perlu dimiliki seorang konselor teman sebaya, lantas apakah anda siap menjadi orang yang bisa dijadikan tempat berbagi bagi teman temannya?

Peer Counseling ini juga bukan hanya berlaku bagi anak SMP, tapi juga bagi siswa SMA yang dimana fase remaja juga masih menyelimuti anak usia dini. Apalagi pada masa SMA adalah masa anak sedang dalam fase menuju kedewasaan yang sebenarnya. Kebimbangan siswa SMA memang tidak se ekstrim anak SMP, tapi tetap saja pada jenjang ini siswa masih membutuhkan teman sebagai media dia berbagi masalah baik itu masalah dalam keluarga, masalah dengan teman, dan masalah akademisnya.

Bahkan sebagian besar siswa mengatakan bahwa sering mengalami masalah ketika berada di sekolah, oleh karena itu pihak-pihak yang terlibat dalam munculnya masalah adalah teman dan lingkungan sekolah itu sendiri. Hal tersebut sesuai dengan teori Papalia (2009) yang menjelaskan bahwa usaha remaja untuk menyesuaikan perubahan tubuh mereka dan tuntutan kedewasaan yang segera muncul disertai dengan periode badai dan stress yang menghasilkan konflik antar generasi. Banyak remaja yang lebih dekat dengan kelompok dan teman sebayanya sehingga ketika remaja tidak mampu menempatkan dirinya dapat memunculkan masalah.

Maka dari itu, setiap masalah siswa di sekolah adalah tanggung jawab sekolah, sekolah harus kreatif bukan hanya sebagai media belajar siswa dan santri tapi juga sebagai tempat bagi siswa untuk bisa memecahkan masalahnya, menjadikan siswa menjadi tumbuh dan dewasa serta menjadikan siswa menjadi siswa teladan yang memiliki sifat yang baik.

Dengan pembentukan kelompok siswa sebagai tempat mediasi atau konselor teman sebaya dan konselor sekolah juga maka diharapkan setiap permasalahan siswa bisa selesai dengan baik.

Meskipun ada beberapa siswa yang berhasil menghadapi masalahnya sendiri sendiri, ini sangat bagus karena siswa yang mampu menyelesaikan masalahnya sendiri dapat membentuk pribadi yang mandiri. Meskipun biasanya anak remaja menyelesaikan masalahnya dengan cara mencurahkan hatinya di media sosial.

kegiatan al Masoem (13)
Konselor sekolah sebagai ketua komite pembentukan Peer Counseling

Keberadaan kelompok konselor teman sebaya ini sangat penting ada disetiap sekolah, namun dengan adanya konseling sebaya ini, bukan berarti menghilangkan peran guru Bimbingan Konseling sebagai seorang konselor di sekolah, justru dengan adanya siswa yang merangkap sebagai seorang konselor teman sebaya pihak konselor akan sangat terbantu meskipun tetap pada awal pelatihan akan menguras waktu dan tenaga yang banyak.

Meskipun banyak siswa yang tertarik untuk membantu pemecahan masalah teman sebayanya, namun seorang guru Bimbingan Konseling harus benar-benar bisa memilih siswa yang tepat untuk menjadi konselor sebaya. 

Karena tidak semua siswa mampu berperan menjadi konselor sebaya, selain itu juga harus bisa seorang konselor sebaya harus bisa menyimpan rahasia. Karena dalam pelayanan konseling, sangat diperlukan adanya asas kerahasiaan. Anda tertarik menjadi konselor teman sebaya?