Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :
وَ اِنَّا لَــنَحْنُ نُحْيٖ وَنُمِيْتُ وَنَحْنُ الْوٰرِثُوْنَ
“Dan sungguh, Kamilah yang menghidupkan dan mematikan dan Kami (pulalah) yang mewarisi.” (QS. Al-Hijr 15: Ayat 23).
Allah adalah Al-Warits (Yang Mewarisi) ketika seluruh makhluk telah meninggal, semua yang pernah dimiliki manusia akan kembali menjadi milik Allah
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI: Pada ayat ini, Allah menegaskan bahwa Dialah yang menghidupkan manusia jika Ia menghendaki, dan Dia pula yang mematikannya jika Dia menghendaki.
Selanjutnya, sebagaimana dijelaskan Ibnu Jarir ath-thabari dalam tafsirnya, jika semua yang hidup ini telah mati, maka di saat itu hanya Allah sajalah yang hidup, karena hanya Dia sajalah yang kekal. Kemudian Allah membangkitkan manusia kembali untuk ditimbang dan dihitung amal perbuatannya, sebagaimana firman Allah SWT:
Tidak ada tuhan selain Dia, Dia yang menghidupkan dan mematikan. (Dialah) Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu dahulu. (ad-Dukhan/44: 8)
Ayat 23 ini diakhiri dengan ungkapan wa nahnul-waritsun (dan Kami pulalah yang mewarisi). Al-Qasimi dalam tafsirnya Mahasin at-Ta’wil menjelaskan bahwa Kami (pulalah) yang mewarisi, maksudnya ialah Kamilah yang masih ada dan menerima atau memiliki semua yang telah ditinggalkan manusia yang telah mati. Istilah waris ini juga digunakan Nabi dalam doanya:
Dan jadikanlah dia pewaris dari kita. (Riwayat at-Tirmidzi dari Ibnu Umar).
Inti Kandungan Al-Hijr Ayat 23 adalah sebagai berikut:
Ketika manusia merasa memiliki banyak harta, ilmu, atau kekuasaan, hendaknya ia menyadari bahwa semuanya hanyalah amanah. Kita datang ke dunia tanpa membawa apa-apa dan akan kembali kepada Allah tanpa membawa apa-apa pula. Yang tersisa hanyalah iman, amal saleh, dan jejak kebaikan yang telah kita lakukan.
Allah yang memberi hidup, Allah yang menentukan kematian, dan pada akhirnya seluruh alam semesta kembali menjadi milik-Nya. Karena itu, gunakan kehidupan dan segala nikmat yang ada untuk beribadah, bersyukur, dan berbuat kebaikan sebelum tiba saat kembali kepada-Nya.
Doa yang berisi pengakuan bahwa hidup dan mati berada dalam kekuasaan Allah serta permohonan agar diberi akhir kehidupan yang baik
اللَّهُمَّ أَحْيِنَا عَلَى طَاعَتِكَ، وَأَمِتْنَا عَلَى الْإِيمَانِ، وَاجْعَلْ خَيْرَ أَعْمَالِنَا خَوَاتِيمَهَا، وَخَيْرَ أَيَّامِنَا يَوْمَ نَلْقَاكَ
Allahumma ahyinaa ‘alaa thaa‘atika, wa amitnaa ‘alal iimaan, waj‘al khaira a‘maalinaa khawaatimaha, wa khaira ayyaaminaa yauma nalqaaka.
“Ya Allah, hidupkanlah kami dalam ketaatan kepada-Mu, wafatkanlah kami dalam keimanan, jadikanlah penutup amal kami sebagai amal yang terbaik, dan jadikan hari terbaik kami adalah hari ketika kami bertemu dengan-Mu.”